Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 49. Bara meninggal dunia.


__ADS_3

Siang itu, Saat Risma duduk dengan Putri tiba-tiba saja ia dapat telepon dari Rasti, ia memberi tahu Risma kalau ayah nya kecelakaan mobil kemarin pagi dan sekarang masih berada di rumah sakit, namun luka nya cukup parah sehingga ia belum juga sadar diri. Lalu Risma pun bergegas untuk ke rumah sakit karena biar bagaimana pun mererah pernah menjadi bagian dari hidup nya dulu.


"kau akan pergi ke mana buk?" ucap Putri.


"ibu akan ke rumah sakit, ayah nya Rasti kecelakaan , ,tapi jika ku pergi siapa yang akan menemani mu di rumah?" kata nya.


"tidak apa-apa Bu, sebentar lagi bi Inah juga pulang" ucap nya dan membiarkan Risma Pergi.


Saat Risma menunggu Taxii depan pagar rumah nya, tiba-tiba saja sebuah mobil mewah berhenti di depan nya, kemudian orang dalam mobi itu turun dari mobil nya dengan memakai pakaian serba hitam dan menghampiri Risma.


"maaf kau ini siapa? kenapa berhenti di depan ku?" ucap nya penasaran, lalu orang itu membuka kacamata nya membuat Risma terkejut ternyata ia adalah keponakan nya, anak dari kakak perempuan nya.


"Aku Fian bi, apa bibi masih ingat?" ucap Fian yang dulu pernah menjadi partner kerja Ratu saat di Surabaya.


"keponakan kuuuu" lalu memeluk nya dan menanyakan kabar ke dua orang tua nya namun Fian memberitahu nya kalau mereka sudah lama meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di rumah nya dulu dan hanya ia yang bisa melarikan diri saat itu, dan ia sedang ada proyek di Jakarta jadi ia tinggal di sana untuk sementara sampai proyek nya itu selesai di kerjakan.......Karena sudah lama menunggu Taxii namun belum muncul juga akhir nya ia meminta tolong pada Fian untuk mengantar nya ke rumah sakit, lalu Fian meminta nya untuk masuk ke dalam mobil lalu mereka berangkat ke sana.


Sesampai nya di rumah sakit, terlihat Rasti sedang duduk sendirian di depan ruangan sana. Risma pun menghampiri nya dan Rasti langsung memeluk nya ketika melihat ibu tiri nya itu lalu menangis karena ia saat ini sudah tidak punya keluarga yang lain selain ayah nya dan Risma merkipun kini mereka telah bercerai namun Rasti tetap menganggap Risma sebagai Ibu nya. Sementara mata Fian masih terus memandang wajah Rasti yang mirip dengan calon istri nya dulu, yang telah meninggal dunia karena kecelakaan maut saat hendak pergi ke gedung pernikahan nyanya.


"tenanglah sayang, ada ibu di sini" ucap nya sembari mengusap air mata Rasti.


"apa dia anak mu bibi" ucap nya penasaran.

__ADS_1


"nama nya Rasti, dia anak tiri ku" lanjut nya, membuat nya masih tidak percaya bisa bertemu dengan orang yang benar-benar sangat mirip dengan kekasih nya itu.


Beberapa saat kemudian, saat mereka menemui Bara dalam ruangan, tidak lama kemudian ia pun telah sadar dari koma nya. Ia membuka mata nya dan melihat ada Risma di sana. Bara meminta Risma untuk menjaga dan merawat Rasti anak satu-satu nya itu karena ia merasa sudah tidak kuat lagi.


"kau jangan berbicara seperti itu Mas, Rasti sangat membutuhkan mu.. kamu harus kuat" ucap nya namun beberapa saat Bara menghembuskan nafas terakhir nya dan membuat kesedihan Rasti pecah dalam ruangan itu.


"Bangun ayah.....jangan tinggalkan aku sendirian" kata Rasti berteriak dan terus memanggil ayah nya berharap Bara kembali hidup. Setelah itu Risma pun meminta bantuan kepada pihak rumah sakit untuk mengurus jenazah nya untuk di pulangkan ke rumah nya.


