Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 42. Risma tinggal di rumah Rudra.


__ADS_3

Setelah Rudra kembali ke rumah, ia melihat Bunga dan Putri sedang mengobrol dan terlihat seperti nya begitu akrab. Ia mengucap salam saat masuk ke dalam Rumah dan akan menuju kamar nya namun Putri memanggil nya karena sudah dari tadi ia menunggu nya untuk makan malam bersama. Lalu mereka pun menuju meja makan sementara Bunga akan melanjutkan kembali pekerjaan nya, namun Putri memanggil nya untuk makan malam bersama awal nya Bunga menolak namun pikir nya " mungkin aku bisa lebih dekat dengan mereka kemudian bisa mendapatkan Rudra ku kembali" gumam nya.


Kemudian ia pun duduk di samping Rudra namun Rudra merasa tidak nyaman Bunga duduk di sana. Ia pun meminta Bunga untuk duduk di samping Putri namun Putri membantah.


"sudah tidak apa-apa ko sayang" ucap nya tulus tanpa curiga pada Bunga.


kemudian makan malam pun selesai mereka masuk ke dalam kamar nya sementara Bunga membereskan meja makan. Di dalam kamar Rudra mengajak Putri untuk berbicara mengenai Bunga, ia menceritakan semuanya tentang Bunga dan diri nya yang pernah menjalin hubungan persahabatan dari kecil.


"lalu apa masalah nya?" ucap Putri merasa bingung dengan sikap Rudra.


"dari tingkah nya seperti nya dia menyukai ku" kata Rudra membuat Putri tertawa.


"ada-ada saja, jangan cepat berprasangka buruk pada orang itu tidak baik sayang" ucapnya sembari menyubit hidung Rudra.


kemudian Putri bersiap-siap untuk tidur, sementara Rudra pergi ke ruangab kerja nya karena ada beberapa File yang harus ia selesaikan, Ruang kerja Rudra berada di lantai bawah tanah dan saat itu waktu menunjukan pukul:10 malam, ia masih menyelesaikan pekerjaan nya. Sementara tadi Bunga yang melihat Rudra ke arah ruang kerja nya mempunyai kesempatan untuk mendekati Rudra dengan berpura-pura baik membawakan nya secangkir kopi hitam kesukaan Rudra, dan beberapa saat kemudian Bunga mengetuk pintu ruang kerja Rudra.


"siapa?" ucap nya melirik ke arah pintu lalu membuka dan ia melihat Bunga.


"saya hanya membawakan kopi ini untuk mu Mas" kata nya tersenyum dengan niat licik nya.


"letakkan saja di atas meja kerja ku, istirahat lah" lanjut nya.

__ADS_1


"apa kau tidak membutuhkan seorang teman?" ucap nya lagi.


"tidak" kata nya singkat, lalu Bunga pun pergi dari sana sementara Rudra yakin kalau Bunga sedang berusaha mendekati nya. Setelah selesai dengan pekerjaan nya Rudra pun kembali ke kamar nya untuk tidur.


ke esokan hari nya, Rudra dan Putri tengah duduk di ruang tamu kemudian Rudra memberitahu Putri kalau kemarin ia bertemu dengan Rasti, dan ia memberitahu kalau Bara dan Ibunya sudah bercerai.


"Ibu pasti melakukan nya demi mu Rudra" ucap nya sembari memegang pipi Rudra dengan kedua tangan nya lalu tersenyum.


" itu tidak ada kaitan nya dengan ku" kata nya dan melepas tangan Putri dari pipi nya dan duduk membelakangi Putri.


Tidak lama kemudian Risma mendatangi rumah Rudra dan mengetuk pintu nya beberapa kali setelah itu Bunga membuka nya dan sangat terkejut melihat ibu nya Rudra kembali. Ia pun langsung mempersilahkan nya untuk masuk dan menemui Rudra dan Putri di ruang tengah.


