Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 27. Putri keluar dari rumah nya.


__ADS_3

Kini hari pun telah pagi, Rudra pun terbangun oleh suara alarm yang berbunyi di meja samping sofa nya, lalu dengan cepat ia mematikan nya karena takut Putri terbangun. Kemudian ia pun melangkah pergi untuk mandi, beberapa saat kemudian Putri pun terbangun dari tidur nya dan melihat di sekiling nya "seperti nya bukan kamar ku, lalu di mana aku?" gumam nya, ia pun memegang baju nya dan melihat kalau ia memakai baju lelaki dia semakin penasaran dimana ia berada sekarang karena seingat nya ia kemaren sore sedang berjalan menuju tempat kuburan orang tua nya. Tidak lama kemudian ia pun menangis kembali, Rudra yang sedang mandi tiba-tiba saja mendengar tangisan nya lalu ia buru-buru menyelesaikan mandi nya lalu keluar dengan memakai handuk saja. ia mendekati dan begitu terkejut nya Putri saat melihat Rudra mengenakkan handuk saja ia sempat berteriak untung saja di rumah Rudra tidak ada siapa-siapa yang mendengar nya.


"sedang apa kau di sini?" Putri bertanya kepada Rudra sambil melipatkan tangan nya ke dada nya.


" kau di rumah ku, kemarin aku menemukan mu saat kau pingsan di pinggir jalan lalu ku bawa ke rumah ku" jawab Rudra sembari mengambil pakaian nya di lemari.


" lalu siapa yang mengganti pakaian ku" kata nya lagi.


"menurut mu?" Rudra balik bertanya.


"tidak mungkin" lanjut Putri.


Dan setelah mengambil baju nya di lemari Rudra pun bersalin di kamar mandi, beberapa saat kemudian ia pun keluar dari sana dan menghampiri Putri kembali lalu ia membuka dinding jendela nya lebar-lebar dan duduk di tepi ranjang nya.


"kamu kenapa kemarin hujan-hujannan Put" tanya nya lagi lalu Putri menjawab nya dengan menangis, Rudra jadi bingung dengan sikap Putri ia pun memeluknya dan menenangkan Putri namun setelah puas menangis dalam pelukan Rudra. Putri pun menceritakan semua masalah nya pada Rudra dan ia ingin pergi ke pemakaman orang tua nya. Tetapi Rudra meminta nya untuk mandi terlebih dahulu lalu ia akan mengantarkan nya ke sana.


"aku akan mandi, tetapi tunggulah di sini aku takut" kata Putri memegang tangan Rudra.


" jangan khawatir" lanjut nya.


Setelah selesai mandi dan bersalin Putri pun keluar dari kamar mandi lalu mereka pun pergi ke pemakaman, sesampai nya di sana ia menemukan kuburan orang tua nya lalu menangis sambil membersihkan nya. Setelah beberapa saat kemudian mereka pun pulang, dalam perjalanan Putri memberitahu Rudra untuk tidak ke rumahnya dulu karena hati nya masih sangat kacau, namun Rudra menyarankan nya untuk tidak lari dari masalah yang ia hadapi, Putri pun mengerti dengan apa yang di katakan Rudra. Sesampainya di rumah, Rudra menemani Putri masuk ke dalam rumah nya dan ia mengetuk pintu nya tidak lama kemudian Pintu nya di buka oleh Zahra dan ia mempersilahkan mereka masuk. Saat di dalam rumah, Zahra pun memarahi Putri karena ia tidak pulang semalam dan membuat mereka semua khawatir.

__ADS_1


"aku bukan anak mu kan bu? lalu kenapa hari ini kau bilang mengkhawatirkan ku, bukankah selama ini kau hanya perduli sama kak Ratu" kata Putri.


" aku perduli karena dia anak ku dan kau hanya anak pungut" lanjut nya dengan nada tinggi lalu ia menampar Putri namun dengan cepat Rudra menggeser Putri sehingga ia lah yang merasakan tamparan dari Zahra.


"dia memang bukan anak mu, tetapi setidak nya hargailah dia yang selalu menyayangi mu selama ini apa kesalahan nya" kata Rudra sedikit membentak.


"siapa diri mu berani membentak ku seperti itu" lanjut Zahra.


" aku bukan siapapun bagi nya dan kini diri mu juga bukan siapa-siapa lagi bagi nya " sambung Rudra.


