Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 33. Ratu menjadi lebih baik.


__ADS_3

Hari ini Putri di bangunkan oleh suara alarm yang ia pasang tadi malam, ia sengaja bangun lebih awal karena ia akan masuk kuliah kembali hari ini. Ia pun bangun dari tempat tidur nya untuk segera mandi, dan bersiap-siap kemudian setelah nya ia pun pergi ke dapur dan berniat untuk memasak dan mempersiapkan makanan untuk sarapan nya namun di sana terlihat Rudra sedang menyiapkan makanan di atas meja makan kemudian Putri pun menghampiri nya.


"kau bangun secepat ini hanya untuk memasak?" kata nya.


" lalu menurut mu apa?" ucap nya kasar dan pandangan yang kaku.


"bukan apa-apa, itu saja membuat mu marah" lanjut nya.


"aku tidak marah, hanya saja cara bicara ku memang seperti ini" sambung nya mencoba memperlahan kan kembali perkataan nya.


Lalu Rudra meminta nya pun untuk sarapan bersama setelah selesai mereka pun balik ke kamar nya masing-masing untuk mengambil tas nya lalu pergi ke kampus.


"mana kunci motor nya?" ucap Putri.


"untuk apa! kau mau memakai nya lalu kalau ada apa-apa di jalan kau akan merepotkan ku lagi?" jawab nya kesal. Lalu Putri pun menunduk dan terdiam bahkan saat dalam perjalanan pun Putri masih terdiam. Beberapa saat kemudian Putri meminta Rudra untuk menghentikan mobil nya karena ia melihat Ratu yang sedang berjalan sendirian lalu ia pun turun dari mobil nya dan menghampiri Ratu.


"Kak Ratu! kampus kita kan searah bagaimana kalau kakak ikut aku saja" ucap Putri menawarkan tumpangan padanya.


" tidak usah berpura-pura baik, aku bisa sendiri" katanya ketus.


Rudra yang mendengar nya pun merasa jengkel karena ucapan Ratu lalu ia pun meminta Putri untuk masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka dan meninggalkan Ratu sendirian. Sesampai nya di kampus Naura dan salsa terkejut melihat mereka yang seperti kucing dan tikus bisa ke kampus bareng dengan berada dalam satu mobil yang sama, seperti biasa mereka akan menggoda Putri dan Rudra.

__ADS_1


"Ekhemmmm!! ada angin apa nih?" ucap Naura.


"ada angin apa maksud mu?" Rudra bertanya dengan nada tiggi membuat mereka takut.


"tidak-tidak, kita salah bicara! baiklah kita masuk dalam kelas duluan yah" kata salsa gugup lalu pergi namun Rudra menahan mereka dan meminta nya untuk ke kelas bersama Putri.


" Mulai hari ini ku percayakan Putri pada kalian, beritahu aku jika ada seseorang yang mencoba melukai nya" ucap Rudra. Mereka pun mengangguk ia dan melanjutkan langkah nya, sementara Rudra masih berada di parkiran ia dan akan menyusul mereka beberapa saat lagi. Beberapa saat kemudian mereka pun memulai pelajaran nya dan di mintai untuk mengumpulkan tugas yang Dosen nya berikan kemarin namun Rudra tidak memberitahu Putri tentang tugas itu untuk sejenak Putri merasa takut akan di beri hukuman, namun ternyata Rudra telah mengerjakan tugas nya juga akhirnya ia pun lega.


"Terimakasih Bapak Putra Rudra" ucap nya dengan menyebut nama panjang nya.


"Mmm" balas nya.


"pesan dari siapa" ucap Rudra.


"Dari Galang" lanjut nya dan memperlihatkan pesan itu pada nya. Kemudian Rudra meminta Putri untuk menerima ajakan pertemuan nya.


"tetapi aku sangat takut " kata nya.


"kau bersama ku kan? tidak akan terjadi apa-apa" lanjut nya,Setelah Galang mengirim alamat tempat dimana mereka akan bertemu , Rudra dan Putri pun bergegas ke tempat itu dan sesampai nya disana rupanya di sana terlihat Galang yang sedang menunggu kedatangan mereka lalu mereka pun menghampiri nya dan Galang pun meminta mereka untuk duduk.


