Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 87. makan di Restoran.


__ADS_3

Risma pun membawa Indah turun ke lantai bawah sementara Angel melanjutkan pekerjaan yang sempat ia tunda tadi. saat Risma berada di ruang tamu semua keluarga yang ada disana panik melihat benjolan yang ada pada kening indah Zahra pun bangun dari tempat duduknya lalu mengambil indah dari tangan Risma kemudian digendongnya Rudra yang sedang berada di teras depan rumah pun masuk ke dalam ruangan setelah mendengar tangisan indah yang tersedu-sedu sementara Putri baru saja keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka semua.


"apa yang terjadi Bu kenapa Indah menangis dan ada benjolan di keningnya" ucap Putri khawatir.


"Indah terjatuh dari atas tempat tidurnya Put, tetapi kau tidak usah khawatir tadi ibu sudah mengoleskannya minyak urut" lanjut Risma kemudian Indah pun berhenti menangis dan meminta untuk turun dan bermain dengan Rama dan Shinta.


hari pun sudah mulai sore, Jalal menengok jam yang ada di tangan sebelah kirinya jarum jamnya menunjukkan jam 15.30 kemudian mereka pun memutuskan untuk segera pulang sebelum matahari terbenam di tengah jalan. namun ketika Risma melihat suasana di luar sedang gelap dan mungkin akan turun hujan Ia pun menawarkan mereka semua untuk menginap dulu di rumahnya karena iya takut mereka semua akan kehujanan di jalan meskipun mereka mengendarai mobil tapi tetap saja kekhawatiran Risma mengganggu pikirannya.


"benar kata Ibu mertua ku ayah, sebaiknya kalian menginap saja dulu di rumah kami" ucap Putri melanjutkan perkataan Risma.


"tidak apa-apa nak kami pasti akan hati-hati" ucap Jalal menolak lalu mereka semua pun bersiap-siap untuk pulang.


setelah mereka semua pulang Putri pun mengajak Rudra untuk berbicara di dalam kamar mereka sementara Risma pergi ke kamarnya juga untuk segera mandi. saat berada di dalam kamar Putri pun mengajak Rudra untuk duduk di sofa yang ada di dalam sana dengan tetap menggendong Indah dalam gendongannya.


"apa yang ingin kau bicarakan sayang" ucap Rudra mencubit hidungnya.

__ADS_1


"Aku ingin membicarakan tentang Rindu Rudra" lanjut Putri dengan tatapan seriusnya membuat Rudra penasaran dengan maksudnya.


"memangnya ada apa dengannya?" ucapnya kembali lalu Putri pun mengatakan semuanya yang ia ketahui dari mawar tadi siang sementara Rudra yang mendengarnya pun terkejut dan tidak menyangka bahwa rindu itu yang yang telah membantu fajar kemudian memiliki perasaan terhadapnya Rudra pun berpikir sama dengan Mawar ia khawatir kehadiran Rindu akan merusak rumah tangga mereka tetapi beda dengan pendapat Putri ia malah merasa Rindu sekarang memiliki perasaan terhadap Rudra dan bukan Fajar karena ia memperhatikan Rindu sejak dari tadi siang yang selalu melirik kearah Rudra seperti ingin diperhatikan olehnya Putri pun mengatakan perasaan anehnya itu kepada Rudra namun Rudra menanggapinya dengan tenang dan meyakinkan Putri bahwa itu hanyalah perasaannya saja.


"tolong jaga kepercayaanku padamu Rudra" ucap Putri penuh harap.


" tidak usah khawatir sayang, sekarang Aku adalah suamimu bagaimana mungkin aku bisa menghadirkan perempuan lain dalam hidupku" kata Rudra lalu memeluknya.


dengan penuh kegigihan Putri berusaha melupakan perasaan aneh nya itu dan menghilangkan kecurigaannya terhadap Rindu Ia pun bertanya kepada Rudra bagaimana sikap ia ketika mereka sedang berada di kantor dalam ruangan yang sama Rudra pun mengatakan kalau semuanya berjalan seperti layaknya atasan dan bawahan mendengar ucapan itu Putri pun merasa lega ternyata itu memang hanya perasaannya saja yang terlalu takut akan kehilangan Rudra namun ia kembali berpikir jika memang rindu tidak menyukai Rudra berarti ada kemungkinan kalau memang kembalinya rindu ialah akan menghancurkan rumah tangga mawar dan Fajar.


tidak lama kemudian Putri meminta Rudra untuk segera mandi sementara iya pergi memandikan Indah kedalam kamarnya.


