
sementara siang itu, Rudra dan Putri baru pulang dari rumah sakit seusai memeriksa kesehatan istrinya itu, saat pergi ke rumah sakit, Putri lupa untuk membawa hp nya karena terburu-buru menyusul Rudra yang lebih dulu masuk ke dalam mobil. Hingga merekapun sampai di rumah, dan Rudra membantu Putri berjalan menuju kamar nya. Saat ingin menaiki tangga..tiba-tiba saja Rasti keluar dari arah dapur dan meminta mereka untuk makan siang bersama.
"Rudra, Putri..makanlah dulu,, aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian" ucapnya.
"kau saja yang memakan nya, dan dengarkan pesan ku ini baik-baik..mulai hari ini dan seterus nya kau tidak usah melakukan apapun di rumah ini untuk kami" kata nya tegas.
"tapi Rudra, aku sudah terlanjur memasak.." lanjut Rasti namun belum selesai melanjutkan ucapan nya Rudra pun langsung membentak nya hingga suara nya itu terdengar oleh Risma yang saat itu berada dalam kamar nya.
"sudah ku bilang kan, kau saja yang memakan nya kenapa kau memaksa?" kata Rudra.
"Ada apa ini Rudra? Rasti hanya meminta mu makan saja kan? lalu kenapa kau harus semarah itu pada nya?" ucap Risma bingung. Namun Rudra tidak menjawab pertanyaan Ibu nya lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka.
"aku tau kau sangat marah pada nya Rudra, tapi saat ini Ibu ada di rumah..apa yang bisa kau jelaskan pada nya saat ini?" ucap Putri perlahan mencoba meredahkan emosi Suaminya.
"yang aku sesali, aku membiarkan mu terus dekat dengan nya..kau sangat baik pada nya Put, kau yang selalu membela nya selama ini..tapi kenapa hati nya begitu busuk" lanjutnya sambil mengepalkan jari-jari tangan nya.
"aku punya rencana untuk membongkar kejahatan nya kepada Ibu.. bukan kita yang akan melakukan nya tetapi dia sendiri yang akan berbicara" ucap Putri yang membuat Rudra penasaran dengan rencana nya.
__ADS_1
ke esokan hari nya, Putri meminjam ponsel Rasti dan beralasan untuk menelpon kakak nya 'Ratu' karena ponsel nya sendiri sedang tidak ada Sinyal. Tanpa Rasti menyadari kalau saat itu Putri sedang mengelabui dirinya, iapun memberikan ponselnya kepada Putri. Setelah berhasil mendapatkan Ponsel itu, Putri pun kembali ke kamar nya lalu kemudian mengunci nya dari dalam agar tidak ada orang yang menggangu nya saat melakukan rencana nya itu. Putri melacak semua dafatr panggilan yang di ponsel nya, hingga ia menemukan nomor telepon yang sering kali menghubungi nya atau yang ia hubungi. Lalu Putri pun menyalin nomor itu ke dalam ponsel nya namun saat ia membuka ponsel nya melihat ada 10 panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak ia ketahui tetapi ia tidak menghiraukan nya saat itu. Setelah ia berhasil menyalin nomor itu, ia pun pergi menemui Rasti untuk mengembalikan Ponsel nya.
"cepat sekali kau menelpon" ucap Rasti curiga.
"kak Ratu tidak mengangkat telepon dari ku" lanjut nya dan Rasti pun percaya.
"oh begitu, baiklah" ucap nya lalu ia pun pergi ke kampus karena ada mata kuliah hari itu.
Beberapa saat kemudian, Putri pun langsung menelpon nomor yang ia salin tadi..setelah berdering tidak lama kemudian salah seorang dari anak buah nya Rasti mengangkat telpon nya.
"aku ingin bertemu" lanjut Putri.
"ada perlu apa? lagi pula saya tidak mengenal mu kenapa saya harus menemui mu?" ucap nya lagi.