"ada apa kau meminta kami untuk bertemu" ucap Rudra mengawali pembicaraan.

__ADS_1


"aku sangat mencintai Putri dan untuk itu aku tidak rela dia bersama orang lain, aku pikir setelah melenyapkan kalian aku akan puas tapi aku salah dan sangat menyesal, ku mohon maafkan aku" ucap nya sungguh-sungguh.


"baik lah, ku harap kau benar-benar menyesalinya" lanjut Rudra, tidak lama kemudian mereka pun meninggalkan Galang sendirian di sana dan Kebetulan Ratu melewati tempat itu lalu melihat Galang yang sedang duduk sendirian tidak menunggu lama ia pun menghampiri nya.


"mas Galang, sedang apa di sini?" ia menyapa. kemudian Galang meminta Ratu untuk duduk bersama nya dan mulai menceritakan isi hati nya yang sedang gelisah sementara Ratu memancing-mancing Galang agar tau bagaimana sebenarnya perasaan Galang terhadapnya.


"andai saja sifat mu sebaik dan semandiri Putri mungkin aku bisa menyukai mu namun aku tidak menemukan itu semua dari mu, kau jahat dan iri hati, itu yang membuat ku tidak bisa merasakan cinta mu" Galang mengatakan semuanya dengan jujur. Dan untuk sejenak Ratu merenungi semua kesalahan nya selama ini dan berjanji akan berubah jika Galang mau membukakan pintu hati nya untuk dirinya lalu Galang pu setuju akan hal itu. Dan akhirnya kisah Galang dan Ratu di mulai dari sini. Galang mencoba mempererat tali silatuhrahim dengan keluarga Ratu, semuanya berjalan dengan lancar dan kini selain kuliah Ratu pun sudah bekerja di salah satu Restoran yang ada di Jakarta sementara Galang memberi kesempatan pada ayah nya Jalal untuk bekerja di perusaan nya dan langsung mengangkat jabatan nya sebagai Manajer karena memang sebelum nya Jalal adalah pengusaha yang sangat hebat kemudian Jalah mempunyai ambisi untuk bekerja keras di tempat Galang dan bertujuan untuk bersaing secara sehat sehingga bisa merebut kembali semua yang menjadi milik nya dulu.


Beberapa bulan kemudian, Galang dapat melihat perubahan Ratu yang kini berubah menjadi wanita yang mandiri membuat nya mulai tertarik terhadap Ratu. Dan pada saat itu Galang meminta Ratu untuk meminta maaf kepada Putri untuk semua kesalahan nya namun Ratu pun tidak menolak akan permintaan nya itu. Mereka pun mengundang Rudra dan Putri untuk makan malam bersama di rumah Ratu yang baru karena semenjak Jalal di angkat jadi Manajer mereka pun pindah ke rumah yang lebih besar seperti ukuran rumah nya yang dulu, Sementara pada tempat lain Putri menerima pesan dari Ratu.


" Put, kami sekeluarga mengundang mu makan malam di rumah baru kami" kata nya lalu mengirimkan alamat baru nya.


"baik kak, aku dan suami ku akan ke sana nanti malam" kata Pautri. Kemudian Putri memberi tahu Rudra akan hal itu awalnya Rudra tidak mau kesana karena tidak suka melihat Ratu dan Ibu nya, namun Putri terus saja membujuk nya.


"kalau kau tidak ikut siapa yang akan menjaga ku nanti! jika tiba-tiba saja mereka berbuat jahat pada ku" ucapnya membujuk.


"kau pikir aku bodoh? di sana ada ayah mu kau pasti baik-baik saja" lanjut nya tetap dengan suara kasarnya.


"cobalah mengerti Rudra, aku hanya akan merasa aman kalau kau ada bersama ku" ucap nya.


"baiklah, jangan menangis aku tidak suka melihat nya"

__ADS_1


__ADS_2