Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 43. Putri hamil.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.....


Hari itu , langit berwarna biru kelihatan sangat cerah sekali dengan suara burung yang berkicau di iringi oleh angin yang berhembus lembut membuat ku merasa tidak ingin bangun dari tempat tidur ku, rasa nya aku tidak ingin terlepas dari pelukan hangat suami ku, namun suasana pagi memaksa ku untuk bangun dari ranjang ku dan segera melakukan apapun pekerjaan ku sebagai istri Bapak Putra Rudra. . .


Beberapa saat kemudian Putri pun turun dari tempat tidur nya lalu melangkah menuju kamar kecil untuk mandi, sementara Rudra masih tertidur lelap dan untuk beberapa saat Putri pun selesai mandi dan keluar dari sana. Kamudian tiba-tiba saja ia merasa pusing serta mual hingga ia kembali lagi kedalam kamar kecil


"uueekkkk....uueekkkk.......uuueekkkkk" suara muntah nya terdengar dari luar kamar kecil itu sehingga Rudra terbangun ia meraba di sekeliling nya namun tidak ada Putri di samping nya beberapa saat kemudian ia kembali mendengar suara Putri yang sedang muntah dari arah sama dengan cepat ia menemui nya. Ia melihat Putri sudah terduduk lemas di bawah lantai dengan hanya memakai handuk saja, Rudra sangat khawatir melihat keadaan Putri yang tiba-tiba saja mual seperti itu. Rudra pun mengangkat nya keluar dari sana dan membantu Putri untuk memakai pakaian nya setelah itu ia kembali menggendong nya untuk di bawa ke rumah sakit, Rudra pun meminta Bunga untuk segera membukakan nya pintu mobil yang sudah terparkir di depan rumah nya.


"Bunga, apa kau melihat ibu ku?" ucap nya sembari menutup pintu mobil.


"nyonya besar, sudah dari tadi berangkat ke rumah sakit Mas" balas nya.


"baiklah" lanjut nya, lalu segera pergi.


Sesampainya di rumah sakit, Putri pun langsung di tangani oleh Dr.Risma. ibu mertua nya sendiri dan setelah memeriksa keadaan Putri, lalu Risma kembali menemui Rudra dan memberitahu nya kalau Putri baik-baik saja.


"Bagaimana mungkin Bu?" ucap nya heran dengan apa yang di katakan oleh ibu nya sementara Putri merasa pusing dan mual yang tiada henti.


"menantu ku sedang hamil Rudra, usia kandungan nya sudah memasuki empat minggu" kata nya . Rudra sangat merasa bahagia sekali mendengar berita itu. Akhir nya ia pun menemui Putri yang masih terbaring di atas tempat tidur pada ruangan itu lalu memeluk serta mencium kening nya.


"terimakasih untuk hadiah yang kau berikan ini sayang, sungguh aku merasa senang sekali" ucap nya dengan mata yang Berkaca-kaca.


"maksud mu?" Putri bingung dengan sikap Rudra dan apa yang telah ia katakan.

__ADS_1


"kau hamil sayang" lanjut nya. Putri ikut senang mendengar nya lalu membalas pelukan suami nya itu.


kemudian mereka pun akan pulang dan berpamitan kepada ibu nya, dalam perjalanan hanya kebahagian yang terpancar dari wajar mereka, Rudra tidak bisa membayangkan bagaimana nanti ia akan menjadi ayah bagi anak-anak nya. Beberapa saat kemudian mereka pun Samapi di rumah nya, Rudra memberitahu berita itu pada Bunga dan memperingati nya agar bisa menemani dan menjaga Putri selama tidak ada ia atau pun Ibu nya di rumah.


"Baik lah Mas" ucap nya.


Kehamilan Putri Baru berusia empat minggu saja sudah membuat Rudra tidak bisa jauh dari Putri karena takut terjadi apa-apa pada istri nya, perhatian Rudra yang berlebihan kadang-kadang membuat Putri tidak nyaman dan apalagi saat hamil sekarang ia tidak suka dengan wangi tubuh Rudra yang menurut nya bau itu.


malam itu Putri sedang membaca majalah dewasa di atas tempat tidur nya, kemudian Rudra masuk ke dalam kamar lalu menghampiri nya.


