Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 30. Rudra dan Putri akan menikah.


__ADS_3

Pada ke esokkan hari nya Putri datang ke rumah Rudra dan meminta untuk menemani nya pergi ke rumah Mawar, kebetulan sekali saat itu Rudra sedang tidak ada kesibukan lalu ia pun mengantar Putri ke sana. Sesampai nya di rumah Mawar ia pun langsung mengetuk pintu nya lalu di buka oleh pembantu rumah nya. Kemudian pembantu tersebut menyuruh mereka untuk masuk dan duduk di ruangan tengah sementara ia memanggil Mawar yang sedang berada di ruang kerja nya.


"maaf Non! ada dua orang anak muda yang mencari Non" kata pembantu nya yang bernama Inah. Lalu Mawar pun menghentikan pekerjaan nya dan menemui mereka, Mawar sangat terkejut dan kelihatan senang sekali karena Putri mau datang ke rumah nya. Ketika melihat Mawar menghampiri nya, ia tidak kuasa menahan air mata bahagia nya karena masih memiliki seorang kakak kandung lalu Putri pun berlari dan memeluk nya dengan sangat erat. Ia meminta maaf atas sikap nya kemarin dan sudah tidak percaya dengan semua perkataan nya tentang Galang.


"aku salah kak, ku harap kau memaafkan ku" kata Putri yang belum juga melepaskan pelukan nya itu.


"tentu saja, karena kau Nayla ku" kata Mawar. Lalu ia bertanya kepada Putri dimana tempat tinggal nya sekarang dan ia memberitahu Mawar kalau ia tinggal di kontrakan. Mawar pun tidak tega melihat adik satu-satu nya harus tinggal di kontrakan ia pun mengajak Putri untuk tinggal bersama nya dan memulai hidup baru. Putri menceritakan semua kebohongan Galang terhadap nya dan ia begitu sakit hati, mendengar itu Mawar sangat marah sebab ia sudah sering kali mengingatkan Galang untuk tidak menyakiti adik nya.


"Nayla, hari ini juga kau harus tinggal bersama kakak dan bi Inah pembantu kita yang pernah merawat mu juga" kata Mawar.


"sekarang nama ku Putri kak! bukan Nayla. nama Putri itu di berikan oleh ayah angkat ku, hanya nama itu kenangan dari nya, ku mohon mengertilah" kata Putri.

__ADS_1


"baiklah sayang" lanjut nya.


Tidak lama kemudian ponsel Putri pun berbunyi, ia mendapat telepon dari Dewi lalu memberitahu nya kalau Jalal sakit dan sedang membawa nya ke rumah sakit . Putri pun merasa khawatir terhadap nya ia pun mengajak Rudra untuk menemani nya dan Mawar juga ikut bersama mereka. Sesampai nya di rumah sakit Putri berlari dan mencari ruangan ayah nya, setelah beberapa saat kemudian ia pun menemukan Zahra dan Dewi yang sedang menunggu di luar ruangan.


"ayah sakit apa bu"? kata Putri.


"dia bukan ayah mu kan! lalu apa peduli mu" kata Zahra melotot, melihat adik nya di perlakukan seperti itu membuat Mawar tidak mau tinggal diam, ia pun balik memarahi nya.


"tenang saja Bu! Putri tidak akan pernah mengganggu Kehidupan kalian lagi atau sampai merebut Galang dari nya karena besok Putri akan menikah dengan ku dan hari ini juga kau akan menerima undangan nya" kata Rudra. Putri tidak sempat melihat ayah nya karena Zahra lebih dulu mengusir mereka, Dewi memanggil nya namun Zahra menahan nya. Lalu Rudra memegang tangan Putri dan membawa nya keluar dari rumah sakit. Sesampai nya di mobil Putri pun meminta penjelasan terkait dengan perkataan nya tadi lalu Rudra pun memberikan penjelasan kalau ia tidak menemukan solusi untuk masalah Putri kecuali hanya itu satu-satu nya cara agar ia tidak di salah kan lagi.


