
ke esokan hari nya Desta pergi untuk menemui Putri dengan alamat yang ia minta pada Fian kemarin dan Fian pun mengatakan pada nya kalau Putri sudah menikah dengan Rudra sepupu nya dan Rasti adalah ipar tiri nya. Desta sangat terkejut saat mengetahui kalau Rasti kini mempunyai hubungan keluarga dengan Putri yang di akui oleh Rasti bahwa Putri adalah sahabat dari SMA nya namun masih saja membenci nya, dan Desta sangat tau bagaimana Sifat Rasti sebenar nya.
Sesampai nya Desta di rumah Rudra, ia pun mengetuk pintu nya lalu beberapa saat kemudian pintu rumah nya di buka oleh Rasti. Saat berdiri berhadapan, mereka pun berpeluka setelah sekian lama tidak bertemu lalu Rasti mempersilahkan Desta masuk sementara ia membuat kan minuman untuk Desta.
"di mana Putri dan suami nya?" ucap nya karena melihat situasi rumah yang begitu sepi.
"Putri sedang divrawat di rumah sakit dan suami nya menemani nya di sana" lanjut nya.
"apa? memang nya Putri sakit apa?" ucap nya lagi. Lalu Rasti memberitahu kalau Putri keguguran dan Desta terlihat sedih mendengar nya. Sementara di rumah sakit, hari ini keadaan Putri sudah membaik dan sudah di ijinkan untuk pulang ke rumah. Ia pun menelpon Rasti dan meminta tolong agar memasak untuk mereka nanti lalu ia pun menutup telpon nya dan bersiap-siap untuk segera pulang.
Sesampai nya di rumah, Rudra menggendong Putri turun dari mobil dan Rasti sangat kesal melihat nya saat itu sementara Desta memperhatikan sikap nya.
__ADS_1
"aku rasa, Rasti menyukai suami nya Putri" gumam nya. Lalu Desta pun menghampiri Putri dan memeluk nya ketika Rudra menurunkan Putri dari gendongan nya. Desta mengucap kan turut berduka pada nya dan Putri membalas nya dengan ucapan terimakasih dan ia senang bertemu lagi dengan nya. kemudian Rasti pun meminta mereka untuk segera makan siang bersama sebelum makanan nya keburu dingin" ucap nya. Setelah selesai makan dan mengobrol Desta pun pamit untuk pulang karena hari sudah menjelang sore dan ia berkata akan berkunjung lagi di lain waktu.
Sementara itu Rasti membantu Rudra untuk membawa Putri ke dalam kamar nya, setelah itu Rasti kembali ke dapur untuk membereskan meja makan di sana. Untuk sementara Rasti mangganti tugas nya Bunga dan bersikap biasa saja agar terlihat baik di mata mereka semua, tetapi sulit bagi nya untuk mendapat perhatian Rudra. Beberapa saat kemudian Risma pun sampai di rumah dan melihat Rasti yang sedang sibuk membersihkan rumah nya, ia merasa beruntung karena mempunyai anak tiri sebaik dan serahin itu padahal yang ia lihat itu belum tentu kebenaran nya, lalu ia pun pergi ke kamar nya untuk segera mandi.
kini hari pun sudah malam, Rudra meminta Putri untuk tidur dan dalam beberapa jam Putri berusaha memejamkan mata nya tetap saja ia tidak bisa tidur padahal lampu kamar nya sengaja tidak di matikan oleh Rudra. Putri merasa sangat gelisah dan hidup nya kosong setelah semua orang yang berarti dalam hidup nya pergi meninggalkan nya satu persatu. pada saat itu waktu menunjukan jam 02 pagi ia pun perlahan turun dari ranjang nya dan hendak keluar dari kamar nya lalu pergi menuju kamar Calon anak nya itu, membuka kamar itu lalu seketika membayang kan anak nya sedang bermain sambil memegang jari-jari nya sendiri seolah sedang menghitung nya di tempat tidur kecil itu, ia terus saja berhayal dan berhayal sehingga ia tidak sadar kalau ia sedang berhalusinasi, lalu ia pun tertidur di samping tempat tidur kecil yang di gantung itu.
