
Ke esokan hari nya , Putri telah sadar dari koma nya namun kondisi nya masih sangat lemah. Ia melihat Rudra yang masih tertidur di samping nya dan beberapa saat kemudian Rudra pun terbangun dan melihat Putri yang telah sadar.
"Sayang apa yang kau rasakan? apa yang sakit?" kata nya.
"bagian perut ku dan kurasa ada yang beda kenapa aku tidak merasakan benjolan di perut ku, rasa nya kosong Rudra..apa yang terjadi pada bayi ku?" ucap nya dengan raut wajah yang ketakutan.
"calon bayi kita tidak bisa di selamat kan sayang, dia sudah meninggal dunia" ucap nya lalu menangis. Putri tidak menyangka akan kehilangan bayi nya, hati nya sangat hancur karena cobaan datang silih berganti di dalam hidup nya. Ia pun menangis dalam diam, pikiran dan pandangan nya saat itu kosong. Rudra takut Putri akan kehilangan akal sehat nya jika ia sampai Setres. Rudra pun mencari cara agar membuat Putri bicara pada nya namun Putri tetap saja diam seolah tidak mendengarkan Rudra berbicara.
"tolong jangan seperti ini Put, bayi kita sudah tiada dan aku tidak sanggup kalau harus kehilangan kamu, kamu harus sembuh dan kita bisa memiliki anak lagi nanti..jangan diam Put, bicaralah jangan membuat ku takut" ucap Rudra namun Putri masih tetap diam sehingga Rudra tidak tau lagi harus berbuat apa. kemudian ia menemui Risma dan mengatakan nya pada nya namun Risma berkata untuk tidak mengganggu nya dulu saat ini karena ia sedang tidak dapat berpikir dengan baik lalu Rudra pun mengerti dengan apa yang di katakan oleh ibu nya.
Sementara Keluarga Jalal baru sampai di rumah sakit dan Rudra menceritakan semua nya kepada mereka tentang musibah apa yang mereka alami sekarang Jalal dan yang lain nya sangat merasa sedih karena kehilangan calon cucu mereka.
Sementara di tempat lain Fian pergi ke rumah Andre untuk main ke sana karena sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bersama. Sesampai nya di sana, ia pun langsung di sambut hangat oleh Andre dan meminta nya untuk masuk sementara ia memanggil adik nya Desta yang sudah balik ke Indonesia untuk berlibur dalam waktu tiga bulan. Andre meminta Desta untuk membuatkan minuman buat mereka, sementara itu Fian melihat pajangan foto masa SMA Desta bersama Rasti dan Putri.
"ndre.. Rasti dan Putri teman adik mu?" ucap nya.
__ADS_1
"ya... mereka sahabat nya" lanjut nya, Lalu Fian pun memberi tahu Andre kalau ia pindah ke Jakarta hanya karena satu alasan..ia ingin lebih dekat dengan Rasti, perkataan nya itu di sangat oleh Desta yang baru saja dari dapur dengan membawa minuman untuk mereka di tangan nya. Langsung saja Desta menyarankan Fian untuk tidak sampai menyukai Rasti karena ia sangat kenal siapa diri nya dan bagaimana sifat nya..Desta pun ikut duduk di antara mereka dan menceritakan bagaimana Rasti sebenar nya.
"dia sahabat ku, tapi dia jahat kak! angkuh, sombong dan akan lakukan apa saja demi ke inginan nya. sebenar nya aku juga sudah muak bersahabat dengan nya tapi karena aku sudah mengenal baik dengan keluarga nya dari kecil maka nya aku tetap berteman dengan nya" ucap Desta pada mereka, tetapi Fian sama sekali tidak mempercayai nya karena Rasti terlihat sangat baik dan lembut di hadapan nya,, tidak lama kemudian ia pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
Dalam perjalanan pulang dari rumah Andre, Fian melihat Bunga yang sedang menunggu Taxii bersama Ibu nya yang berdiri lemas itu. Fian pun langsung meminggirkan mobil nya dan turun menghampiri mereka.
