Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 25. Putri di kunci dalam Gudang.


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Putri dan Galang berjanjian untuk bertemu dan pagi nya Putri langsung menemui Galang pada suatu tempat, sesampai nya di sana rupanya Galang sudah datang terlebih dahulu dengan memesan dua gelas minuman yang ada di depan nya. Putri pun langsung menghampiri nya dan duduk di bangku yang ada di depan Galang, setelah beberapa lama mereka berbincang Galang pun kembali mengungkapkan isi hati nya kepada Putri dan ia harap Putri akan memahami perasaan nya lalu menerima nya. Karena sekarang Ratu sudah di jodohkan dengan Galang dan Ibu nya pun tidak suka Gilang bersama Ratu jadi menurut Putri sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak Galang sementara ia tidak ingat bahwa Rudra pernah mengingatkan nya supaya jangan terlalu percaya pada Galang. Dan hari ini mereka resmi berpacaran di atas semua kebohongan yang di miliki oleh Galang, Putri sangat merasa bahagia sekali saat itu Galang mengajak nya jalan-jalan dan berbelanja.


"Mas mobil hitam mu yang dulu kemana?" kata Putri saat dalam perjalanan Pulang.


"oh mobil itu, sudah saya jual Put" jawab nya. Lalu Putri pun percaya akan perkataan nya itu, beberapa lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah nya Putri dan langsung masuk ke dalam rumah. Zahra yang sedang duduk di ruang tamu sangat heran dengan beberapa belanjaan yang ada di tangan Putri.


"kau belanja banyak hari ini Put? lagi banyak duit? " kata Zahra menyindir.


"mas Gilang yang membelikan nya bu" lanjut Putri lalu mempersilahkan Galang untuk duduk. Tidak lama kemudian Ratu pun keluar dari kamarnya lalu menghampiri Galang, sementara Putri datang kembali setelah selesai membuatkan nya kopi. Setelah beberapa saat kemudian Galang pun berpamitan untuk pulang tiba-tiba saja Jalal yang baru saja selesai mandi keluar dari kamarnya lalu menyapa Galang.


" eeeehhh nak Gilang! cepat bangat Pulang nya, santai saja lah dulu jangan buru-buru" katanya Jalal.


"saya harus pulang pak, Ibu sedang menunggu ku di rumah" lanjutnya. Kemudian Galang pun langsung pulang dan Putri masuk kedalam kamarnya sementara menunggu waktu siang untuk pergi ke kampus. Beberapa saat kemudian Putri pun mandi lalu bersiap-siap untuk ke kampus, setelah sampai di kampus Putri pun lansung masuk ke dalam kelas nya dan Rupa nya sudah ada Dosen disana. Ia tadi kesiangan karena harus naik angkot dari rumah nya hingga ke kampus karena sudah tidak ada lagi Mawar yang mengantarkan nya, lalu ia pun di persilahkan masuk oleh Dosen nya dan meminta nya untuk segera duduk. Putri pun berjalan menuju bangku nya dan melempar senyum kearah Rudra namun ia tidak menanggapi nya setelah itu Dosen meminta mereka untuk mengumpulkan tugas kelompok yang di berikan kemarin. Sementara hari itu Rasti sangat marah kepada Putri karena ia semakin dekat dengan Rudra dan kemarin juga sempat melihat mereka jalan berduaan sehingga ia dan kedua teman nya menyusun rencana untuk mengurung Putri pada sebuah gudang yang tidak mempunyai lampu yang ada di kampus nya. Setelah jam istrahat berbunyi semua siswa pun keluar dari ruangan tersebut, namun saat Putri hendak keluar dari ruangan tiba-tiba saja Putri di panggil oleh ke dua teman Rasti dan memberi tahu bahwa Dosen tadi meminta nya untuk pergi mengambil cangkul yang ada di dalam gudang. Lalu Putri pun pergi ke sana dan setelah masung ke dalam gudang yang sangat gelap itu Rasti pun mengunci pintu nya dari luar.

__ADS_1


"Tolooooooonnnnnggggg! kenapa kau mengunci ku dari luar." kata Putri berteriak.