"Ibu sekarang tinggal dimana? bagaimana kalau ibu tinggal saja di sini bersama kami" ucap Putri lagi, membuat Rudra memandang ke arah nya dengan raut wajah yang seolah tidak setuju dengan apa yang di kata kan oleh istri nya itu.


"Tapi....." ucap Risma belum selesai mengatakan nya.


"Rudra pasti setuju bu, kau kan ibu nya" lanjut Putri membuat Rudra semakin kesal pada nya namun Putri bersikap santai tanpa menghiraukan Rudra saat itu.


Dan hari itu juga Risma tinggal bersama mereka ia kembali tidur di kamar nya yang dulu. Putri menemui nya di kamar nya dan mengatakan kalau ia sangat bahagia melihat seorang Ibu dan anak kembali tinggal dalam satu atap.


"terimakasih nak, untuk semua perjuangan mu mempersatukan kami kembali" ucap nya.

__ADS_1


"jangan bicara seperti itu bu, kau mertua ku jadi ku rasa sudah menjadi tugas ku untuk membuat keluarga ku bersatu kembali" ucapnya meneteskan air mata lalu Risma memeluk nya ia sangat beruntung memiliki Menantu yang baik seperti Putri.


kemudian Putri mengajak mertua nya untuk makan siang bersama, sementara Rudra sudah lebih dulu berada di meja makan. saat akan pergi ke sama tiba-tiba saja Putri menyenggol sebuah Guci hias di depan ruang makan, dengan cepat Risma mengumpul kan pecahan guci itu dan tangan nya tergores oleh pecahan itu , melihat tangan Risma terluka dan mengeluarka darah Rudra pun berlari ke arah nya dengan berteriak menyebut nama "Ibu" dan meminta Putri untuk mengambilkan nya obat di dalam kamar nya sementara ia berusaha menahan darah yang tetap saja mengalir.


"kau memanggil ku (Ibu)? sebutlah lah sekali lagi Rudra aku rindu kau memanggil ku dengan kata Ibu, sekali saja" ucap nya meneteskan air mata.


"Ibu.... ,ibu....,ibu" ucap nya, tak lama kemudian Putri pun datang membawa obat nya lalu ia memberikan pada Rudra dan langsung mengobati nya. Setelah itu Risma memandang Rudra dengan penuh kasih sayang serta kerinduan nya selama bertahun-lalu lalu ia memeluk Rudra dengan kuat.


"lain kali jangan terburu-buru seperti ini bu" ucap Rudra pada nya sementara Putri tersenyum bahagia melihat Rudra nya kembali menerima Ibu nya. Kemudian mereka kembali menuju meja makan untuk makan siang. Meskipun Rudra sudah mengakui ibu nya kembali namun tetap saja sikap nya masih terlihat sangat kaku pada Risma. setelah makan siang selesai mereka pindah ke ruang tamu untuk mengobrol dengan Risma dan melepaskan kerinduan Risma dengan memandang wajah Rudra sepuas nya.


Tidak lama kemudian, Rudra pun akan pergi ke kantor nya. . karena ada berkas penting yang harus ia tanda tangani. Lalu Putri pun menyiapkan pakaian nya untuk ia pakai, setelah bersiap-siap ia pun akan pergi ke kantor namun saat keluar dari kamar, Bunga melihat Dasi yang di pakai Rudra belum rapi dan ia berniat untuk membetulkan nya, ia mendekati Rudra dan langsung memegang dasi nya tak lama kemudian Putri datang lalu melihat nya.


"ekheeemmmmm..... biar ku saja yang merapikan nya, lanjutkan pekerjaan mu yang lain" ucap nya.


"baik mba, tolong maaf kan saya" ucap nya kembali lalu pergi.


Putri pun merapikan dasi Rudra setelah itu membiarkan nya untuk pergi ke kantor, sementara ia kembali menemui Ibu nya di ruang tamu.


"apa kau bahagia bersama Rudra" ucap Risma pada nya.


"tentu saja bu, karena ia adalah orang yang sangat baik" balas nya.

__ADS_1


__ADS_2