
setelah mendengar kabar dari Rudra mawar pun ikut panik lalu berlari keluar dari kamarnya mencari Fajar untuk meminta izin kalau dirinya akan pergi ke rumah sakit. terlihat di ruang meja makan Fajar sedang sarapan bersama Bu Asih dan suaminya.
"ada apa sayang kelihatannya kau sangat panik sekali" ucap Fajar.
"Aku harus pergi ke rumah sakit Mas Putri kecelakaan ia jatuh dari tangga di rumahnya" lanjut mawar lalu Fajar terkejut kemudian berlari masuk kedalam kamarnya untuk mengambil kunci mobil lalu ia mengantarkan Mawar ke sana.
"kalian hati-hati nak, jangan terlalu terburu-buru utamakan keselamatan" ucap Bu Asih pada mereka yang ikut khawatir akan kondisi Putri.
tidak lama kemudian Fajar dan Mawar pun sampai di rumah sakit itu mereka pun pergi ke ruang informasi untuk menanyakan di mana kamar Putri dirawat akhirnya petugas di sana memberitahu kamar Putri dan mereka pun langsung mengarah ke sana. disana terlihat Rudra masih duduk lemas di depan ruangan Putri dengan air mata yang masih saja berlinang di pipinya ketika melihat mereka datang Rudra pun terbangun dari tempat duduknya lalu memeluk Fajar sahabatnya itu.
"yang sabar ya Rudra percayalah semuanya akan baik-baik saja" ucap Fajar padanya.
"apa kita sudah bisa masuk ke dalam untuk menjenguknya?" lanjut mawar.
" belum bisa kak, karena masih ada beberapa suster di dalam" lanjut Rudra lalu Mawar dan Fajar pun ikut duduk bersama Rudra di depan ruangan itu.
tidak lama kemudian suster itu pun keluar dari ruangan Putri dan mengatakan kepada mereka Putri saat ini belum bisa diganggu pagi besok pagi karena ia butuh istirahat yang cukup. sementara itu hari pun sudah mulai siang Rudra dan Mawar yang belum sempat sarapan tadi pagi pun perutnya kini mulai terasa perih lalu pacar pun pergi ke kantin untuk membeli kan mereka makanan di sana. dan tidak lama kemudian Fajar pun kembali setelah membelikan mereka makanan lalu diberikannya pada mawar dan Rudra.
"ambillah ini lalu makanlah dulu aku tahu dari pagi kau belum makan kan?" ucap Mawar.
"aku tidak lapar kakak ipar sebaiknya kau saja yang makan" lanjut Rudra menolak makanan di dalam kantong plastik itu.
__ADS_1
"jika kau sakit pasti Putri akan sedih dan merasa bersalah sebab gara-gara ia kau sampai tidak mau makan seperti ini" kata Mawar berusaha membujuk nya lalu Rudra pun mengambil makanan itu kemudian ia memakan nya.
setelah selesai makan, Rudra teringat akan anaknya di rumah lalu iapun menelpon Angel untuk menanyakannya.
"Hallooo,, bagaimana kondisi mbak Putri mas?" Angel bertanya.
"belum ada perkembangan, dia masih belum sadarkan diri dan dokter mengatakan terjadi benturan keras pada perutnya yang akan berpengaruh pada rahimnya" kata Rudra.
"ya Allah,, sabar yah Mas" lanjutnya.
"apa Indah sudah makan siang?" kata Rudra.
"sudah mas.." sambungnya lalu Rudra meminta mereka untuk tetap berada di rumah sampai Risma pulang dari rumah sakit sementara ia akan tetap berada di rumah sakit.
"semoga mbak Putri cepat melewati masa kritisnya yah pak, bapak yang sabar" ucap Rindu sambil mengelus pundak Rudra.
" terimakasih atas perhatiannya, sampai kau menempatkan waktu untuk datang ke sini" kata Rudra tanpa curiga atau merasa aneh pada sikapnya.
