
Setelah lama berbincang-bincang, Desta pun teringat akan sikap Rasti yang sedari pagi diam saja seperti sedang menghadapi sebuah masalah dan tidak bersemangat . Ia ingin memberitahu Putri soal itu tetapi melihat keada.an Putri sekarang sama sekali tidak memungkinkan untuk menceritakannya.
beberapa saat kemudian Gilang pun mengetuk pintu kamar Putri dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Gilang menanyakan bagaimana keadaannya dan putri pun menjawab "Alhamdulillah, keadaan saya sudah membaik pak" katanya. Gilang sangat senang mendengar kalau kesehatan nya sudah membaik, Gilang menyemangati Putri untuk secepatnya pulih supaya ia bisa mengikuti ujian akhir beberapa hari lagi.
sementara Desta memilih untuk menunggu di luar karena ingin memberi waktu untuk Gilang dan Putri mengobrol. ketika ia hendak keluar dari ruangan Putri tiba-tiba saja Ratu bangun dari tempat duduk nya dan bertanya kepada Desta. . .
"dimana Gilang"katanya.
"oh pak Gilang masih di dalam ruangan kak mereka seperti nya ingin membicarakan sesuatu" lanjut desta sembari duduk.
Ratu berpikir kalau mereka mungkin sedang membicarakan tentang nya namun kenyataan nya tidak, Gilang dan Putri cuman membicarakan pelajaran sekolah yang ketinggalan oleh Putri.
kini telah sore Gilang dan Desta pamit untuk pulang, sementara Ratu masih menunggu Dewi untuk bergantian menjaga Putri. Beberapa saat kemudian Dewi pun sampai di Rumah sakit ia langsung menuju kamar Putri. sesampai nya di depan ruangan dan hendak ingin memasuki kamar Dewi sempat mengintip Ratu dan Putri yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu, dan sialnya Dewi tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.
Tanpa menunggu lama dan mengetuk pintu Dewi pun langsung masuk ke dalam ruangan dan meletakan rantang yang berisikan makanan di atas meja di samping ranjang Putri .
"maaf kak, tadi aku tidak sempat mengetuk pintu" kata nya
"Tidak apa-apa adik ku sayang"balas Putri tersenyum.
tidak lama kemudian Ratu pun pamit untuk pulang dan langsung keluar dari ruangan tersebut. sementara Dewi memanjakan kakak nya (Putri) ia menyuapi Putri dengan penuh kasih sayang dan ikhlas seolah mereka benar-benar memiliki hubungan darah.
Saat sedang berduaan dengan Putri, rasanya Dewi ingin sekali menceritakan semua tentang ibu nya yang selama ini berpura-pura menyayangi nya namun Dewi juga tidak ingin membuat suasana semakin rumit "Ya Allah! aku harus bagaimana?" gumam nya sambil menggigit ujung bibirnya.
__ADS_1
"kamu kenapa wi? sepertinya kamu sangat gelisah" kata Putri .
"Ahhh bukan apa-apa kak! lupakan saja" jawab nya sembari tersenyum.
lalu kemudian Dewi memberikan minum kepada Putri setelah selesai menyuapinya, setelah itu Dewi pun bertanya kepada Putri bagaimana sebenarnya hubungan ia dengan Gilang! namun Putri pun hanya berkata kalau dirinya dan Gilang hanya sebatas Guru dan murid. Lalu kemudian Dewi pun tersenyum dengan menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya.
" kamu kenapa tersenyum seperti itu? aku tidak berbohong" kata Putri kesal melihat tingkah adiknya.
"Ya Allah kak ! aku hanya senyum saja tidak boleh?" lanjut nya sambil menepuk jidat nya.
tak lama kemudian Dewi pun membiarkan Putri untuk beristirahat sementara dia tidur di soffa samping ranjangnya Putri .
hari pun sudah pagi dan malam pun telah berlalu, sekarang menunjukan jam 04 dan sebentar lagi shalat subuh. Dewi pun terbangunkan oleh alarm dari ponsel nya yang memang ia sengaja menyalakan nya agar ia tidak kesiangan.
sesudah shalat subuh Dewi pun keluar dari ruangan dan berniat untuk membeli sarapan di luar namun saat ingin menuruni tangga, tiba-tiba terlihat Gilang yang sedang menaiki tangga lalu Dewi pun menyapa nya . . .
