Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 22. Ratu di buat bingung oleh Galang dan Gilang.


__ADS_3

Pagi ini Putri tidak pergi ke kampus karena tidak ada mata kuliah hari ini, namun ia akan pergi ke kantor untuk itu ia harus berangkat pagi-pagi sekali dan ia harus segera bersiap-siap, setelah ia selesai mandi dan berpakaian ia pun mengingat akan janji nya semalam kepada Mawar yang akan menunjukan Gelang butiran tasbih masa kecilnya itu. kemudian ia pun mencari di setiap sudut dalam kamarnya namun tidak menemukan nya.


"dimana aku menyimpan nya?" gumam nya.


Lalu ia pun keluar dari kamarnya dan melihat ayahnya Jalal sedang bersantai di ruang tamu sembari meminum kopi adalah kebiasaannya tiap hari, Putri mendekati Jalal dan bertanya.


"Ayah! apa kau melihat gelang tasbih ku waktu kecil" kata Putri sambil memeriksa tiap guci yang ada di meja hias dekat nya itu.


"iya ayah menyimpan nya lalu untuk apa Put?" jawabnya.


"aku ingin memesan ulang gelang yang sama ayah, jadi aku perlu gelang itu sebagai contohnya" katanya lagi.


"tunggulah sebentar biar ayah ambilkan" lanjutnya. Kemudian Jalal pun memberikan gelang itu pada nya lalu ia meminta Putri untuk mengoleskan ramuan ke tangannya dan meminum obat sebelum berangkat kerja, Putri pun mendengarkan ayah nya lalu melakukan perintahnya. Setelah itu ia pun berangkat ke kantor, dan seperti biasa, Mawar telah menunggu di depan rumahnya lalu mereka pergi ke kantor bersama dan semakin hari mereka terlihat seperti saudara kandung apapun yang menjadi masalah nya mereka selalu menceritakan nya. Sesampainya di kantor Putri pun turun dari mobil nya lalu pergi ke tempat ruang ganti, sementara Mawar pergi menuju ruangan nya dan di sana terlihat Galang sudah menunggu Mawar dari tadi untuk mengajaknya meeting di luar bersama klien penting. Mereka berdua pun pergi menuju pintu keluar kantor tidak sengaja Putri yang sedang memberihkan kaca melihat mereka tapi kali ini ia bingung dengan pakaian Galang yang seperti seorang bos.


"mau kemana mereka berdua pagi-pagi seperti ini" gumamnya yang tetap membersihkan kaca.


setelah Galang dan Mawar sampai di tempat tujuan mereka pun bertemu dengan klien tersebut orang itu adalah dua orang karyawan yang di utus dari kantor milik Rudra yang akan menanam saham yang sangat besar untuk projek baru yang sedang di jalankan oleh Galang. setelah mereka selesai meeting dua orang itu pun pergi namun Galang dan Mawar tetap berada di tempat itu karena Galang ingin berbicara sesuatu kepada Mawar.

__ADS_1


"May, aku akan di jodohkan dengan orang yang tidak ku kenal, bagaimana menurut mu apa yang harus ku lakukan" katanya meminta pendapat.


"Kamu mencintai Putri kan? maka ikutilah kata hati mu." jawab mawar singkat.


setelah beberapa lama kemudian mereka pun balik ke kantornya pada siang hari dan bertemu dengan Putri yang hendak akan pulang kerja. ia pun menyapa nya lalu bertanya dari mana saja mereka dan Mawar pun menjawab ia mengajak Gilang untuk menemani nya meeting. Putri tidak sempat menyerahkan gelang itu pada Mawar "lain kali sajalah"gumam nya. Lalu kemudian Putri pun pamit pulang dan melanjutkan langkahnya, kemudian Galang menawarkan nya untuk mengantarnya pulang lalu Putri pun membolehkan nya.


sesampainya di rumah Putri , mereka pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan kebetulan Ratu membuka pintu nya karena akan berangkat ke kampus.


"Loh pak Gilang kenapa bisa pulang bersama Putri? bukankah pak Gilang harus ke kampus?" kata Ratu. Pertanyaan Ratu membuat Galang bingung bagaimana harus menjawabnya sementara ada Putri di sana yang hanya tau kalau diri nya bekerja sebagai OB di kantor Mawar.


"maaf pak Gilang, di depan itu mobilnya siapa?" kata Ratu menunjuk mobil di depan rumahnya.


"ya tentu saja mobil saya, lalu siapa lagi?" balasnya. Ratu berpikir " kalau itu mobilnya pak Gilang terus yang waktu itu memakai mobil tua berwarna hitam di kampus siapa?" gumam nya, kemudiaan mereka pun berangkat dan beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun samapi di kampusnya, namun Galang tidak masuk kedalam area kampus ia hanya mengantarnya sampai depan gerbang nya saja.


"Looh Pak! kenapa kita berhenti di sini? kenapa tidak masuk saja pak?" Ratu bertanya dan melirik ke arah Galang.


"kamu masuk duluan saja, saya ada perlu sebentar" alasannya.

__ADS_1


Kemudian Ratu turun dari mobilnya dan masuk dengan berjalan kaki , tidak lama kemudian ia pun tidak sengaja melihat ke arah parkiran disana terlihat sangat jelas kalau Giang baru saja turun dari mobilnya yang berwarna hitam.


"apa-apan ini? ku rasa ada yang tidak beres, kalau itu Pak Gilang lalu yang bersama ku tadi siapa?" ia berbicara sendiri. Karena penasaran ia pun menghampiri Gilang namun belum sempat bertanya, tiba- tiba saja Gilang memarahi nya.


"Ada apa! ada yang perlu kamu bicarakan sampai kamu harus ke parkiran menemui ku? bicaralah akan aku dengarkan" katanya dengan nada tinggi dan pandangan yang sangat tajam.


"ini orang kesambet apaan sh, tadi baik-baikin aku sekarang marah-marah, sebentar pakai mobil bagus, sebentar pakai mobil tua, sebentar berpakaian rapi, sebentar ngga. Aku rasa!aku salah menyukai orang aneh seperti dia" katanya dalam hati lalu pergi tanpa bicara sepatah katapun pada Gilang.


"datang tanpa permisi, pergi tanpa permisi dasar gadis aneh" katanya lagi.


Lalu Gilang pun memasuki ruangan kelasnya dengan jalan di belakang Ratu, karena Ratu sangat kesal ia pun marah-marah sendiri sehingga ia tidak sadar di depan nya akan menaiki tangga. ia tersandung oleh anak tangga dan hampir jatuh telentang, untuk saja ada Gilang yang menahan nya dari belakang. Jantung Ratu berdebar sangat kencang sehingga ia kesulitan untuk mengatur nafasnya.


"Ya tuhan pak Gilang tampan sekali" katanya sambil memandang wajah Gilang.


"ekheeemmmmm!!! sampai kapan akan seperti ini, mau berdiri kembali atau akan ku lepas tangan ku dan kau akan terjatuh" katanya melotot.


"uuuuhhhhhhhhhhhhhhhh!!! rasa nya ingin aku acak-acak wajah nya yang tampan itu, dasar pemarah" sembari melepaskan dirinya dari tangan Gilang.

__ADS_1


__ADS_2