
saat Rudra melangkah menuju dapur Rasti pun melihatnya kemudian ia menghampiri Rudra, Rasti pun bertanya kepada Rudra ...
"apakah kau ingin makan?"ucapnya.
" ya aku akan makan.. memangnya kamu belum makan?" lanjut Rudra .
"sudah, tapi aku akan menyiapkan mu makanan" kata nya mencoba mencuri perhatian Rudra. Tetapi Rudra menolaknya karena iya masih merasa tidak nyaman setiap kali berada didekat Rasti, Rasti pun sangat kesal karena Rudra selalu bersikap dingin terhadapnya..
" sebenarnya apa salahku padanya?" gumam nya. Lalu ia pun pergi meninggalkan Rudra dan ia pun melanjutkan langkahnya menuju meja makan. Beberapa saat kemudian Risma pun kembali ke rumahnya setelah bekerja seharian di rumah sakit dia pun menyapa Rudra yang sedang makan di sana kemudian Rudra memintanya untuk makan malam bersama namun Risma memilih untuk mandi terlebih dahulu karena badannya sudah terasa lengket oleh keringat.
" kau makan saja dulu nanti ibu nyusul" ucap Risma sembari berjalan menuju ke kamarnya, sementara Rudra hampir menyelesaikan makannya tidak lama kemudian setelah Rudra selesai makan tiba-tiba saja Putri keluar dari kamarnya nya dan menemuinya di dapur, Rudra melihat putri dan langsung saja menyapanya..
__ADS_1
" sayang,, kupikir kau sudah tidur apakah kau ingin makan?" ucapnya.
"tidak Rudra ,,Aku hanya ingin minum Aku merasa sangat haus sekali Apa kau sudah selesai makan?" ia kembali bertanya dan Rudra pun menganggukkan kepalanya sambil mengambil air minum yang akan diberikannya kepada Putri tidak lama kemudian Rudra pun mengajak Putri untuk kembali beristirahat ke kamarnya karena ia jga merasa lelah sementara besok ia harus kembali bekerja seperti biasa dan sorenya sepulang dari kantor ia akan pergi ke kantor milik Mawar dan berniat akan mengajak Putri kesana. Sesampainya mereka di dalam kamar Rudra pun membantu Putri membaringkan badannya di ranjang lalu menyelimutinya kemudian Ia pun ikut membaringkan badannya disamping Putri.
keesokan harinya Putri pun terbangun dari tidurnya ia meraba tempat yang ada di sebelahnya dan ia merasa Rudra sudah tidak ada di sana terdengar suara guyuran air di dalam kamar mandi, ternyata Rudra nya sedang mandi dan tidak lama kemudian Ia pun keluar dari sana dengan memakai handuk saja sementara Putri berpura-pura masih tertidur pada saat ingin mengambil cd-nya di dalam lemari tiba-tiba saja handuknya melorot dan dengan cepat ia menaikinya kembali karena takut Putri melihatnya namun saat itu Putri tersenyum nakal ia berkata "aku sudah melihatnya" ucapnya.
"rupanya kau sudah terbangun ku pikir kau masih tidur, pagi-pagi begini kau sudah jail saja" kata Rudra sambil mencubit pipi istrinya itu. Beberapa saat kemudian Rudra pun selesai memakai pakaiannya dan Putri membantunya memakaikan dasi dan kemeja nya, Rudra pun bersiap-siap akan pergi ke kantor namun Putri memintanya untuk sarapan terlebih dahulu agar ia bisa bekerja dengan baik. kemudian Rudra pun setuju lalu mereka berdua keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang dapur, disana terlihat Rasti sedang menyiapkan makanan Ia pun melihat Rudra dan Putri sedang mengarah ke sana , langsung saja Rasti meminta mereka untuk sarapan bersama,,namun Rudra menolak karena ia ingin makan masakan Putri pagi itu tetapi Putri mengatakan padanya "tidak apa-apa sayang, nanti sore akan ku masakin makanan favorit mu dan kau bisa makan sepuasnya nanti" ucap nya merayu.
"tidak apa-apa sayang masaknya lain kali saja, karena sepulang dari kantor aku berencana akan pergi ke kantor nya Kak Mawar dan akan ku jemput kau pulang kerja nanti" ucap nya.
tidak lama kemudian Risma pun keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi karena akan pergi ke rumah sakit , Rudra pun memintanya untuk sarapan bersama ..beberapa saat kemudian setelah sarapan selesai Rudra dan Risma pun berangkat bekerja sementara Rasti membereskan meja makan dan Putri mengantar mereka sampai ke pintu depan.