"ada pekerjaan untuk mu, jika kau mau temui aku di sebuah Resto xxxxx." lanjut Putri.
"baiklah" lalu ia pun setuju dan menutup telepon nya.
__ADS_1
Hari itu juga mereka bertemu di salah satu Restoran di sana, langsung saja Putri menawarkan kerja sama kepada nya dan satu teman yang lain nya. Begitu terkejut nya mereka saat tau kalau Putri kenal dengan Rasti. Mereka yang belum juga puas atas bayaran Rasti tersebut pun, langsung menerima penawaran itu dengan di bayar 5x lipat dari bayaran Rasti sebelum nya.
"lakukan dengan baik, atau aku dan suami ku Rudra akan melaporkan kalian ke Polisi karena telah menipu keluarga kami" ucap Putri mengancam membuat mereka tidak bisa menolaknya.
"baik Bos" lanjut mereka. Ke esokan hari nya rencana itu pun di mulai. Kedua anak buah Rasti itu menelpon nya kembali untuk bertemu dan meminta uang lagi pada nya. Tetapi Rasti menolak untuk bertemu dengan mereka karena ia sudah tidak ada urusan lagi setelah membayar mereka satu bulan yang lalu. Namun ke dua orang itu mengancam akan menemui Rudra dan Putri dan akan menceritakan semuanya kalau ia tidak mau bertemu dengan mereka, karena Rasti tidak punya pilihan lain akhir nya ia pun mau menemui mereka siang itu,, tanpa sadar kalau Rudra dan Putri sedang mengikuti nya dari jauh.
Sesampainya di tempat pertemuan, Rasti langsung bertemu dengan mereka dan tanpa berkata apa-apa ia pun langsung memberikan amplop berwarna coklat yang berisi banyak uang di dalam nya yang ia berikan pada ke dua orang itu. Dengan cepat Rudra mengambil rekaman video percakapan mereka, kemudian saat Rasti ingin pergi..kedua orang itu pun memancing dirinya untuk berbicara dengan mereka.
"mba Rasti, bagaimana misi mu selanjut nya? apa kau sudah berhasil membunuh Putri? ucap nya.
"Dengar, ini masalah ku tidak ada urusan nya dengan kalian.. kalian hanya ku bayar untuk berpura-pura menjadi pekerja bank yang sudah menarik semua kekayaan ku, dan ku harap berhentilah untuk memeras ku" ucap Rasti yang membuat Rudra dan Putri puas akan jawaban nya untuk menjadi bukti ke dua setelah buku diary itu, sementara bukti ke tiga mereka butuh memulihkan kembali siaran CCTV yang sempat Rasti hapus sebagian rekaman nya. Setelah itu Rasti pun pulang ke rumah sementara Rudra dan Putri pergi ke rumah Fian untuk menjelaskan semuanya.
Sesampai nya di sana, Rudra dan Putri pun mengetuk pintu rumah nya..tidak lama kemudian Pintu nya di buka oleh Fian yang baru saja pulang dari kantor nya, lalu ia mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu sementara itu Fian meminta pembantu nya untuk membuatkan mereka minum.
"Jujur saja aku minta maaf, atas kejadian waktu itu..aku tidak tau kalau Bunga bisa melakukan hal serendah itu padamu" ucap Fian.
"tidak perlu meminta maaf sepupu ku, Bunga tidak bersalah Putri keguguran karena semuanya sudah di rencanakan oleh Rasti" lanjut Rudra membuat Fian sulit untuk percaya kalau orang yang pernah ia sukai itu adalah wanita jahat dan pembunuh. Setelah menceritakan semua nya Rudra pun meminta kepada Fian untuk mencari Bunga bersama-sama karena sudah beberapa hari ini Nomor telepon nya tidak bisa di hubungi dan tidak lama kemudian Rudra dan Putri pun pamit untuk pulang karena hari mulai gelap.
__ADS_1