
Sore itu, Rudra pulang dari kantor nya sementara Risma masih belum pulang dari rumah sakit. Sesampai nya di rumah, Rudra langsung masuk ke dalam kamar nya dan akan mandi sementara itu ia tidak melihat Putri ada di kamar nya. "kemana dia" gumam nya. lalu ia melanjutkan tujuan nya untuk mandi setelah itu mencari keberadaan Putri di setiap sudut ruangan yang ada di rumah nya namun ia tidak menemukan nya. Beberapa saat kemudian ia pun melihat Putri yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"kau dari mana saja" ucap nya khawatir.
"aku habis dari warung depan untuk membeli salep ini" kata nya sembari menunjukan salep yang ada di tangan sebelah kiri nya sementara yang terkena air panas tadi siang adalah tangan sebelah kanan nya yang ia sembunyikan di belakang badan nya dari tadi.
"apa yang coba kau sembunyikan dari ku?" ucap Rudra. Namun Putri malah mengalihkan pembicaraan dengan meminta Rudra untuk segera makan.
Lalu seketika Rudra melupakan pertanyaan nya itu, dan langsung menuju meja makan. Rudra meminta Putri untuk makan bersama namun Putri menolak dan memberitahu kalau ia sudah makan sebelum ia pulang kerja tadi, tetapi Rudra sama sekali tidak mencurigai sikap Putri yang kelihatan aneh itu. Tidak lama kemudian Rudra pun telah selesai makan lalu ia mengajak Putri untuk menemani nya ngobrol di ruang tengah, namun Putri meminta nya untuk berjalan duluan karena ia tidak tahan dengan bau badan akibat bawaan bayi dalam perut nya itu, sementara ia berjalan di belakang Rudra dengan berjarak satu meter.
saat duduk di ruangan tengah, Rudra memberitahu Putri kalau tadi siang ia pergi meeting di kantor milik Galang, dan mereka sedang menjalankan projek besar lalu Putri pun menanyakan bagaimana kabar mereka.
"kabar mereka semua baik, dan kita di minta untuk berkunjung ke sana Minggu ini, apa kamu kuat berjalan jauh?" kata nya.
"tentu saja, aku sudah sangat rindu pada mereka semua" ucap nya tidak sabar menunggu datang nya waktu Minggu depan.
Karena hari pun sudah malam, Rudra mengajak Putri untuk masuk ke dalam kamar dan segera beristirahat. saat memasuki kamar tangan kanan Putri yang terluka itu ke senggol pintu kamar nya, seketika ia merintih kesakitan dan terdengar oleh Rudra yang tadi tengah berjalan duluan.
__ADS_1
" kau kenapa? ada apa dengan tangan mu" ucap nya dan melihat tangan Putri yang kulit nya sudah membiru.
"tadi terkena air panas Rudra" ucap nya.
"kamu sedang melakukan apa sampai bisa terkena air panas?" kembali bertanya.
"aku tidak sengaja menyenggol Bunga yang sedang memegang air panas lalu tumpah mengenai tangan ku" lanjut nya dengan berbohong kepada Rudra. Kemudian Rudra meminta nya untuk duduk di atas ranjang sementara ia mengambil air hangat untuk mengompre tangan Putri lalu mengoleskan nya kembali dengan salep.
Kemudian Rudra meminta Putri untuk segera tidur, dan ia tetap tidur di bawah lantai. sementara Risma baru saja pulang kerja lalu menuju kamar nya untuk segera mendi...beberapa saat kemudian, ia pun sudah rapi dan pergi menuju meja makan. Bunga yang sedang bersih-bersih di ruang tamu menyapa Risma setelah melihat nya.
"apa Rudra dan Putri sudah tidur?" ucap nya
ke esokan hari nya, Mawar datang ke rumah Rudra untuk menengok Putri karena sudah lama tidak bertemu mereka dan ia membawakan es kream kesukaan adik nya itu. Sesampai nya di rumah mereka, Mawar pun mengetuk pintu nya dan di buka oleh Bunga.
"permisi, apa Rudra dan Putri ada di rumah?" kata nya.
"Mas Rudra sudah berangkat ke kantor dari tadi pagi, sementara Mba Putri ada di dalam mari masuk" ucap nya meminta Mawar untuk masuk dan menunggu nya di ruang tamu sementara ia memanggil Putri yang masih ada di dalam kamar. Tidak lama kemudian Putri pun pergi ke ruang tamu dan menemui kakak nya. Ia menghampiri nya lalu memeluk nya untuk melepas kerinduan yang selama ini terpendam.
__ADS_1
"bagaimana kabar mu kak? kenapa tidak pernah datang menemui ku" kata nya sembari mengajak Mawar untuk duduk.
"kakak pergi ke luar negeri Put, ada kerjaan yang harus kakak selesaikan di sana" ucap nya dan tidak lama kemudian Bunga pun datang membawa segelas minuman berwarna untuk nya. Lalu Putri meminta nya untuk minum setelah itu ia memberi tahu Mawar kalau saat ini ia sedang hamil muda. Mawar ikut senang mendengar nya, karena ia akan memiliki ponakan, tidak lama kemudian Putri kembali bertanya tentang bagaimana hubungan nya dengan Fajar sekarang.
"hubungan ku dengan Fajar baik-baik saja Put, insya Allah sebentar lagi kita akan menyusul kalian kami sedang mempersiapkan semua nya" ucap nya tersenyum.
Kemudian Mawar ingin mengajak Putri jalan-jalan untuk menghirup udara segar di luar sana, namun Mawar membatalkan niat nya itu setelah melihat tangan Putri yang terluka. Mawar menanyakan kenapa tangan bisa sampai terluka namun ia memberitahu kalau itu hanya luka kecil saja. kemudian Mawar memutuskan untuk mengajak nya pergi lain kali saja. Lalu Putri mengajak Mawar untuk pergi bersama nya dan Rudra Minggu depan ke rumah orang tua angkat nya tetapi Mawar menolak untuk ikut bersama nya karena ia harus ikut bersama Fajar ke kampung nya untuk meminta Restu pada orang tua nya Fajar.
"baiklah tidak apa-apa, semoga semuanya di lancarkan yah kak" ucap Putri sembari memegang tangan Mawar.
Hari pun sudah mulai sore, Mawar pamit untuk segera pulang karena ia takut kemalaman di jalan, sementara Rudra baru saja pulang kerja. Rudra mencium tangan Mawar dan meminta nya untuk menginap saja karena cuaca mendung dan sebentar lagi akan hujan, namun Mawar berkata lain kali saja karena ia sedang ada janji dengan Fajar jam delapan malam nanti.
"baiklah, hati-hati di jalan kakak ipar" ucap nya.
setelah Mawar pergi, Putri pun meminta Rudra untuk segera mandi dan setelah itu bersiap untuk makan bersama, tidak lama kemudian Risma juga baru pulang kerja jarang-jarang mereka bisa pulang kerja dengan waktu yang sama dan bisa makan malam bersama. Sementara Putri saat ini sudah tidak melanjutkan kuliah nya karena ia memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja.
tidak lama kemudian mereka pun menuju meja makan untuk makan malam bersama, di sela-sela makan Putri memperhatikan ibu mertua nya dan Rudra yang sedang makan, ia sangat merasa bahagia memiliki suami dan mertua sebaik mereka.
__ADS_1
"tolong jangan merenggut ke bahagiaan ini dari ku ya Allah" ucap nya dalam hati lalu melanjutkan makan nya.