Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 15. Putri anak angkat.


__ADS_3

Hari ke dua Putri bekerja, siang itu tepat pada jam istirahat Mawar meminta Putri untuk ke ruangan nya. Lalu putri pun langsung menghadap nya sembari jalan ia memikirkan kenapa Mawar memanggilnya "apa aku bikin kesalahan?" katanya dalam hati. Sesampainya di ruangan, ia mengetuk pintu lalu masuk dan Mawar mempersilahkannya untuk duduk dan langsung saja Mawar meminta Putri untuk makan siang bersamanya. Putri sempat menolak karena rasanya tidak pantas kalau ia harus makan siang dengan atasannya sementara ia baru saja dua hari bekerja tetapi Mawar memberitahu Putri kalau ia ingin membicarakan sesuatu dengan nya, kemudian Putri pun tidak bisa lagi menolak ajakannya dan menerima ajakannya.


Lalu mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju kantin di kantornya, sesampainya di kantin Mawar meminta Putri untuk memesan makanan apa yang ia mau lalu Putri berkata "terserah ibu saja" . Tak lama kemudian makanan yang di pesannya pun datang dan mereka mulai makan sambil mengobrol.


"Maaf Put! kamu kan baru tamat SMA, kenapa langsung bekerja? kenapa tidak melanjutkan pendidikan mu?" tanya Mawar tidak enak hati.


"Saya sebenarnya mau kuliah bu! tapi keadaan saya tidak memungkinkan, saya harus membantu keluarga saya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hati" sambungnya.


Mawar meminta maaf kepada Putri karena telah lancang menanyakan itu, Putri berkata "tidak apa-apa bu". kini Mawar mulai mendekati Putri perlahan ia menunjukan simpatiknya kepada Putri seperti ingin menawarkan persahabatan yang tidak terlihat. Putri menerima baik sikap Mawar terhadap nya, entah mengapa menurutnya Mawar itu sangat dekat sekali dengannya setiap kali ia melihat Mawar, jiwa Putri terasa tenang seperti ada ikatan kuat di antara mereka dan Setelah makan siang selesai, mereka pun kembali bekerja.


sementara Ratu yang masih melanjutkan kuliahnya terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Sesampai nya di Kampus ia langsung menuju ruang kelas nya dan di beritahukan hari itu mereka akan kedatangan Dosen baru . Ratu merasa tidak parcaya kalau Dosen baru nya itu adalah Gilang, "Bagaimana mungkin baru kemaren ia jadi Guru SMA lalu sekarang menjadi Dosen" gumamnya bingung.


setelah jam istirahat dengan cepat Ratu membereskan buku-bukunya kemudian ia menghampiri Gilang dengan rasa percaya diri lalu menyapa dirinya.

__ADS_1


"Hay Mas Gilang, aku masih belum percaya kalau Dosen baru ku itu Mas Gilang" katanya dengan salah tingkah.


"maaf! saya bukan Mas kamu, saya Dosen kamu dan saya harap kamu tau sopan santun saat berbicara dengan Saya, panggil saya Pak Gilang bukan Mas mengerti?" ketegasan Gilang membuat Ratu bingung ia baru tahu kalau yang di katakan Putri selama ini benar ia sangat galak.


Padahal baru hari pertama mengajar keadaan langsung membuatnya kesal " dasar tidak waras" kata Gilang menggelengkan kepalanya. sepulang dari kampus Gilang langsug menemui Galang yang sedang bekerja di ruang kerja nya dan langsung menanyakan tentang keanehan Siswa nya tadi siang.


"Galang! selama aku koma apa kamu yang sudah menggantikan diri ku, sehingga tadi siang ada orang yang seperti nya ia sudah lama mengenal ku nama nya Ratu ia siswa di kelas ku" katanya.


"Ya! aku menggantikan diri mu tetapi aku hanya ingin menolong mu sungguh tidak ada maksud apa-apa" lanjut Galang.