"bagaimana mungkin kita bisa menikah Rudra sedangkan kita tidak saling mencintai?" kata Putri tanpa sadar air mata nya telah jatuh membasahi pipi nya.

__ADS_1


"kau tenang saja ini hanya pernikahan sementara, aku berjanji akan menalak mu ketika Ratu dan Galang menikah nanti" kata Rudra sembari mengusap air mata Putri dan Mawar menjadi saksi dari perjanjian mereka kalau Rudra tidak akan pernah menyentuh nya selama mereka dalam status pernikahan dan Rudra berjanji akan tidur beda kamar dengan Putri. Setelah perbincangan itu mereka pun menuju tempat kontrakan nya Putri untuk mengemasi barang-barang nya yang akan di pindahkan ke rumah Mawar. Dan tidak lama kemudian, semuanya beres dan mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumah Mawar, dalam perjalanan mereka! Putri mengirim pesan singkat pada Dewi.


"kakak nitip salam pada ayah, tolong jaga dia! aku percaya pada mu jika butuh apa-apa jangan lupa untuk mengabari ku" kata nya.


Tidak lama kemudian Mawar meminta Putri untuk keluar dari perusahaan Galang dan ia juga akan membuat surat pengunduran diri karena pikirnya sudah tidak ada guna nya lagi berkerja untuk nya. Karena salah satu penyemangat hidup nya kini telah kembali maka sebab itu ia siap menerima semua harta peninggalan orang tua nya yang di titipkan pada pengecara nya selama ini termasuk beberapa perusahaan, hotel , Villa dan yang lain nya. Putri tidak menyangka kalau orang tua kandung nya tidak kalah mewah nya dengan kehidupan Jalal dulu.


satu jam kemudian mereka pun sampai pada rumah Mawar. mawar pun turun dari mobil nya sementara Rudra dan Putri lanjut ke tempat percetakan undangan. Saat tiba di sana mereka memilih undangan yang paling bagus yang ada di tempat itu lalu sekalian bertemu dengan orang yang akan menyusun dekorasi pernikahan mereka. Rudra merancang nya dengan sebagus dan semegah mungkin sehingga ini akan benar-benar menjadi momen nya yang indah bersama Putri meskipun menurut mereka pernikahan ini adalah rekayasa namun pada kenyataan nya mereka melakukan nya dengan ajaran Islam. Setelah semua nya selesai di urus, Rudra pun kembali mengantar Putri Pulang sementara ia menelpon seseorang untuk menyuruh nya mengambil hasil undangan nya nanti, lalu harus di bagikan hari ini juga. Agar besok semua tamu undangan nya dapat menghadiri pernikahan mereka.


Sementara di Rumah sakit Jalal tidak megalami sakit yang serius ia hanya kecapean dan terlalu banyak pikiran sehingga ia di ijinkan untuk pulang dan di rawat jalan saja. Zahra dan Dewi lega setelah mendengar ucapan Dokter. Lalu mereka pun pulang ke rumah nya, namun sesampai nya di rumah mereka menemukan sebuah undangan yang terselip di bawah kolong pintu. Zahra mengambil lalu membaca nya, ia terkejut sertelah melihat undangan bertuliskan nama Putri & Rudra . Jalal sangat senang sekali karena anak kesayangan nya akan segera menikah.


Di tempat lain Galang dan keluarga nya pun mendapat kan undangan yang sama, Galang tidak bisa menerima kenyataan ini ia pun memilih pergi ke diskotik untuk menenangkan Pikiran nya. Namun Rudra dan Putri setuju untuk tidak membagikan undangan nya kepada teman-teman kampus nya karena Rudra takut Putri akan di ejek oleh mereka kalau ia menikah muda.

__ADS_1


__ADS_2