Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 67. Rasti mendorong Putri ke dalam jurang.


__ADS_3

Hari pun menjelang sore saat itu Bunga pergi ke kantor untuk menemui Fian di sana karena ponselnya masih saja tidak bisa di hubungi, namun ia pun mengerti karena hari ini ia akan meeting dengan klien nya dan ia terbiasa mematikan ponsel nya sampai meeting pun selesai. Sesampainya ia di sana dengan cepat ia pergi ke ruangan Fian dan kebetulan sekali saat itu Fian sudah selesai Meeting lalu melihat Bungan yang sedang mengarah ke ruang kerjanya ia pun memanggilnya dan bertanya kenapa ia sampai ke kantor .


"Putri di culik Mas,, kau harus membantu Rudra untuk mencari Putri, aku rasa semua ini adalah rencana jahatnya Rasti Mas" ucapnya.


"baiklah, tetapi sebaiknya kau pulang saja aku tidak ingin kau kenapa-napa..biar aku dan Rudra mencarinya" lanjut Fian dan Bunga pun menurutinya.


Dalam perjalanan Rudra mencoba menelpon Putri berharap ia membawa ponselnya dan akan menjawab teleponnya, namun seperti biasa Putri mematikan nada dering ponsel nya sehingga ia tidak tau kalau saat itu Rudra menelponnya. Lalu Rudra pun mencoba melacak keberadaan Putri lewat ponselnya yang sudah di pasang otomatis di ponsel mereka. Setelah itu ia pun menemukan tempat dimana Putri di bawa oleh orang-orang suruhan Rasti itu.


Sementara itu Putri pun telah sampai pada tempat dimana Rasti meminta mereka untuk membawanya ke sana, di sebuah rumah kosong yang terletak di pinggir jurang yang sangat dalam dan tempat nya sangat jauh hingga keluar dari kota Jakarta. Putri pun di bawa masuk kedalam rumah yang gelap itu, Rasti sangat tau kalau Putri akan kesuliatan bernafas saat gelap oleh karena itu ia tidak menyalakan lampunya tangan serta kaki nya pun terikat saat itu tetapi mereka tidak menyadari kalau Putri menaruh ponselnya ke dalam kantong celana jins yang di pakainya. Untuk sesaat Putri melihat sosok perempuan yang masuk kedalam ruangan itu namun tidak terlihat wajahnya karena gelap serta nafasnya yang mulai susah diatur lalu iapun terpingsan lalu Rasti pun menyalakan lampu nya.


"biarkan saja dia pingsan dan beristirahat malam ini karena besok ia sudah tidak bisa melihat dunia ini lagi" ucapnya sambil menetertawakan keadaan Putri sekarang.


"baik bos" lanjut dua orang suruhan nya itu dan dua orang lagi berjaga-jaga di depan rumah kosong itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Putri pun tersadar dari pingsannya dan melihat jelas wajah Rasti yang sedang berdiri di hadapannya. Putri benar-benar muak dengan perlakuan Rasti selama ini namun saat itu ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak lama kemudian Rudra pun sampai di sana, namun ia tidak bisa langsung masuk ke dalam rumah itu karena ada dua penjaga di luar sana, kebetulan sekali Fian juga sampai di tempat itu dan mereka pun membagi tugas untuk mengalihkan perhatian mereka. Setelah berhasil dengan rencana mereka, dengan cepat Rudra masuk ke dalam sana namun karena terburu-buru ia pun terkena serangan dari ke dua orang suruhan Rasti, ketika ia mendengar suara keributan dari luar Rasti pun bergerak cepat membawa Putri keluar dari ruangan itu lewat pintu belakang tetapi Rudra berhasil mengejar mereka.


"lepaskan dia atau kau akan menyesal" ucap Rudra mengancam namun tidak sedikit pun membuat Rasti takut.


