Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 88. Putri jatuh dari tangga.


__ADS_3

satu jam kemudian mereka pun selesai makan malam Rudra memanggil pelayan restoran itu dan membayar makanannya setelah itu mereka pun langsung pergi dari sana lalu pulang. sesampainya di rumah mereka pun langsung masuk ke kamar masing-masing sementara Putri membuatkan susu untuk Indah sebelum ditidurkan nya. tidak lama kemudian Angel pun kembali keluar dari kamarnya karena iya lupa apa ma masak nasi untuk besok pagi agar tidak terlalu repot menurutnya. namun ia terkejut setelah melihat putri yang sedang membuatkan susu formula untuk indah di sana ia pun menghampiri lalu bertanya kepada putri kenapa ia tidak memberikan ASI saja kepada Indah padahal umurnya baru saja 1 tahun dan tentu saja ASI lebih membantu pertumbuhannya.


"maaf Mbak kenapa Mbak Putri memberikan Indah susu formula apa Mbak tidak mempunyai ASI" tanya Angel penasaran.


"iya Angel,, aku tidak memiliki ASI makanya aku membuatkan dia susu formula sebagai pengganti ASI dariku" lanjut Putri terpaksa berbohong karena ia tidak ingin orang lain tahu bahwa Indah sebenarnya adalah anak angkatnya.


kemudian Angel pun paham dengan perkataan Putri sehingga ia kembali meminta maaf karena sudah lancang menanyakan itu padanya namun Putri tidak masalah akan hal itu Dan ia pun berkata " tidak apa-apa"


lalu Angel pun pergi untuk mengambil beras.


"apa kau akan masak nasi" Putri bertanya padanya.


"iya Mbak saya takut besok bangunnya kesiangan makanya saya masak nasi dulu dan besoknya tinggal memasak lauknya" ucap Angel.


"tidak apa-apa masaknya besok saja jika kau kesiangan maka aku yang akan memasaknya" lanjut Putri lalu Angel pun kembali menaruh wadah yang ingin di ambilkan nya beras tadi.

__ADS_1


tidak lama kemudian setelah Putri selesai membuatkan susu untuk Indah Ia pun pergi ke kamar dan di dalam sana terlihat Rudra yang sedang asyik bermain dengan anaknya,, canda tawa mereka membuat hati Putri terasa tenang dan berharap kebahagiaan selalu mewarnai kehidupan mereka. ia tidak bisa membayangkan jika suatu saat nanti ketika Indah besar dan tau semuanya lalu pergi meninggalkan mereka. iya pun melangkahkan kakinya dengan pelan saat menghampiri mereka kemudian menyerahkan susu yang ia bawa kepada Rudra untuk diberikan kepada indah lalu ia duduk di samping mereka dengan pandangan yang seolah takut kebahagiaan mereka akan berubah menjadi sebuah kesedihan suatu saat nanti beberapa saat kemudian Rudra pun melirik ke arah Putri lalu ia melihat raut wajah istrinya yang sedang murung itu seperti sedang yang menyembunyikan sesuatu darinya.


"ada apa sayang? sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu" ucap menepuk pundak nya.


"suatu saat nanti ketika Indah besar ia pasti akan mengetahui jati dirinya kalau ia bukanlah anak kandung kita Rudra bagaimana jika iya pergi dari kehidupan kita?!" lanjut Putri membalas tatapan Rudra.


"itu tidak akan pernah terjadi, kasih sayang dari kita tidak akan membuatnya pergi dari kehidupan kita" lanjut Rudra berusaha menenangkannya lalu Putri meneteskan air mata nya sehingga sedikit membasahi baju Rudra.


tidak lama kemudian Indah pun tertidur seusai meminum susu yang diberikan oleh Rudra tadi lalu ia menggendongnya kemudian memindahkannya ke dalam kamarnya setelah itu ia kembali masuk kedalam kamar mereka.


"kupikir kau masih tidur!" ucap Rudra sembari membuka lemari pakaiannya.


"maafkan aku karena bangunnya terlalu siang " lanjut Putri kemudian ia mengingat bahwa semalam Angel tidak jadi memasak karena dilarang olehnya akhirnya iapun keluar dari kamar dengan sangat terburu-buru agar menyiapkan sarapan untuk Rudra dan Risma hingga ia terjatuh saat turun dari tangga menuju lantai bawah tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dan benturan.


"Aaaaaaaaaaarrrrkkkkkkk" teriakan Putri hingga semua orang di rumah itu mendengarnya lalu Rudra yang baru saja selesai memakai baju pun langsung keluar dari kamarnya dan memeriksa dari mana asal suara itu ketika ia berjalan menuju tangga ia melihat putri yang sudah tergeletak di lantai bawah dengan cepat Ia berlari saat itu kemudian mengangkat Putri yang sudah pingsan. dengan rasa panik Rudra berteriak memanggil Risma dan Angel lalu ia meminta Angel untuk mengambilkan nya konci mobil yang ada pada lanci di dalam kamar mereka kemudian ia pun pergi mengambilnya. setelah Angel kembali Rudra memintanya untuk membukakan pintu mobilnya lalu ia membawa Putri ke Rumah sakit bersama Risma yang kebetulan memang akan pergi bekerja sesampainya di rumah sakit Risma yang langsung turun tangan menangani menantunya itu.

__ADS_1


dan setelah beberapa saat kemudian Risma keluar dari ruangannya dan menemui Rudra yang sedang duduk dengan rasa kepanikan nya di depan ruangan itu.


"bagaimana keadaan Putri Bu apa ada luka yang parah?" ucap Rudra dengan raut wajah cemas.


"terjadi benturan sangat keras pada bagian perutnya Rudra, sebaiknya kau berdoa saja semoga rahimnya Putri baik-baik saja" ucapan Risma semakin membuat Rudra tidak tenang.


"tolong lakukan yang terbaik Bu aku tidak ingin rahimnya diangkat sehingga ia akan merasa bersalah seumur hidupnya karena tidak bisa memberi anak untukku dan cucu untukmu" lanjut Rudra lalu menangis.


"Ibu pasti akan melakukan yang terbaik untuk Putri" ucap Risma lalu pergi meninggalkan Rudra sendirian.


beberapa saat kemudian terdengar suara panggilan masuk dari ponsel miliknya Rudra mengambil ponsel yang berada dalam sakunya dan mengangkat panggilan dari Rindu. Rindu bertanya apakah iya masuk ke kantor hari ini atau tidak namun Rudra mengatakan padanya kalau hari ini dan beberapa hari kedepan ialah yang akan menghandle semua kerjaan di kantor dan ia pun memberitahu kepadanya kalau Putri kecelakaan dan ia harus berada di rumah sakit untuk menemaninya. mendengar ucapan Rudra Rindu pun merasa sangat senang sekali ia berkhayal jika putri tiada maka ia lah yang akan menggantikan posisinya sebagai nyonya Rudra khayalan nya itu mengganggu pikirannya sehingga ia tidak sadar bahwa ponselnya masih tersambung.


"Baguslah kalau begitu" ucap Rindu pelan.


" baguslah apa maksudmu?" kata Rudra sedikit membentak.

__ADS_1


" tidak pak, maksud ku file yang baru saja ku terima dari salah satu karyawan kita isinya bagus dan tersusun rapi" Rindu mengalihkan pembicaraan lalu Rudra meminta maaf kemudian menutup telponnya dan ia menelpon kakak Iparnya Mawar untuk segera ke rumah sakit.


__ADS_2