
tidak lama kemudian setelah Rudra masuk ke dalam kamar Putri pun ikut menyusunnya dan terlihat disana Rudra sedang memainkan laptopnya di atas tempat tidur Rudra saat itu sadar bawa Putri sudah berada di dalam sana namun ia berpura-pura tidak melihatnya dan tetap saja fokus pada laptopnya kemudian Putri mencoba menarik perhatian Rudra dengan berbagai tingkah namun tetap saja Rudra tidak melirik ke arahnya lama-kelamaan Putri pun merasa jenuh dan kesal karena Rudra balik dingin terhadapnya akhirnya Putri menyerah lalu mendekati Rudra kemudian bertanya kenapa apa ia pergi tanpa pamit dan pulang tanpa menyapa namun Rudra tetap saja diam tanpa menjawab pertanyaan dari Putri.
"aku minta maaf Rudra" kata Putri.
"maaf untuk apa? kau tidak salah" lanjut Rudra.
"karena telah menuduhmu menghianatiku, tetapi tolong jelaskan mengapa bekas lipstik itu ada pada kemeja mu" kata Putri lagi.
"Rindu yang melakukan semua itu agar kau mengira aku menghianatimu, lalu rumah tangga kita hancur dan dia yang akan menggantikan posisi mu sebagai istri ku" kata Rudra menjelaskannya sehingga membuat Putri mengerti dan percaya terhadapnya. Putri sangat merasa marah kepada rindu karena ia telah berani melakukan hal itu padanya tanpa ia ingat kembali kebaikan mereka selama ini terhadapnya. akhirnya Putri meminta Rudra untuk memecatnya dari kantor namun Rudra mengatakan ia telah melakukannya sebelum ia memintanya.
Putri merasa sangat malu terhadap Rudra karena sudah berprasangka buruk terhadapnya Ia pun menyesali semua itu dan berjanji kepada Rudra bahwa ia akan selalu mempercayai dirinya. tidak lama kemudian Putri menawarkan Rudra untuk makan siang lalu Rudra pun menutup laptopnya dan pergi keluar sambil memegang tangan Putri.
"cieeee romantisnya mau makan saja sampai pegangan tangan" ujar Angel yang sedang membersihkan ruang tamu namun Putri dan Rudra tidak menjawabnya mereka hanya tersenyum ketika diledek oleh Angel.
kini hari sudah mulai sore Angel mengangkat jemuran di luar rumah sementara itu ia membiarkan Indah bermain sendirian di depan teras tanpa dipantau oleh siapapun dan ketika iya sibuk dengan jemurannya nya iya sampai lupa dengan indah yang ditinggalkannya saat iya sadar Ia pun pergi berlari melihat indah namun ia tidak menemukannya kemudian Angel terus berlari masuk kedalam rumah dan berteriak memanggil Putri Rudra dan Risma untuk menanyakan apakah Indah berada bersama mereka atau tidak.
"bukankah kau yang tadi bermain bersamanya?" tanya Risma khawatir.
__ADS_1
"tadi saya tinggal sebentar Bu, untuk mengangkat jemuran di depan tetapi ketika saya kembali Indah sudah tidak ada di teras" kata Angel panik.
"ada apa ini? dimana Indah?" kata Putri yang baru saja keluar dari kamar bersama Rudra.
" hilang mba, saya pun bingung..." kata Angel.
"jangan-jangan Indah diculik" kata Rudra lalu berlari ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil lalu ia pergi keluar sendirian.
tidak lama kemudian terdengar suara lemparan batu yang di bungkus dengan kertas putih dari luar rumah dan mengenai pintu depan. mereka pun berjalan keluar dan menemukan batu itu lalu Putri mengambilnya kemudian Ia membuka bungkusan batu itu dan terlihat di kertas putih itu ada sebuah tulisan.