Galang terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi ,lalu Gilang pun pergi meninggalkan nya. Galang sangat merasa bersalah ia bingung harus memulai cerita nya dari mana? namun ia memutuskan untuk menceritakan semuanya besok termasuk perasaan nya terhadap Putri dan tentang Ratu yang menyukai dirinya.


sementara di rumah keluarga Jalal, terlihat Ratu sedang berdiri di dekat jendela sambil memandang langit dan memikirkan perubahan pada Gilang . Karena sebelumnya ia pernah melihat Galang yang di pikirnya Gilang itu mempunyai tailalat kecil pada ujung mata nya sebelah kiri sedangkan ia tidak melihat tanda itu pada Gilang yang asli. "Apa mungkin tanda itu bisa di hilangkan yah??" gumamnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Putri keluar dari kamarnya dan perlahan mendekati Ratu yang sedang melamun lalu Ratu pun di kagetkan oleh Putri yang sedang berdiri memperhatikannya.


"kak Ratu sedang memikirkan apa? ini sudah malam kak, ayo kita tidur " ajak Putri sembari memegang tangannya.


Ratu tidak menceritakan apapun kepada Putri karena ia tidak ingin Putri tahu bahwa Guru SMA nya dulu kini telah menjadi Dosen nya. mereka pun masuk ke dalam kamar untuk tidur karena hari sudah larut malam.


Pagi nya terlihat Jalal dan Zahra sedang duduk di teras rumah berduaan sambil minum teh hangat dan menghirup udara segar. Tidak lama kemudian Putri keluar dari dalam rumah dan berpamitan kepada ayah dan ibunya "aku kerja dulu yah ayah,bu!" katanya sembari mencium ujung tangan mereka, setelah beberapa menit Putri pergi, Ratu pun keluar dari dalam rumah.


"kamu tidak pergi melamar kerja Ratu? kamu kakak tertua harusnya kamu yang cari duit untuk kebutuhan keluarga dan menyekolahkan adik-adikmu bukan malah sebaliknya" ujar nya.


"Ayah kenapa sih ? Putri saja yang di bela kenapa ayah tidak pernah membela anak kandung ayah sendiri ? Putri itu bukan siapa-siapa kita, ingat itu!!" Bantah Zahra sampai tidak sadar mengungkapkan kebenaran yang ia pendam selama ini bersama suami nya. Ratu yang mendengarnya pun langsung meminta penjelasan kepada kedua orang tuanya lalu mereka pu menceritakan kejadian yang sebenarnya kalau mereka harus merawat Putri untuk menebus kesalahan mereka saat itu.


Jalal meminta Ratu untuk menjaga rahasianya sebab Jalal tidak ingin membuat perasaan Putri hancur dan akhirnya dia benar-benar merasa sendiri, namun obrolan mereka juga di dengar oleh Dewi yang hendak ingin pergi ke sekolah. Dewi terdiam dengan pandangan kosong seolah hati nya ikut hancur mendengarkan pernyataan itu, tanpa sadar air matanya menetes pada pipi nya "kasihan sekali kak Putri" katanya dalam hati.

__ADS_1


"Ya! itulah alasannya kenapa Ibu tidak bersikap adil terhadap kalian karena setiap kali Ibu melihat Putri, Ibu selalu terbayang akan kejadian di malam itu" kata Zahra menangis. Mereka yang baru sadar kalau Dewi mendengarkan pembicaraan mereka langsung meminta hal yang sama seperti Ratu yaitu tetap menjaga rahasianya agar Zahra tidak masuk penjara dan menjaga perasaan Putri.


Tidak ada kesedihan yang terlihat pada wajah Ratu malah ia tersenyum dan terlihat sangat senang "Baguslah Putri bukan adik kandung ku, jadi kapanpun aku bisa mengusirnya dari rumah ini dan mendekati lalu memiliki Gilang tanpa ada penghalang lagi" pikirnya licik. Zahra pun bangun dari tempat duduk nya dan masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2