
Setelah bi Inah selesai memasak, ia pun pergi ke kamar Putri untuk memanggil mereka dan meminta nya makan malam bersama.
" tok tok tok,,,, permisi non" ucap bi Inah sambil mengetuk pintu kamar nya.
"ia bi, sebentar!!" sahut Putri dari dalam kamar.
"makanan nya sudah siap non, mari kita makan bersama" ucap bi Inah lagi, lalu Putri memanggil Rudra dan mereka pun pergi menuju meja makan.
sementara di rumah Rudra.. Rasti mencari-cari buku diary nya tetapi belum juga ia temukan "dimana yah buku diary ku, perasaan waktu itu aku simpan di dalam laci ini" gumam nya kebingungan sambil terus mencari, karena lelah..ia pun duduk di pinggir atas tempat tidur nya dan berusaha mengingat nya namun untuk sesaat ia pun tersadar kalau ia memang menaruh buku diary itu dan kemarin ia menyuruh Rudra untuk mengambil pulpen di dalam laci itu.
" Astaga.....jangan-jangan Rudra sudah mengambil buku diaryku" ucap nya ketakutan sampai berkeringat dingin. tidak lama kemudian Risma sampai di rumah, ia mengucap salam tetapi tidak ada yang menjawab nya.
"kemana pergi nya semua orang di rumah? kelihatan nya sepi sekali" ucap Risma sambil berjalan menuju kamar nya namun saat mengarah ke sana tiba-tiba saja terdengar suara bantingan benda dari dalam kamar Rasti "Dubraaakkkkkkkkkkkk", dengan cepat Risma pergi ke kamar itu dan membuka pintu nya tanpa mengetuk nya.
"apa yang kau lakukan Ras? apa kau ada masalah sampai harus membanting kursi seperti ini?" ucap Risma bingung.
"aku tidak membanting nya mah, hanya saja aku sedikit menyenggolnya tadi" ucap Rasti berbohong, Risma pun mempercayai nya.
"lalu kemana pergi nya Rudra dan Putri ? seperti nya mereka sedang tidak ada di rumah" kata Risma.
"aku tidak tau mah" jawab nya singkat ,,lalu Risma pun pergi ke kamar nya untuk mandi.
Saat itu Rasti pun pergi ke kamar Rudra untuk mengetahui apakah mereka sedang berada di kamar atau memang sedang pergi keluar. Sesampai nya ia di depan kamar Rudra, Rasti mengetuk pintu kamar nya beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam sana.. Lalu Rasti masuk ke dalam kamar karena kebetulan Rudra lupan mengunci nya, ia melihat makanan yang ia bawa tadi sore untuk Putri masih terlihat utuh di atas meja kecil itu, membuat nya curiga dan sedikit ketakutan..selalu terbesit di pikiran nya bahwa Rudra dan Putri sudah mengetahuin semua kejahatan nya lewat buku diary itu
__ADS_1
" tetapi kalau mereka sudah membaca diary itu, pasti mereka sudah langsung mengusir ku dan ku rasa tidak ada sikap yang berubah dari mereka,, kalau bukan Rudra yang mengambil nya lalu dimana buku diary itu" gumam nya lalu keluar dari kamar itu, sementara Risma yang sudah selesai mandi mengambil ponsel nya lalu menghubungi Rudra untuk mengetahui kemana mereka pergi, kebetulan sekali Rudra dan yang lain nya baru saja selesai makan malam dan terdengar nada dering dari ponsel nya.
"Hallo...Rudra,, kalian pergi kemana?" kata Risma.
"ia Bu, aku dan Putri sedang di rumah kak Mawar ..besok atau lusa kita pulang ke rumah, soal nya kita besok akan ke perusahaan nya untuk melihat perkembangan di sana" ucap Rudra.
" baiklah hati-hati kalian di sana" kata Risma lagi lalu menutup telepon nya.
sementara itu, bi Inah pergi ke kamar Mawar untuk mengambil baju yang akan di pakai Putri malam itu karena tadi ia tidak sempat membawa baju ganti. Setelah itu ia pun kembali menemui Putri yang sudah dari tadi berada di dalam kamar nya, bi Inah mengetuk pintu kamar nya lalu di buka olah Putri.