"Aku telah kembali,, ahhahaahha!!!!!" isi pesan dari kertas itu, sontak Putri merasa khawatir terhadap Indah dan berpikir siapa yang telah melakukan itu semua dalam pikiran nya hanya tertuju pada Rindu karena ialah satu-satunya orang yang ingin menyingkirkan dirinya sekarang.
sesampainya Putri disana ia pun turun dari mobilnya lalu menggedor-gedor pintu rumah rindu dengan sangat kencang sambil berteriak memanggil namanya untuk keluar dari rumahnya tidak lama kemudian Rindu pun membuka pintunya lalu memarahi Putri yang datang ke rumahnya tanpa sopan santun, kemudian Putri pun balik memarahinya dan menanyakan dimana ia menyembunyikan indah mendengar ucapan Putri itu membuat rindu sangat terkejut dan ia mengatakan bahwa Indah tidak bersamanya Dan ia tidak ada hubungannya dengan hilangnya Indah, kemudian rindu mengusir Putri sambil mendorongnya sementara Putri hanya diam saja dan kembali memikirkan siap apa yang telah berani penculik anaknya lalu ia pun kembali ke dalam mobil dan pergi dari sana.
dalam perjalanan pulang, Putri bertemu dengan mobil Rudra yang sedang berhenti di pinggir jalan Ia pun menghentikan mobilnya lalu turun menghampiri Rudra.
"apakah menemukan orang yang telah menculik anak kita Rudra?" ucap Putri.
__ADS_1
"aku hampir mendapatkan kan orang itu sayang,,namun saat aku ingin menghentikan mobilnya tiba-tiba saja mobilku dihalangi oleh beberapa motor sehingga aku kehilangan jejak" kata Rudra kesal.
Putri pun menangis setelah ia tidak bisa lagi menahan kesedihannya Rudra menarik tangannya lalu membiarkan Putri menangis didalam pelukannya Rudra berusaha menguatkan Putri dan berjanji akan menemukan anak mereka secepatnya.
"seingatku, Aku tidak mempunyai musuh dalam hidupku Rudra tetapi mengapa seseorang menginginkan kita hancur" kata Putri tetap menangis.
"percayalah sayang semua ini adalah ujian untuk rumah tangga kita" kata Rudra sambil mengucap air mata Putri.
"tetapi kenapa harus anak kita yang menjadi korbannya Rudra!? kenapa?" kata Putri dan Rudra tetap berusaha menenangkannya.
karena hari sudah hampir larut malam akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan akan mencari Indah besok lagi. namun setelah mereka sampai di rumah Risma langsung menghampiri mereka yang baru saja turun dari mobil dengan tubuh gemetar dan nafas yang terdengar sangat kencang.
"apa yang terjadi Bu kenapa kau terlihat sangat ketakutan?" ucap Putri yang ikut panik.
"seseorang mengirim boneka yang organ tubuhnya telah dipotong-potong Putri, Ibu sangat merasa takut sekali apa semua ini ada hubungannya dengan Indah?" ucap Risma.
"Rudra apa yang harus kita lakukan sekarang Aku takut sekali Rudra" kata Putri kembali menangis.
__ADS_1
"Baiklah aku akan ke kantor polisi sekarang untuk melaporkan kejadian ini, kalian tunggu di rumah dan jangan ada yang keluar dari rumah" pesan Rudra lalu pergi.
sementara itu Putri mengajak Risma untuk masuk ke dalam rumah dan mereka mengunci semua pintu dan jendela dengan kode rahasia sehingga tidak ada yang bisa membukanya kecuali mereka. melihat badan Risma yang masih gemetar Putri pun memanggil Angel dan memintanya untuk membuatkan teh hangat untuk Risma dan tidak lama kemudian Ia pun kembali dengan membawakan secangkir teh di tangannya lalu diletakkannya di meja yang ada di ruangan tamu itu. kini mata Angel dan Putri sudah membengkak karena terlalu lama menangis Angel pun merasa sangat menyesal sekali karena telah membiarkan anaknya bermain sendirian sehingga terjadi kejadian yang tidak di inginkan ini.