Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 56. Ibu nya Bunga meninggal dunia.


__ADS_3

setelah beberapa saat kemudian, Penghulu nya pun sampai di rumah sakit dan menuju ruangan Ratna sementara yang menjadi saksi nya adalah Dokter dan beberapa orang Suster. mereka melangsungkan ijab kabul nya di samping tempat tidur Ratna dan ia pun menyaksikan nya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara "Syah" di ruangan itu dan membuat air mata Ratna mengalir membasahi pipi nya, tangisan itu adalah tangisan bahagia karena keinginan nya telah terpenuhi..tiba- tiba saja Ratna mengalami kesulitan bernapas lalu ia menghembuskan nafas terakhir nya di hadapan mereka semua.


"ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuui.........jangan tinggalkan aku ibu.......bangun, lihat sekarang aku sudah menikah Bu..jangan pergi" karena tidak dapat membendung kesedihan nya Bunga pun jatuh pingsan dan langsung di bawa ke ruang rawat yang lain,, sementara Fian meminta tolong kepada pihak rumah sakit untuk mengurus jenazah nya setelah itu ia pun pergi untuk menunggu Bunga sadar di ruangan yang berbeda. Beberapa saat kemudian Bunga pun telah sadar dan kembali memanggil Ibu nya namun Fian berusaha menenangkan nya dalam pelukan nya.


"tenanglah.. sekarang aku suami mu, aku yang bertanggung jawab atas diri mu dan adik mu sekarang, jadi ikhlaskan Ibu..ia pasti sangat bahagia dengan pernikahan kita" ucap nya namun Bunga masih saja tetap menangis. Fian mengajak nya untuk pulang ke rumah nya dan membawa jenazah ibu nya karena akan di makam kan besok pagi karena hari sudah larut malam ,, satu jam kemudian mereka pun sampai di rumah Bunga dan menurunkan jenazah ibu nya dari Ambulance. Tiba-tiba saja adik nya Bunga yang bernama Rio itu mendengar suara mobil Ambulance lalu ia pun berlari keluar dari rumah nya dan ia melihat kakak nya Bunga di sana yang berjalan dengan langkah tertatih dengan air mata yang terus saja mengalir membuat Rio bingung. Banga berjalan ke arah nya lalu memeluk adik nya kemudian menangis sepuas nya.


"ada apa kak? kenapa mobil itu berhenti di depan Rumah kita? ucap Rio sambil melepas pelukan kakak nya.


"Ibu....ibu sudah meninggal Riooo" ucap nya. Saat itu Rio merasa tidak percaya kalau ia harus kehingan kedua orang tua nya secepat itu. Lalu mereka pun mempersilahkan petugas rumah sakit untuk memasukan jenazah ibu nya kedalam rumah dan langsung mengadakan Tahlilan malam itu juga dan hanya tetangga-tetangga terdekat yang datang untuk mendoakan Ratna. Sementara itu Fian menghubungi Rudra dan memberitahu berita duka nya pada mereka kalau ibu nya Bunga sudah meninggal namun Rudra meminta maaf karena tidak bisa ke sana sebab masih menemani Putri di rumah sakit.. Fian terkejut mendengar kabar itu lalu ia pun memaklumi nya.

__ADS_1


"semoga Putri cepat sembuh Rudra" ucapa nya.


"ya, terimakasih" kata nya lalu menutup telpon nya. kemudian Fian meminta Bunga untuk beristirahat dulu karena hari juga semaki larut dan besok akan bersiap-siap mengantar jenazah ke tempat peristirahatan nya yang terakhir.


Ke esokan hari nya, mereka pun sudah bersiap-siap dan langsung menuju ke pemakaman.. setelah ibu nya selesai di makam kan mereka pun pulang kembali ke rumah nya , sesampai nya di rumah Bunga langsung mempersiapkan makan siang untuk mereka walaupun sedang berduka tetapi ia tetap melayani Fian yang kini menjadi suami nya walaupun mereka tidak saling cinta dan belum bisa tidur bersama karena mereka tau tidak semua hal bisa di lakukan dengan sebuah keterpaksaan.


Tidak lama kemudian masakan nya pun selesai dan Bunga memanggi mereka untuk segera makan bersama.


"terimakasih" ucap nya singkat, Lalu mereka pun melanjutkan makan nya, Setelah selesai makan.. Fian pun mengajak Bunga dan Rio untuk berbicara.

__ADS_1


"apa kalian akan setuju jika aku mengajak kalian untuk pindah ke rumah ku" ucap nya.


"sekarang kau suami ku, dan aku akan ikut kemana pun kau Pergi" lanjut nya. Lalu mereka pun akan pindah ke rumah Fian besok pagi. . .


Sementara di rumah sakit Rudra masih tetap berada di samping Putri ia selalu berusaha membuat nya untuk menenangkan pikiran nya lalu kembali bicara, Beberapa saat kemudian Rasti pun datang ke rumah sakit dan langsung masuk ke dalam ruangan Putri bersama Risma. Ia berpura-pura menunjukan rasa simpatik nya pada Putri agar Rudra tidak mencurigai nya.


"ada perlu apa kau ke sini? bukan kah kemarin sudah ku ingat kan jangan pernah ke rumah sakit dan tunggu lah kami pulang ke rumah" ucap nya dengan nada tinggi sedikit membentak.


"aku ke sini membawa bukti kalau aku tidak bersalah untuk hal ini" ucap Rasti sangat percaya diri dengan menunjukan rekaman CCTV yang di pasang di rumah nya. Bahkan Rudra saja lupan kalau ia memasang benda itu di rumah nya lalu Rasti pun memperlihatkan rekaman itu lewat laptop nya yang ia bawa, sangat jelas terlihat di gambar itu kalau Bunga lah yang bersalah untuk semua kejadian yang menimpa Putri di rumah nya itu, Putri pun melihat rekaman itu dan merasa sangat marah untuk pertama kali nya karena ia berpikir Bunga lah Yang memberi racun dengan sengaja pada nya. Rudra sangat menyesal karena telah memberi kesempatan untuk Bunga bekerja di rumah nya dan ia akan berniat melaporkan nya ke kantor Polisi namun Putri melarang nya karena merasa kasihan sebab ibu nya baru saja meninggal dunia sementara masih ada adik nya yang membutuhkan dia. Putri hanya meminta Rudra untuk memecat nya dan mengusir nya dari rumah mereka. Rasti tersenyum bahagia karena rencana nya berhasil dan sekarang ia tinggal memikirkan bagaimana cara nya menyingkirkan Putri untuk selama-lama nya. Kemudian , Rudra meminta Rasti untuk pulang karena Putri harus beristirahat lalu ia pun pergi dan Ibu nya kembali melanjutkan tugas nya sebagai Dokter.

__ADS_1


"Rudra, sekali lagi aku merasa dunia sedang mempermainkan kehidupan ku.. pertema aku kehilangan kedua orang tua ku, ke dua kakak ku, dan sekarang anak ku.. dosa apa yang aku lakukan sehingga aku harus mengalami cobaan yang datang bertubi-tubi seperti ini? apa aku memang di takdir kan untuk selalu hancur di saat aku baru saja merasakan kebahagiaan" ucap Putri yang tidak bisa menahan tangis nya.


"ssuuutttttttt......jangan bicara seperti itu sayang! tenangkan jiwa mu ... kau tidak perlu merasa bersalah atau menyalahkan keadaan, jangan pernah putus asa karena Allah lebih tau segala nya" ucap Rudra menguatkan istri nya.


__ADS_2