"ia bi, ada apa?" kata Putri sambil mempersilahkan bi Inah masuk.
"bibi bawakan baju non Mawar untuk non Putri agar bisa berganti pakaian" ucap nya dan menyerahkan baju itu kepada Putri.
" terimakasih bi" lanjut Putri, lalu bi Inah pun kembali keluar dari kamar lalu menutup pintu nya kembali, tapi tidak lama kemudian Rudra masuk ke dalam kamar nya dan melihat Putri sedang memakai baju nya. Putri merasa kaget ketika melihat Rudra yang tiba-tiba saja ada di sana membuat ia sampai berteriak...
"aku suami mu kan,lalu kenapa aku harus mengetuk pintu dulu untuk menemuimu" lanjut Rudra.
"maaf aku lupa" ucap Putri.
"apa? kau sudah lupa kalau aku ini suami ku" ucap Rudra mengejek nya.
"kau ini,, bukan itu maksud ku! aku lupa kalau ada kamu selain bib Inah" sambung Putri membuat Rudra tersenyum sambil memeluk nya dan berniat untuk bercinta malam itu lalu hal itupun terjadi.
__ADS_1
Kini hari pun telah pagi,, Putri membangunkan Rudra yang kembali tidur seusai shalat subuh tadi, karena mereka harus pergi ke kantor pagi itu. Tidak lama kemudian Rudra pun terbangun dan langsung mengecup bi**ir Putri dengan cepat, Putri yang saat itu masih menunduk diatas tidur tepat berhadapan dengan muka Rudra tentu saja merasa kaget dengan tingkah suami nya itu lalu ia pun mencubit pipi Rudra dengan kedua tangan nya sambil berkata,,
" apa semalam masih kurang sampai kau ingin melanjutkan nya pagi ini " ucap Putri.
"tidak sayang, ,tolong maafkan aku" ucap Rudra kembali mencium nya lalu pergi ke dalam kamar mandi. sementara Putri pergi ke dapur untuk membuatkan nya makanan, namun terlihat sudah ada Bi Inah di sana.
"selamat pagi bi, sini biar aku saja yang masak" kata Putri menyapa sambil menghampiri bi Inah.
"tidak usah non, biar saya saja" ucap Bi Inah.
"tidak apa-apa bi, sesekali bibi cobain masakan aku" kata Putri sambil mengambil alih pekerjaan bi Inah..lalu ia pergi mengerjakan pekerjaan lain. Beberapa saat kemudian Rudra pun keluar dari kamar nya setelah selesai berpakaian dan menemui Putri di dapur dan saat itu Putri sudah selesai memasak dan ia pergi memanggil bi Inah untuk sarapan bersama.
Setelah selesai makan, mereka memberitahu bi Inah kalau mereka akan berangkat ke kantor nya Mawar dan akan kembali pulang ke sana nanti sore.
"baik lah, hati-hati yah non' Mas Rudra" ucap nya.
" ia bi" ucap Rudra dan Putri bersamaan lalu mereka pun pergi ke sana.
satu jam kemudian, mereka pun sampai di sana, dan langsung menemui orang yang dipercayai nya untuk memegang perusahaan itu yang bernam pak Anton.
" permisi,," ucap Putri sambil mengetuk ruangan pak Anton dan tidak lama kemudian ia pun membuka nya lalu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan nya.
" maaf pak Anton, maksud kedatangan kami ke sini ingin menanyakan bagaimana perkembangan perusahaan sejauh ini" ucap Putri, lalu pak Anton mengambil laptop dan file-file nya di atas meja untuk di serahkan nya kepada Putri dan Rudra.
__ADS_1
"ibu dan bapak bisa melihat nya di sini" ucap Pak Anton lalu mereka pun melihat penghasilan yang cukup besar.
"terimakasih pak Anton ,, anda sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini, baiklah kami akan pergi melihat pekerja di luar" ucap Putri, lalu mereka pun pergi.