Tidak lama kemudian Jalal pun pulang ke rumah dan melihat Putri di sana, Putri mendekati lalu memeluk ayah nya ia mengucapkan Terimakasih karena telah merawat nya selama ini sekaligus ia meminta ijin untuk pergi dari rumah mereka karena ia sadar ia bukan bagian dari keluarga itu lagi. Sebenar nya Jalal tidak rela melepaskan Putri namun ia juga tidak ingin terus menahan Putri untuk tinggal bersama nya sementara Zahra tidak pernah bisa menerima nya lalu ia pun mengijinkan Putri untuk pergi.


"bukan kesalahan mu ayah" lanjut nya, lalu ia pun masuk ke dalam kamar nya dan mengemasi barang-barang nya lalu ia menulis surat untuk Dewi adik kesayangan nya.


Teruntuk Dewi.


kakak minta maaf jika selama ini kakak belum bisa jadi kakak yang terbaik, sekarang kakak baru tau kalau kakak bukan anak kandung dari ayah dan ibu, tetapi meskipun begitu kau tetap adik ku jaga diri mu baik-baik.


"PUTRI"


Setelah selesai menulis surat Putri pun menyimpan nya di atas meja belajar Dewi lalu keluar dari kamar nya dengan membawa koper yang berisikan barang-barang nya. Kemudian Putri pamit kepada mereka lalu pergi, tiap langkah nya ia mengingat semua kenangan bersama keluarga nya membuat ia terus saja menangis dan menoleh ke belakang memandang wajah ayah nya. setelah itu ia pun masuk kedalam mobil Rudra dan memulai perjalanan nya, dalam perjalanan Rudra meminta nya untuk tinggal di salah satu Hotel milik nya saja namun Putri menolak karena ia tidak ingin berhutang budi pada Rudra. lalu Rudra pun memahami nya dan melanjutkan perjalanan nya sembari mencari kontrakan buat Putri, beberapa saat kemudian mereka pun menemukan nya lalu Putri turun menemui pemilik rumah dan setelah bertemu lalu membayar nya ia pun di beri kunci oleh pemilik kontrakan tersebut. Kemudian ia mengambil kunci nya dan langsung membuka rumah nya, ia merapikan barang-barang nya dan Rudra pun ikut membantu nya.

__ADS_1


"biar aku saja, kau tidak usah repot-repot membantu ku" kata Putri melarangnya.


"sudah diam jangan banyak bicara" sahut nya kasar.


" kau ini tidak pernah berkata lembut pada siapapun, buat ku kesal saja" ujar nya.


" mmmmmmmm,, maaf mungkin aku terbiasa seperti ini" lanjut nya.


"apa? mungkin kata mu?" kata Putri sembari menghembuskan nafas panjang nya.


" tidak-tidak, maksudku aku memang terbiasa berbicara dengan nada tinggi seperti ini dan terdengar sangat kasar seperti membentak tapi sebenar nya tidak begitu" jelas nya. sementara Putri melanjutkan beres-beres rumah nya. Kini hari pun telah sore dan Rudra pun pamit untuk pulang dan menyarankan Putri untuk menghubungi nya jika ia butuh apa-apa, lalu Putri pun mengucap terimakasih pada Rudra karena sudah banyak menolong nya. setelah Rudra pulang, tidak lama kemudian ponsel Putri pun berbunyi dan ketika melihat ponsel nya ia sangat terkejut menerima panggilan dari teman lama nya Desta, dengan cepat ia mengangkat telepon nya.


" Hallo... Des, bagaimana kabar mu kenapa baru sekarang menghubungi ku, kamu kemana saja?" kata nya begitu gembira karena setelah sekian lama mereka tidak bertemu lagi.


"ia aku baik, aku sekolah kedokteran di luar negeri, ngomong-ngomong Rasti satu kampus dengan mu yah" kata Desta.


Lalu Putri pun berkata iya dan menceritakan masalah nya dengan Rasti namun Desta pun tidak heran akan hal itu karena memang dari dulu ia tahu bahwa Rasti tidak pernah menganggap Putri teman nya setelah Rijal meninggal dan Putri terkejut saat tahu Rijal sudah meninggal.


" Rijal meninggal bukan karena aku kan? lalu kenapa Rasti marah pada ku" kata nya.


"karena sebenar nya Rijal mencintai mu bukan Rasti dan bahkan saat detik-detik sebelum ia meninggal, ia ingin bertemu dengan mu lalu Rasti menelpon mu beberapa kali saat itu namun kau tidak mengangkat nya." jelas Desta. Dan kini Putri mengerti kenapa Rasti berubah dan sangat membenci diri nya.

__ADS_1


__ADS_2