__ADS_1
tidak lama kemudian Putri pun kembali ke kamarnya untuk membereskan tempat tidurnya nya, karena tadi ia belum sempat merapikannya.. saat Putri akan merapikan bantal ia pun menemukan sebuah buku diary yang disembunyikan oleh Rudra tadi malam dan di sampul buku itu tertulis Rasti Diary, Putri mengambil buku itu lalu membukanya ia membaca isi diary itu tiap lembarnya dan untuk sekejap Putri mengetahui semua kebohongan Rasti. Putri merasa sangat marah saat ia tahu bahwa Rasti tega membunuh ayahnya sendiri demi untuk bisa masuk ke dalam kehidupan Rudra dan tinggal bersama mereka ..Putri benar-benar tidak menyangka Rasti bisa menggunakan kepercayaan Risma demi meluruskan kan niatnya itu, cintanya kepada Rudra sudah membuatnya buta, tetapi Putri merasa sangat heran mengapa buku diary itu bisa ada di dalam kamarnya dan berada di bawah bantal Rudra ..
" apakah Rudra sudah mengetahui semua ini?"gumamnya. kini Putri merasa sangat bersalah sekali terhadap bunga karena ia sudah terlanjur mencurigainya bahkan menamparnya saat itu ia menyesal karena tidak mau mendengarkan penjelasan Bunga, sekarang Putri sudah tau kalau Rasti lah yang bersalah dan ia sadar kalau memang dari dulu Rasti sangat membencinya, tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ternyata itu Rasti yang berniat ingin mengajaknya ke pasar untuk membeli perlengkapan dapur, kemudian Putri keluar dari kamarnya dan bertanya kepada Rasti.,
" Apa kau hari ini tidak pergi ke kampus Ras?" kata nya.
"tidak,, aku tidak ada mata kuliah hari ini" lanjut nya. sementara Putri menahan emosinya saat itu ia takut tidak bisa mengontrol amarahnya sehingga akan membuat Rasti merasa sangat menyesal karena telah berani membuat nya keguguran. Tetapi ia harus sabar sampai menunggu Rudra pulang ke rumah, karena ia perlu bicara terlebih dahulu dengan Rudra sebelum melakukan tindakan. tetapi di sisi lain Putri sangat bingung bagaimana memberi tahu kepada Risma tentang semua itu, ia tidak tahu apakah Risma akan percaya terhadapnya atau malah lebih mempercayai Rasti sebagai anak tirinya .. sebenarnya Rasti mengajak Putri pergi ke pasar itu bukan untuk membeli keperluan dapur atau yang lainnya tetapi iya telah menyusun rencana kalau ia akan mencelakai Putri di sana entah apa yang ia akan lakukan kepadanya nanti...tidak lama kemudian mereka pun pergi ke pasar dengan memakai salah satu mobil yang ada di garasinya.
sesampainya di pasar saat Putri hendak turun dari mobilnya tiba-tiba saja suara ponsel dari dalam tasnya itu berdering nada panggilan setelah ia melihatnya ternyata Ratu yang meneleponnya tidak lama kemudian Putri mengangkat panggilan itu sambil turun dari mobil dan akan menyebrang jalanan.
"hallo!! Kak Ratu apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu, kapan kak Ratu dan yang lain nya main ke rumahku lagi?" kata nya
__ADS_1
"iya Put , minggu depan aku dan yang lainnya berkunjung ke rumahmu nanti akan ku bawakan makanan kesukaanmu" ucap nya.
mendengar itu Putri merasa sangat senang sekali sehingga ia tidak sadar kalau saat itu sedang ada mobil yang melaju sangat cepat ke arahnya tiba-tiba saja terdengar suara dari jauh "Mbak Putriiiiiii awaaaaaaaaas" seseorang itu berlari dan mendorong Putri di pinggir jalan sampai mereka berdua terjatuh dan ponsel milik Putri terlentang jauh dari sana. sementara Rasti berlari menghampiri mereka dari seberang sana seolah ikut khawatir dengan kondisi Putri namun Putri yang sudah tahu semua kejahatannya malah merasa kalau kejadian itu adalah rencana dari Rasti.