"tidak.... dan kau harusnya malu kepada indah saat ini kan aku sedang menggendongnya apa kau tidak merasa malu berkata seperti itu ?" ucap Putri meledek Rudra.


"tidak!! kenapa aku harus malu lagi pula kan anak kita masih kecil dia pun tidak mengerti dengan apa yang kukatakan" lanjut Rudra namun Putri tidak mau mendengarkannya lalu pergi dari sana dengan hembusan nafas panjangnya karena merasa kesal dengan ucapan nya sementara Rudra langsung masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


setelah selesai memandikan Indah, Putri pun turun bersamanya ke lantai bawah untuk menemui Angel di sana. ia pun memanggil-manggil namanya lalu Angel menyahut nya dari dalam dapur kemudian Putri pun pergi menghampirinya, terlihat disana Angel sedang sibuk membersihkan peralatan masak dan semua bahan yang telah disiapkannya di atas meja untuk segera dimasak namun Putri melarangnya untuk melakukan itu.


"sebentar lagi jam makan malam Mbak kenapa kau melarangku untuk masak?" kata Angel bingung.


"Aku ingin mengajak kalian semua makan di restoran Angel oleh sebab itu aku melarangmu memasak sepertinya di luar sana tidak jadi turun hujan" ucap Putri kemudian Angel pun merapikan kembali peralatan masaknya dan membungkus sayuran yang telanjur dipotongnya kemudian dimasukkannya ke dalam kulkas sementara Putri pergi kekamar Risma dan memberitahunya dengan niatnya itu.


sesampainya dikamar Risma Ia pun mengetuk pintunya lalu dibuka oleh Risma lalu ia pun memberitahunya kemudian Risma mengatakan kalau ia akan segera bersiap-siap kemudian Putri pun kembali ke kamarnya dan meminta Rudra untuk memakai baju yang bagus.


"apa menurutmu bajuku jelek semua sampai kau harus mengingatkan ku untuk memakai baju yang bagus" ucap Rudra.


"bukan begitu maksudku! aku ingin mengajakmu dan yang lainnya untuk makan malam di restoran kita kan sudah lama tidak makan di luar Rudra" lanjut Putri.


"Baiklah ku pikir kau mengejek pakaian ku" ucap Rudra terus memancing emosi Putri.


setelah Rudra selesai berpakaian Putri pun meminta tolong padanya untuk memegang Indah sebentar sementara ia pergi untuk mandi dan tidak lama kemudian setelah ia selesai mandi ya pun memakai baju dan sedikit dandanan sederhana pada wajahnya lalu mereka pun turun ke lantai bawah menemui Risma dan Angel lalu akan berangkat.

__ADS_1


tidak lama kemudian mereka pun berangkat menuju restoran yang biasa iya Dan Rudra datangi sebelumnya. sesampainya mereka di sana Rudra pun memilih meja makan VIP untuk mereka dan memesan semua makanan yang terenak disana.


saat makan malam berlangsung tiba-tiba saja Indah merengek ingin dibelikan balon yang yang ia lihat di depan restoran itu namun Rudra tidak mau mendengarkan tangisan indah karena mereka sedang menikmati makan malamnya tiba-tiba saja Angel mengambil indah dari pangkuan Rudra dan dibawanya ke depan restoran itu lalu dibelikan nya balon yang ia inginkan. Indah merasa begitu tenang berada dalam rangkulan Angel seperti seorang Ibu dan anak begitupun dengan Angel yang merasakan hal yang nyaman ketika bersama dengan Indah.


__ADS_2