Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 50. Rasti tinggal di rumah Rudra.


__ADS_3

ke esokan Hari nya, Rasti mengemasi semua barang-barang nya untuk di masukkan ke dalam koper dan akan bersiap-siap untuk pindah ke rumah Rudra, sementara itu Risma belum meminta ijin dulu kepada Rudra kalau ia akan membawa Rasti tinggal bersama nya, beberapa saat kemudian...ada dua orang yang datang ke rumah nya dengan mengaku anggota dari bank dan akan menyita Rumah,mobil dan semua Aset milik Bara, karena mereka membawa surat pernyataan bahwa Bara memiliki banyak hutang di bank untuk menutupi hutang nya kepada banyak pihak yang telah di rugikan nya karena proyek yang ia jalani telah gagal. Rasti sangat merasa sedih karena ia kini benar-benar sendiri dan tidak punya apa-apa. Dengan berat hati ia meninggal kan rumah nya dan melepas kan kekayaan nya,.


"sabar nak, kau masih mempunyai keluarga jangan pernah merasa sendir" ucap Risma menguatkan Rasti, sementara Fian menyiapkan mobilnya lalu mengantar mereka ke rumah Rudra. Beberapa saat kemudian....mereka pun sampai di sana, saat masuk ke dalam rumah, Putri terkejut melihat ibu nya yang tengah membawa Rasti serta melihat koper yang ada di tangan nya itu. Putri menghampiri mereka lalu mengucap turut berduka pada Rasti.


"Terimakasih" Kata Rasti dengan menunjukan kesedihan nya yang mendalam, lalu meminta mereka untuk masuk ke dalam dan mengajak nya duduk di ruang tamu. Tidak lama kemudian.. Bunga pun datang membawa minuman untuk mereka setelah itu ia kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan nya. Risma memperkenalkan Fian pada Putri kalau ia adalah sepupu dari Rudra dan Putri tidak menyangka mempunyai hubungan keluarga dengan Fian yang dulu menyukai kakak nya.


"Aku sudah mengenal nya bibi, dia adik dari Ratu teman ku" ucap nya. Lalu Risma memberitahu Putri bahwa mulai malam ini dan selama nya Rasti akan tinggal bersama mereka. Namun Putri menyaran kan Risma untuk berbicara dulu kepada Rudra namun Risma tidak mau mendengarkan nya karena ia tahu Rudra tidak akan pernah mengijinkan nya. Kemudian Risma pergi dan menunjukan kamar untuk Ratu . . .sementara Fian berpamitan kepada mereka karena tidak bisa lama-lama di sana dan berjanji akan ke sana lagi untuk menemui Rudra.


kini hari pun telah gelap, dan Rudra telah pulang dari kantor nya lalu ia berjalan menuju ke kamar nya dengan melewati ruang tamu dan juga kamar kosong yang sudah di tempati oleh Rasti itu. ia mendengar suara seseorang yang sedang tertawa karena penasaran ia pun membuka kamar tersebut dan melihat Ibu nya sedang tertawa bersama Rasti.


"ibu, kenapa kau membawa nya ke rumah ini?" kata Rudra.

__ADS_1


"dia sudah tidak punya keluarga dan apa-apa lagi sekarang! hanya ibu yang ia miliki sekarang dan ibu harap kau mengerti nak" ucap Risma mendekati Rudra.


"dia jahat, aku takut sewaktu-waktu ia akan melukai Putri" ucap nya khawatir.


"ibu sangat mengenal Rasti, ia tidak akan mungkin melakukan hal serendah itu" Risma sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Rudra karena yang ia tau Rasti adalah sosok orang yang sangat baik.


"terserah ibu saja, tapi kalau terjadi apa-apa pada istri ku dia yang harus bertanggung jawab" tegas nya lalu pergi dari sana dan pergi ke kamar nya .


"tidak ada masalah pada ku, tetapi ibu" ucap nya.


"ibu kenapa?"

__ADS_1


"ibu membawa Racun ke rumah ini dan akan menghancurkan kebahagiaan kita" ucap nya.


"maksud mu Rasti? tenang Rudra, selagi kau bersama ku dia tidak akan berani menyakiti ku" ucap nya. Lalu Putri menyiapkan air hangat untuk Rudra mandi setelah itu Putri meminta nya untuk makan tetapi Rudra menyuruh Putri untuk membawa makanan nya ke dalam kamar karena ia tidak ingin makan malam bersama dengan Rasti karena itu hanya akan membuat nya kesal saja, lalu Putri pun menuruti permintaan nya itu. Setelah selesai makan, mereka pun bersiap untuk tidur sementara Rasti sedang menyusun rencana bagaimana cara nya agar mengambil hati Putri dan membuat nya percaya kalau ia sudah berubah setelah itu ia melanjutkan misi nya untuk merebut Rudra secara perlahan.


besok hari nya , Rudra dan Risma sama-sama libur kerja dan berada di rumah karena akan menyiapkan semua nya untuk acara Tahlilan Mawar yang Rudra janjikan waktu itu pada Putri, sementara Rasti akan pergi ke kampus. Tetapi sebelum itu mereka memulai pagi nya dengan sarapan bersama di meja makan.


"Ras, setelah pulang kuliah nanti jangan kemana-mana dulu...langsung pulang ke rumah karena kita akan sangat sibuk nanti sore" ucap nya.


"baik lah Bu, aku berangkat dulu" ucap nya lalu berterimakasih pada Rudra dan Putri karena sudah mengijinkan nya tinggal di sana namun Rudra tetap diam dan hanya fokus dengan makan nya seolah tidak mendengar siapapun berbicara, lalu Rasti pun berangkat ke kampus nya dengan memakai salah satu mobil mewah milik Rudra.


Dalam perjalanan ia membelokan mobil nya ke sebuah tempat di sana dan bertemu seseorang, sebenar nya hari ini ia tidak akan pergi ke kampus karena tidak ada jadwal kuliah hari ini. Tetapi ia sengaja beralasan untuk ke kampus agar bisa keluar dari rumah untuk bertemu dua orang kemarin yang datang ke rumah nya dan mengaku pekerja dari bank itu. Ternyata mereka adalah orang suruhan Rasti untuk berpura-pura menyita harta nya demi untuk mendapat belas kasihan dari ibu tiri nya sehingga ia dengan mudah bisa masuk ke dalam Rumah Rudra. Rasti menyusun rencana sebaik mungkin berawal dari kecelakaan Bara, saat itu ialah yang dengan sengaja memotong kabel rem mobil ayah nya hingga ia kecelakaan saat menuju ke bandara karena ia berpikir jika ayah nya telah tiada pasti akan mudah ia melanjutkan rencana selanjut nya..Rasti tega menghabisi ayah kandung nya sendiri untuk kepentingan nya . . setelah rencana nya itu berhasil, ia pun melanjutkan rencana ke dua nya dengan mengambil simpatik dari Risma dan setelah itu juga berhasil, ia pun melanjutkan rencana ke tiga nya dengan mendatangkan orang-orang dari bank itu, sementara rencana ke empat sedang ia jalani saat ini. . .Rasti membayar dua orang suruhan nya itu lalu mengingatkan mereka agar tetap tutup mulut tentang sandirwara nya yang berpura-pura miskin itu.

__ADS_1


__ADS_2