"kau mau apa Rudra? jangan bercinta dulu, aku sedang hamil nanti aku bisa keguguran" ucapan Putri membuat Rudra tertawa lepas.


"kau ini ada-ada saja, aku hanya ingin memegang perut mu itu saja" kata Rudra mencubit hidung nya.


Putri pun tersenyum malu karena sudah salah paham terhadap Rudra. kemudian Rudra meminta Putri untuk menyimpan majalah nya dan segera tidur, namun Putri meminta Rudra untuk tidur di bawah lantai dengan beralaskan tikar.


"aku tidak suka bau badan mu, mengertilah" namun tidak saja Rudra tidak mau menuruti nya. tidak lama kemudian Putri pun berlari ke kamar kecil dan muntah-muntah di dalam sana.


"apa ini bawaan bayi yah" gumam Rudra, lalu Putri pun kembali ke tempat tidur nya.


"baik lah, aku kan tidur di bawah asal kau dan anak ku baik-baik saja" ucap nya mengalah.


"terima kasih suami ku" lanjut nya lalu mereka pun tidur.

__ADS_1


ke esokan hari nya Rudra pergi ke kantor, namun setelah sampai di kantor nya ia lupa membawa berkas yang ia kerjakan kemarin malam di ruang kerja nya. Ia pun menelpon Putri dan memberi tahu nya, lalu Putri pun berniat akan mengantarkan nya tetapi Rudra melarang nya karena ia tidak boleh berpergian sendirian,kecapean dan mengerjakan yang berat-berat.


"lalu siapa yang akan mengantarkan berkas nya" ucap nya.


"minta tolong saja pada Bunga" lanjut nya.


"tidak Rudra, selama beberapa bulan terakhir ini aku memperhatikan sikap nya terhadap mu dan ku pikir perkataan mu waktu itu benar kalau dia menyukai mu" sambung nya cemburu.


"tidak akan ku biar kan siapapun merebut ku dari mu, percayalah" sambung Rudra meyakinkan istri nya.


Lalu Putri menemui Bunga yang sedang menyiram tanaman di depan rumah kemudian meminta nya untuk mengantarkan berkas ke kantor saat itu juga. Bunga pun pergi ke dalam kamar nya untuk bersiap-siap setelah itu pergi mencari Taxii.


"kau kan bisa bawa mobil, bawa saja salah satu mobil yang ada di bagasi agar kamu bisa cepat sampai di sana" ucap Putri .


"baik mba" lanjut nya dengan senang hati.


Tidak lama kemudian Ia pun sampai di kantor dan terlihat Rudra sedang menunggu di depan kantor nya. Lalu Bunga menghampiri nya dan memberikan berkas itu kemudian Rudra meminta nya untuk segera pulang karena ia akan menghadiri meeting di kantor milik Galang, pada waktu itu juga.


Bunga pun kesal karena tidak bisa berlama-lama dengan Rudra padahal ia sudah dandan cantik hanya untuk bisa menarik perhatian Rudra.


Sesampai nya di rumah, Bunga pun langsung menuju dapur dan memasak untuk makan siang. Saat Putri menemui nya di sana, sebelum nya Bunga sudah merasakan kalau Putri datang menghampiri nya tetapi dengan sengaja Bunga menyenggol tangan Putri dan air panas yang di pegang nya itu tertumpah hingga terkena tangan nya.


"Aaaarrrrrggggghhhhtttt, ,panas!! cepat ambilkan obat untuk ku" ucap Putri merintih kesakitan, tidak lama kemudian Bunga pun pergi dan kembali dengan membawa obat nya.

__ADS_1


"saya tidak sengaja mba, saya mohon maaf " ucap nya sembari mengoleskan salep itu pada telapak tangan Putri.


"tidak apa-apa, aku salah karena tiba-tiba muncul lalu berdiri di samping mu" kata Putri. Lalu Bunga mengantar Putri untuk beristirahat ke kamar nya dan akan memanggil nya nanti ketika makan siang sudah siap.


__ADS_2