"kamu bisa saja dek! hari ini kan Putri sudah di perbolehkan untuk pulang jadi saya berniat untuk membantu mengemasi barang-barang nya." jawab nya
kemudian Dewi langsung menyuruh Gilang untuk langsung menemui Putri sementara ia melanjutkan langkahnya menuruni tangga. Gilang memasuki ruangan dan terlihat Putri masih tertidur lelap Gilang sampai tidak tega kalau harus membangunkannya.
Akhirnya Gilang duduk di soffa menunggu Putri bangun dari tidur nya, ia memandangi wajah Putri "andai saja Putri tau dengan perasaan ku sekarang , bagaimana khawatir nya aku melihat ia terbaring lemas" Gumam nya. . .
setelah beberapa saat kemudian Putri pun terbangun dari tidur nya dan ia sangat terkejut melihat Gilang yang sedang duduk di depan nya untuk sejenak ia berpikir kalau ia sedang bermimpi, namun kenyataannya tidak pikiran nya terputus ketika Gilang mulai menghampiri dirinya.
__ADS_1
"kamu sudah bangun Put?
oh ia, ini aku bawakan sarapan untuk kamu" kata nya.
"terimakasih pak tetapi sebelum nya saya ingin ke Toilet dulu, dimana Dewi? lanjut nya
kemudian Gilang pun memberitahunya kalau Dewi sedang keluar sebentar namun Putri pun bingung harus meminta tolong kepada siapa untuk mengantarkan nya ke Toilet karena ia belum terlalu kuat untuk jalan sendiri. . .Putri pun meminta Gilang memanggilkan nya suster untuk membantu nya ke toilet tetapi Gilang malah menawarkan diri untuk membantu nya. Karena sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk buang air kecil Putri pun terpaksa menerima kebaikan Gilang. Dan Gilang pu langsung menggendong nya sampai depan pintu Toilet .
"pak Gilang jangan kemana-mana yab tunggu di sini" (ia) lanjutnya.
setelah keluar dari Toilet Gilang pun menggendong nya kembali menuju tempat tidur nya ketika ingin membaringkan Putri pada ranjang, kakinya Gilang pun tersandung oleh baskom yang ada di bawah samping ranjang yang berisikan air hangat untuk mencuci kaki Putri dan tidak sengaja tubuh Gilang sedikit terbanting di atas tubuh nya Putri yang saat jatuh bersamaan. . .
"Aaaarrrrkkkkkkkkkkk sakiiiiitttt pak! !" kata Putri merintih kesakitan karna perban kepalanya tertindih oleh jidat Gilang.
"Maaf Put, saya tidak sengaja tadi saya tersandung oleh baskom ini" jawab nya sambil menunjuk baskom yang ada pada lantai.
Sementara Air dalam baskom pun sudah tumpah dan berceceran Kemana-mana. Gilang pun menyuruh Putri untuk menunggu sebentar sementara ia keluar dari ruangan mencari alat untuk mengeringkan lantai yang tertumpah air tersebut.
beberapa saat kemudian Dewi pun sampai di ruangan Putri dan melihat Gilang yang sedang membersihkan lantai " Astaga! apa yang terjadi kenapa air bisa sampai tumpah seperti ini" katanya .
lalu kemudian Dewi pun membantu Gilang agar cepat terselesaikan karena sebentar lagi Ayah,ibu dan kakaknya tiba di rumah sakit.
setelah selesai membersihkan lantai Dewi pun meminta Gilang untuk berbicara berduaan saja di luar ruangan Putri . . .
__ADS_1
"ada apa wi? kamu ingin membicarakan soal apa sampai kita harus becara di luar ruangan." kata Gilang bertanya.
"Kak sebentar lagi orang rumah akan sampai di rumah sakit, aku harap pak Gilang sebaiknya bersikap biasa-biasa saja terhadap Kak Putri layaknya seorang Guru dan murid. Pak Gilang tau kan kak Ratu menyukai Bapak jadi aku tidak ingin mereka salah paham, itu saja." lanjut nya sembari menggenggam tangan Gilang. Gilang pun mengerti akan maksud Dewi lalu ia pun menyetujuinya dan berkata "tenang saja" .