Hari pun sudah mulai gelap, tetapi Rindu belum juga Pulang sampai akhirnya ia pun bertemu dengan Risma yang baru saja menyalin baju dan bersiap-siap untuk pulang. Risma menyapa nya lalu Rindu mencium tangan nya dan Risma meminta kunci mobil pada Rudra namun Rindu menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
"apa Ibu tidak merepotkan mu Rin?" ucap Risma.
__ADS_1
"tidak Bu, tolong jangan berlebihan seperti itu" ucap Rindu lalu mereka pun pamit pada Rudra dan yang lain nya.
Sikap perhatian Rindu membuat Risma semakin merasa ia seperti anak kandungnya sendiri sementara Mawar berpikir kalau Rindu hanya berpura-pura baik untuk mendapatkan perhatian dari Risma dan Rudra. "apa ia ingin membalaskan dendam nya pada ku melalui Putri" gumamnya.
Sesampainya mereka di rumah, Risma pun turun dari mobilnya dan meminta Rindu untuk mampir terlebih dahulu, mendengar tawaran itu tidak membuat Rindu berpikir lama ia pun ikut turun dari mobil nya dan melangkah masuk kedalam rumah.
Risma pun memanggil Angel dan meminta nya untuk membuatkan teh angat untuk mereka berdua sementara itu Risma meninggalkan Rindu sendirian di ruang tamu karena ia akan pergi mandi sebentar.
tidak lama kemudian Angel kembali dari dapur sehabis membuatkan teh untuk mereka ia pun meletakkannya di atas meja namun tidak sengaja teh itu tertumpah sehingga mengenai baju Rindu dan sedikit basah serta kotor meskipun ia sudah sangat berhati-hati. kemudian spontan Rindu langsung memarahinya dengan nada bicara yang keras hingga terdengar dari dalam kamar Risma. Kemudian Risma yang baru saja selesai mamakai baju itu keluar dari kamarnya dan pergi melihat keadaan di sana.
"ada apa ini?" ucap Risma kebingungan.
"pembantu ini menumpahkan teh di baju ku Bu" ucapnya sombong .
"saya tidak sengaja Bu, saya minta maaf" lanjut Angel. Kemudian Risma meminta nya untuk membuatkan kembali minuman nya sementara itu ia mengajak Rindu untuk naik ke lantai atas menuju kamar Rudra dan Putri.
setelah masuk ke dalam kamar Rudra, Rindu merasa sangat bingung karena Risma mangajaknya ke sana namun semua itu terjawab setelah Risma memberikannya baju milik Putri untuk mengganti baju nya yang sudah basah tadi.
"maaf Bu, sebaiknya tidak usah aku takut Putri akan marah padaku" ucapnya.
" tidak apa-apa, pakai saja dia mempunyai banyak baju pasti dia tidak akan sadar jika bajunya hilang satu" kata Risma lalu Rindu pun mengganti baju nya ke dalam kamar mandi. Setelah berada dalam sana Rindu pun tidak kehabisan akal untuk mempermainkan rencananya, kebetulan sekali di dalam sana terlihat kemeja kantor Rudra yang tergantung pada tembok itu ia pun mengambilnya lalu menempelkan bekas lipstik bibir nya di sana seolah terlihat Rudra sudah bermain licik di belakang Putri. Setelah bersalin ia pun keluar dari kamar mandi lalu Risma mengajak nya kembali turun ke ruang tamu dan di san sudah di suguhkan nya dua gelas minuman baru untuk mereka. Risma mengobrol cukup lama dengan Rindu sehingga mereka tidak menyadari kalau jarum jam sudah menunjukan jam 12 malam. Kemudian Rindu berpamitan pada Risma untuk segera pulang dan ia mengatakan akan mengembalikan baju Putri di lain waktu.
__ADS_1
" hati-hati di jalan yah Rin" ucap Risma melambaikan tangannya.
" baik Bu, mari saya pulang dulu" lanjut nya sambil membuka pintu mobilnya lalu pergi sementara Risma masih berdiri di sana mengamati mobil Rindu hingga tak terlihat lagi.