
ke esokan hari nya mereka pun pindah ke rumah baru nya yang lebih kecil layaknya kontrakan yang hanya berisikan dua kamar saja, kamar yang satu nya untuk Jalal dan Zahra dan satu kamar lain untuk anak-anaknya . Angin tertiup kencang dari luar menembus lubang-lubang kecil pada tembok itu menambah kegelisahan dan keresahan bagi Zahra serta mata nya yang lembab oleh air mata belum juga kering. Sesekali Jalal menguatkan dan menjanjikan nya bahwa suatu hari nanti akan ada hidup yang lebih indah dari ini "bersabarlah" kata nya sembari merangkul tubuh istrinya yang sedang berdiri di jendela dengan pikiran kosong.
setelah lima bulan kemudian virus covid 19 pun berlalu dan selama lima bulan itu juga Gilang belum pernah melihat Putri lagi, untuk itu hari ini ia mendatangi rumah Putri yang lama namun sesampainya di sana ia tidak menemukan siapapun rumah nya begitu sepi seolah tidak berpenghuni lagi " mungkin saja mereka sedang berlibur keluar kota" pikirnya sambil melangkah mundur dan salah satu tetangga di sekitar nya yang melihat Gilang pun langsung memberi tahu kalau rumah itu sudah lama di kosongkan dan tidak tau mereka pindah kemana. Gilang merasa kebingungan untuk mencari alamat baru mereka sementara beberapa hari sebelum nya ia mencoba menghubungi Rasti dan Putri tetapi tidak satu nomor pun dari mereka yang bisa di hubungi. "kenapa mereka tiba-tiba pindag? dan Putri tidak pernah menceritakan ini" gumam nya iapun langsung kembali pulang ke rumahnya sesampai nya di rumah tidak lama kemudian ponsel gilang berdering terlihat nomor yang tidak di kenal setelah mengangkat nya ternyata yang menelpon nya adalah Dewi. Dewi menceritakan segala nya kepada Gilang dan memberitahukan Alamat baru nya kepada Gilang.
Besoknya Gilang langsung mendatangi rumah baru mereka sesampainya disana ia mengetuk pintu beberapa kali dan tak lama kemudian seseorang dari dalam rumah membuka pintu nya ternyata itu Zahra . Awalnya Gilang tidak di ijinkan masuk oleh Zahra tetapi Ratu yang terlanjur melihat kedatangan Gilang langsung mempersilahkannya masuk dan Ratu menyuguhkan segelas air putih untuk Gilang, ia meminta maaf karna hanya air putih yang bisa ia berikan "Maaf yah Mas" ucapnya singkat.
Zahra menanyakan apa maksud dan tujuan Gilang mendatangi rumah mereka lalu Gilang pun menjelaskan kalau ia ingin menawarkan sebuah kampus yang mungkin cocok dengan Putri. Zahra sangat kesal mendengar ucapan Gilang yang seolah tidak memahami keadaan mereka sekarang.. ..
Zahra ingin membantah omongan Gilang namun Ratu menahan Zahra ia memegang tangan ibunya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan " jangan bu!" seolah memberi nya kode agar ibu nya diam.
__ADS_1
Sikap Zahra yang dulu sangat menginginkan Gilang bersama Ratu kini telah berubah semenjak ia jatuh miskin, sikap nya sedikit kasar dan mudah marah. Ratu pun memiliki sifat yang sama namun bedanya Ratu sampai saat ini masih mencintai Gilang.
Sementara setelah duduk beberapa lama Gilang belum juga melihat Putri ada di rumah " kemana Putri?" Gilang bertanya kepada Ratu sambil melirik ke kiri dan ke kanan.
"Putri sejak dari pagi belum pulang Mas ia pergi melamar kerja" ujar nya.