"diam! anggap saja ini hukuman bagi mu karena telah berani mendekati Rudra ku" sambung Rasti.


"keluarkan aku Ras, aku tidak mendekati Rudra percayalah" lanjut nya.


"omong kosong" . sambung nya lalu pergi meninggalkan Gudang itu. Sementara waktu istirahat pun telah selesai mereka semua kembali masuk kedalam Kelasnya namun Putri tidak balik-balik juga sementara Rasti perlahan bangun dari bangku nya lalu duduk di bangku Putri sembari senyum bahagia karena berada di samping Rudra.


"hay" kata Rasti menyapa Rudra yang tengah menulis catatan di buku nya.


" Toloooooooooonggggg, toloooooonnnnnng!! di dalam sini sangat gelap aku sangat takut" kata nya sambil menangis yang tiada henti.


"Putri! menjauhlah dari pintu aku akan mendobrak nya" kata Rudra setelah beberapa saat kemudian ia pun berhasil membuka pintu nya dan melihat wajah Putri yang sangat ketakutan, lalu Putri pun berlari ke arah Rudra dan memeluk nya sangat kuat dengan tubuh yang kian bergetar.

__ADS_1


"Aku takut gelap Rudra, aku kesulitan bernafas" kata nya tetap menangis.


"tenangkan diri mu, ada aku di sini, kamu tidak perlu takut lagi" kata Rudra menenangkan dirinya dan mengelus-elus rambut Putri. Putri sudah tidak kuat untuk berjalan karena tubuh nya lemah dan terlalu lama di dalam gudang sehingga pernapasan nya terganggu akhirnya Rudra pun menggendong Putri dan membawa nya ke mobil. Putri pun memegang kerah baju Rudra karena takut jatuh saat di gendong, itu adalah kebiasaan nya dari kecil.


Sesampainya di mobil Rudra pun membuka pintu mobil nya dan membantu Putri duduk dan memakai nya sabuk pengaman. "tenang lah tidak akan terjadi apa-apa" kata Rudra sembari mengusap air mata nya Putri yang masih saja berlinang. Dan Putri pun menganggukkan kepala nya, dalam perjalanan Rudra bertanya kepada Putri siapa yang melakukan ini pada nya tetapi Putri tidak menjawab apa-apa, namun Rudra mengetahui bahwa ini semua adalah perbuatan Rasti karena ia curiga saat Rasti senyum-senyum sendiri lalu duduk di bangku Putri.


"kali ini akan ku lepaskan kau Ras, tapi lain kali jika kau berani menyakiti Putri akan ku buat perhitungan dengan mu." gumam nya menunjukan wajah yang sangat marah. Rudra kini bersikap seakan-akan ia takut akan kehilangan Putri, Rudra merasa kalau ia sudah mulai menyimpan perasaan terhadap Putri namun raga nya tidak mau mengakui akan hal itu dengan sekuat tenaga ia menjauhkan perasaan nya itu karena ia berpikir semua wanita itu sama dan ia takut kalau suatu saat orang yang sayang padanya pergi meninggalkan nya lagi. Beberapa lama kemudian mereka pun sampai di rumah Putri dan Rudra menggendong Putri kembali ke dalam rumah nya, ia mengetuk pintu lalu di buka oleh Dewi.


"Kak putri kenapa?" katanya khawatir, lalu meminta Rudra untuk langsung mengantar Putri ke dalam kamar nya dan membaringkan nya ,


"beristirahatlah aku akan pulang" kata nya sembari menyelimuti Putri. sedangkan Dewi memperhatikan tingkah Rudra yang begitu perhatian pada Putri, lalu Dewi tersenyum, kemudian Rudra menyadari bahwa sudah ada Dewi di sana.


"tolong gantikan pakaian Putri nanti, aku pulang dulu" kata nya dengan suara datar dan kaku.

__ADS_1


" baiklah kak, terimakasih tapi nama kakak siapa?" lanjut nya.


"Rudra". lalu ia keluar dari rumah Putri lalu pulang.


__ADS_2