"kau akan kemana?" ucap Fian.
"ke rumah sakit, Ibu ku kambuh lagi penyakit nya" kata nya
"baik lah, terimakasih" lalu Fian pun membantu Ibu nya Bunga yang bernama Ratna itu masuk ke dalam mobil nya dan segera berangkat ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di sana dan langsung di tangani oleh Dokter, sementara mereka menunggu hasil di luar ruangan. kemudian mekera pun duduk bersamaan di bangku depan ruangan itu, Fian bertanya kepada Bunga tentang sakit apa yang sedang di alami oleh ibu nya dan Bunga berkata kalau ibu nya mengidam penyakit kanker paru-paru dan sudah sangat parah sekali, Bunga jarang membawa ibu nya untuk kontrol ke rumah sakit karena ia tidak memiliki biaya.
"jadi itulah alasan nya kenapa kau bekerja di rumah Rudra" ucap Fian.
"Ya .. untuk keluarga ku, ayah ku telah tiada tapi aku memiliki satu orang adik laki-laki yang masih sekolah" ucap nya, Kemudian ia pun duduk terdiam dan menekuk dagu nya dengan ke dua tangan nya., Lalu Fian pun bertanya apa yang sedang ia pikirkan dan ia menjawab sedang memikirkan masalah biaya Rumah sakit karena saat ini ia tidak mungkin meminta bantuan pada Rudra karena Rudra sedang mencurigai nya dan Rasti, Bunga bingung harus dapat pinjaman dari mana lagi.
__ADS_1
"aku yang akan membayar biaya rumah sakit nya, kau tidak perlu khawatir" ucap nya.
"tidak! terimakasih ...tapi aku tidak mau merepotkan mu" lanjut nya.
"ku mohon .. tolong jangan menolak nya" uacp nya lagi, karena tidak ada pilihan lain ia pun menerima bantuan Fian namun beberapa saat kemudian Dokter pun keluar dari ruangan itu dan meminta Bunga untuk masuk menemui Ibu nya.
"Bunga.. Ibu rasa umur ibu sudah tidak lama lagi, ibu ingin melihat kau menikah.. apa lelaki ini adalah calon suami mu" ucap Ratna dengan suara yang terpatah-patah. Saat Bunga ingin berkata bukan tiba-tiba saja Fian menggenggam erat tangan nya seolah ia melarang Bunga untuk mengatakan kalau Fian bukan lah calon suami nya.
"Ia Bu, nama saya Fian..calon suami Bunga" ucap nya dengan terpaksa melakukan itu karena ia tidak tega melihat Ratna yang sedang terbaring lemas itu dan penyakit nya yang sudah sangat parah. Fian ingin melakukan permintaan terakhir Ratna dengan melihat mereka berdua menikah di rumah sakit itu juga. Sementara Bunga di buat bingung oleh sikap Fian saat itu, lalu ia pun mengajak Fian untuk berbicara di luar ruangan dan meminta penjelasan nya.
"apa maksud Mas Fian mengaku sebagai calon suami ku dan menyetujui permintaan Ibu, pernikahan itu ikatan yang suci kita tidak bisa mempermainkan nya" ucap nya dengan memandang wajah Fian sangat serius.
"lakukan ini demi Ibu mu" lanjut nya.
"lalu bagaimana perasaan Mas terhadap mba Rasti? aku tau kalau Mas menyukai nya kan?"
__ADS_1
" Ya, tapi ku pikir lebih baik aku jatuh ke dalam pelukan orang yang membutuhkan ku dari pada aku harus menunggu tanpa kepastian seseorang yang jelas-jelas menyukai orang lain" katanya namun Bunga mengerti yang di maksud nya orang lain itu adalah Rudra namun Fian tidak mengetahui nya dan Bunga pun tidak mau terlalu ikut campur dalam urusan mereka. Setelah di pikir-pikir oleh nya, akhir nya ia pun setuju akan menerima dan melangsungkan pernikahan hari itu juga di rumah sakit, sementara Fian sedang sibuk mempersiapkan penghulu dan beberapa saksi.