Tak lama kemudian putri pulang ke rumah ia langsung menghampiri Gilang yang tengah duduk di antara mereka dan bertanya apa tujuan nya menemui Putri lalu Gilang pun memberitahu Putri tentang kampus yang ia tawarkan tetapi Putri menolak karena dengan kondisi keluarga nya sekarang tidak memungkinkan kalau ia harus kuliah, " Biarkan kak Ratu saja yang melanjutkan kuliahnya" pikirnya.
Kemudian Gilang berpamitan dan memikirkan bagaimana caranya untuk membantu Putri agar ia dapat melanjutkan pendidikannya. Sebenarnya ia ingin membantu Putri dengan menanggung biaya kuliahnya tetapi ia tidak ingin Putri tersinggung dan merasa hutang budi terhadapnya. Karena sebenar nya Gilang juga dari kalangan orang kaya namun semua orang mengetahui kalau ia hanyalah Guru honor sedangkan sebenarnya yang berkewajiban menjadi Guru honor itu adalah saudara kembarnya bukan dirinya saudara kembar nya itu bernama Gilang sedangkan nama ia sebenarnya adalah Galang, karena wajah mereka sangat mirip maka tidak ada satu orang pun yang menyadari kalau Gilang itu adalah Galang bukannlah Gilang dan sebenarnya yang galak itu adalah sifat Gilang bukan dirinya, Galang hanya meniru sikap adiknya itu agar penyamarannya sempurna, namun saudara nya itu kini masih terbaring di rumah sakit selama hampir satu tahun ia mengalami koma setelah mengalami kecelakan ketika ia mengikuti lomba MMA .
__ADS_1
sementara Galang sendiri sebenarnya berprofesi sebagai Direk**tur utama di perusahaannya yang ia bangun sendiri, dan kedua orang tuanya pun masih lengkap. Selama Gilang sakit Galang begitu lelah karena harus berperan sebagai Gilang dan dirinya, itulah sebabnya mengapa Putri bingung kenapa Guru galaknya bisa menyukai diri nya sedangkan yang ia tau Gilang itu tegas dan sangat galak.
Dulu Gilang sempat bercerita kepada Galang tentang Putri bahwa Putri adalah satu-satunya murid yang berani menentang dirinya ketika ia marah, Gilang sangat mengagumi Putri karna kepintaran nya namun bukan berarti ia menyukai nya. Karena rasa penasaran itu Galang juga ingin tahu seperti apakah Putri itu akhirnya benar dengan semua yang di ceritakan Gilang terhadapnya. Galang menahan perasaan nya terhadap Putri dan memutuskan memilih untuk memendam perasaannya karena ia takut sifat lembut asli nya terlihat dan penyamaran nya terbongkar sia-sia.
Namun sekian lama nya ia memendam perasaan itu akhir nya ia memberanikan diri untuk menembak nya dan ingin jujur siapa dirinya sebenarnya tetapi sebelum ia berhasil mengungkapkan nya malah Putri meminta nya untuk menerima perasaan kakak nya Ratu. Kini semakin sulit ia ingin dekat dengan Putri, ia tidak tau harus bagaimana dan berbuat apa sebab ia pun tidak pandai merayu dan mencari-cari alasan.
Kini ia hanya bisa berharap semoga Gilang bisa sembuh dari koma nya agar ia dengan mudah membuka penyamarannya .
keesokan hari nya Galang pergi ke kantor. karena Asisten nya butuh tanda tangan Galang untuk penerimaan pekerja baru. Kebetulan sekali salah satu orang yang melamar di perusahaan nya itu adalah Putri. Sesampainya Galang di kantor ia pun turun dari mobil nya dengan memakai kacamata hitam dan gaya rambut yang berbeda dan langsung masuk kedalam perusaan milik nya. Putri yang akan mengikuti Interviu hari itupun langsung masuk ke dalam perusahaan yang sama dia ia tidak sengaja melihat Galang dari jauh yang di pikirnya Gilang itu.
__ADS_1
"kenapa Pak Gilang ada di sini dan pakainnya rapi sekali? apa mungkin ia juga melamar kerja di sini?" Gumam nya..