Sesampa nya di rumah Bara, mereka menurut kan jenazah nya dan akan langsung memakam kan nya hari itu juga, sementara itu Risma menghubungi Putri dan memberitahu nya kalau ayah nya Rasti telah meninggal dunia.


" Inalillahi waina illahi rodziiun....." ucap Putri dalam via telepon tersebut, lalu tidak lama kemudian Risma pun menutup telepon nya karena akan segera pergi mengantar jenazah ke pemakaman. . .


Sementara hari sudah sore dan akan mulai gelap, Rudra pun pulang dari kantor nya dan menemui Putri yang sedang merapikan kembali baju Mawar yang ia pakai dua hari ini. Rudra menanyakan keberadaan ibu nya lalu Putri memberitahu Rudra kalau ibu nya sedang berada di rumah Rasti dari sejak pagi.


"ada perlu apa ibu ke sana?"


"Ayah nya Rasti meninggal dunia Rudra" ucap nya.


"tetapi kenapa ibu tidak mengabari ku dulu sebelum kesana?" ucap nya lagi.


" ku mohon mengertilah Rudra, jangan gunakan ego mu untuk hal sepenting ini" lanjut nya kesal. Rudra tidak suka kalau ibu nya menemui Bara atau pun Rasti, namun karena Rasti sedang berduka jadi ia mencoba untuk mengerti nya. Lalu kemudian Rudra meminta Rasti untuk bersiap- siap dan akan kembali ke rumah nya, Rudra dan Putri pun berpamitan ke pada bi Inah.

__ADS_1


"sering-saring datang ke sini yah non" ucapnya sembari memeluk Putri.


"baiklah bi, ku harap jaga diri mu baik-baik" ucap nya lalu pergi menuju arah mobil kemudian mereka berangkat. Sesampai nya di rumah Putri langsung mengajak Rudra untuk membicarakan sesuatu di dalam kamar nya.


" Rudra, sekarang tidak akan ada yang mengurus perusahaan lagi, aku harus bagaimana " ucap nya.


"pengecara Mawar pasti akan memberikan semua tanggung jawab itu pada mu, dan kau yang akan mengelola nya" kata nya.


"tapi saat ini aku sedang hamil kan?" sambung nya.


"Ya, kamu tidak perlu ke kantor dari Pagi hingga sore.. kamu cukup memantau nya beberapa jam saja,sekedar untuk memeriksa pemasukan dan pengeluaran saja kemudian kamu pilih orang kepercayaan kakak ipar untuk menjadi tangan kanan mu selama kau tidak ada di kantor" ucap nya memberi saran.


"baik lah sayang, terimakasih" kata nya, lalu Rudra merangkul Putri dengan kedua tangan nya.


Beberapa saat kemudian Bunga pun memanggil mereka untuk makan malam karena semua nya sudah ia siapkan di atas meja, Lalu mereka pun menuju meja makan. Tidak lama kemudian, saat mereka telah selesai makan malam Putri pun menelpon ibu nya dan memberitahu kalau mereka sudah pulang ke rumah nya agar ia nanti tidak pulang ke rumah Mawar dan ia memohon maaf pada Rasti karena tidak bisa ke rumah nya.


Sementara di rumah Bara, Risma tidak tega membiarkan Rasti untuk hidup sendirian karena ia adalah anak tunggal dan sangat manja. Risma pun berniat untuk mengajak nya tinggal bersama mereka di rumah Rudra, Rasti sangat senang jika ia bisa tinggal satu atap dengan Rudra karena sampai saat ini ia masih mencintai nya.


Sedangkan Fian berniat untuk pindah ke Jakarta setelah melihat Rasti, karena tiba-tiba saja ia merasa jiwa nya hidup kembali setelah sekian lama mati karena di tinggal oleh kekasih nya untuk selama-lama nya.


Mohon maaf untuk keterlambatan episode nya guys........Terimakasih.!!!!!

__ADS_1


__ADS_2