"aku tidak akan pernah melepaskannya Rudra, jika aku tidak bisa memiliki mu maka Putri pun tidak pantas untuk bahagia ahhahahaahahah" lanjut nya yang membuat Rudra sangat marah dengan ocehannya itu Rudra mencoba mendekat ke arah mereka namun saat itu Rasti mengingatkannya agar menjauh dari sana tetapi ia tidak mau mendengarkannya akhirnya Rasti mendorong Putri sehingga ia terjatuh ke dalam jurang yang sangat dalam itu lalu ia pun pergi meninggalkan Rudra sendiri namun tanpa mereka sadari bahwa kejadian itu sudah di rekam oleh Fian yang masih berada di sekitar tempat itu.


"Putriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii" Rudra berteriak histeris dan Fian pun menghampirinya.


"kita harus turun ke bawah jurang itu Rudra, kita harus cepat mencarinya, kau harus kuat" ucap Fian lalu mereka pun mulai mencarinya sementara hari sudah mulai terang karena pagi menjemput sang fajar dan cukup melelahkan bagi mereka karena tidak tidur dari semalam. Sudah beberapa jam Rudra dan Fian mencari keberadaan Putri namun belum juga menemukannya, Ponsel Rudra pun berbunyi rupanya Risma yang menelponnya.


"Ibu, kemarin Putri di culik oleh Rasti dan semalam ia mendorong Putri hingga terjatuh ke dalam jurang Bu, saat ini aku masih mencarinya" ucap Rudra membuat Risma khawatir dan kaget mendengarnya. Tidak lama kemudian Rudra pun menutup teleponnya dan kembali mencari Putri rasa lapar dan lelah pun sudah tidak di rasakan lagi olehnya. Setelah beberapa lama kemudian, mereka pun menemukan Putri yang tergeletak disana kepalanya berdarah karena terbentur batu serta memar di bagain tubuh yang lain. Rudra meminta tolong kepada Fian untuk membantunya menggotong Putri, setelah berjalan cukup jauh dari sana akhirx mereka menemukan jalan raya dan Rudra pun menghubungi ambulance untuk menjemput mereka.


Sesampainya di rumah sakit, Putri langsung di tangani oleh seorang dokter dan beberapa saat kemudian dokter pun memberitahu Rudra bahwa untuk sementara ini Putri sedang kehilangan penglihatannya akibat benturan keras di kepalanya sehingga terpengaruh pada saraf mata, Rudra merasa sangat sedih mendengar kabar itu lalu ia pun mengajukan permohonan agar dapat segera di operasi tetapi dokter mengatakan bahwa opersi bisa di lakukan kalau sudah ada cangkok mata untuknya.

__ADS_1


" ambil saja mata ku Dokter, biar aku saja yang buta jangan dia" ucapnya yang tidak bisa mengontrol emosinya.


" maaf pak, kami tidak bisa melakukannya, bukan soal bayaran tapi ini bukanlah solusi.." lanjut Dokter lalu pergi.


" bagaimana cara nya aku bisa memberitahunya pada Putri,,aku tidak tega" gumamnya.


" sabar Rudra" ucap Fian sambil menepuk pelan pundaknya.


Hari pun sudah mulai gelap, Rudra duduk termenung seorang diri di depan ruangan Putri lalu Fian yang baru saja membelikan makanan untuk Rudra datang dan menghampirinya.


"makanlah dulu sepupu ku, dari kemarin kau belum makan jika kau sakit siapa yang akan menjaga Putri" ucap Fian yang kini duduk di sampingnya.


"aku tidak lapar Fian, kau saja yang makan...aku sedang memikirkan bagaimana caranya aku bisa membawa Rasti ke jalur hukum sementara kita tidak mempunyai bukti apa-apa" lanjutnya.

__ADS_1


"kita pasti akan mengurus kasus ini ke jalur hukum, pada malam saat Rasti mendorong Putri ke dalam jurang aku sempat merekam nya dan itu bisa kita jadikan bukti kuat agar Rasti bisa di anggap bersalah" lanjut Fian dan Rudra sangat senang mendengarnya.


__ADS_2