Sementara di dalam kamar nya, Rudra terbangun dan melihat Putri tidak ada di samping nya.. ia pun memanggil nya beberapa kali tetapi Putri tidak ada di sana, dengan cepat ia turun dari tempat tidur nya lalu berlari keluar dari kamar nya dan langsung memasuki kamar itu yang pintu nya terbuka lebar. Ia pun menemukan Putri di sana dan melihat nya sedang tertidur lelap. Ia pun berniat mengangkat nya dan akan membawa nya ke kamar mereka lagi tetapi saat itu Putri langsung terbangun.
"tidak Rudra, ijinkan aku untuk tidur di sini, malam ini saja" ucap nya memohon. Lalu Rudra pun menuruti kemauan nya dan ia pun ikut tidur di sana dengan beralaskan karpet yang ia bawa dari luar.
ke esokan hari nya, Fian dan Bunga pergi ke rumah Rudra untuk memberitahunya kalau mereka sudah menikah dan Bunga tidak akan kerja lagi di sana namun sesampai nya di sana dan saat menemui mereka. Putri pun keluar dari kamar nya dan menghampiri Bunga dengan langkah kaki yang cepat di sertai kemarah yang kian memuncak terlihat di wajah nya tanpa berkata apapun ia langsung menamparnya denga sangat keras sehingga bekas jari tangan nya menempel di pipi kiri dan kanan nya.
__ADS_1
"ada apa ini? kenapa kau tiba-tiba saja menampar nya seperti itu" ucap Fian kebingungan.
" biarkan saja, dia pantas mernerima nya" ucap Rudra lalu Fian meminta penjelasan dari mereka. Kemudian Rudra memperlihatkan rekaman CCTV itu dari ponsel milik nya dan membuat Fian percaya dan tidak menyangka ia bisa melakukan hal serendah ia lalu ia pun berkata kalau sebenar nya yang jahat itu adalah Bunga yang baru beberapa hari menjadi Istri nya dan bukan lah Rasti yang mereka anggap buruk. Lalu Fian pun pergi meninggalkan Bunga tanpa mendengarkan penjelasan nya terlebih dahulu.
"aku selalu baik pada mu Bunga, aku menganggap mu seperti keluarga ku sendiri walaupun sebenar nya aku tahu kau sudah berusaha mencelakai ku sebelum nya, aku tetap memaafkan mu dan mempercayai mu kembali tetapi untuk kali ini aku tidak bisa menerima nya karena kau sudah merenggut nyawa anak pertama ku yang selama ini aku dan Rudra menunggu nya lahir ke dunia ini.. dimana kemanusiaan mu sebagai sesama wanita" ucap Putri sambil menangis.
" sebelum nya memang benar aku berusaha mencelakai mu, tapi setelah itu aku sadar aku salah dan masalah racun itu aku sama sekali tidak tahu karena saat itu aku hanya di suruh oleh mba Rasti untuk mencampuri Vitamin itu pada minuman nya mba Putri" ucap nya.
"kau tega melibatkan aku hanya untuk melindungi diri mu sendiri?" ucap Rasti dan semua orang tetap percaya kalau Bunga lah yang bersalah dan Rudra pun mengusir nya dari rumah nya. Setelah itu Bunga pulang ke rumah Fian untuk bertemu dengan nya dan meminta maaf pada nya namun saat itu Fian tidak mau bertemu dengan nya, ia sangat kecewa pada Bunga. Tetapi Bunga tidak penyerah sedikit pun untuk membujuk nya dan membuat ia percaya pada nya kalau bukan dia yang membuat Putri ke guguran.
"baiklah aku akan pergi dari sini dan akan kembali menemui mu setelah ku berhasil mendapatkan bukti- bukti bahwa aku tidak bersalah, tetapi aku titip Rio ku dulu selama aku tidak ada di sini" kemudian Fian pun setuju lalu Bunga pun pergi.
__ADS_1