
keesokan harinya Ratu pergi ke kampus karena ada mata kuliah pagi. sesampai nya di kampus ia langsung mencari Gilang untuk memintanya menghalangi perjodohan itu namun suara bel masuk pun berbunyi dan ia harus kembali ke dalam kelas. Beberapa menit kemudian Gilang pun masuk ke dalam ruangan dan memulai pelajaran nya, setelah selesai mengajar ia memberitahukan kepada siswanya bahwa tiga hari lagi ada kegiatan camping yang tujuan nya untuk lebih dekat dengan Alam dan saling mengenal antar sesama , Ratu sangat senang mendengarnya ia berpikir bahwa itu saat yang tepat dimana ia akan punya banyak waktu untuk dekat dengan Gilang.
sementara hari ini adalah hari libur untuk Putri, dan Mawar meminta Putri untuk menemaninya berbelanja, beberapa menit kemudian Mawar pun tiba didepan rumah Putri dan kebetulan dari tadi Putri memang sudah menunggunya di depan rumah. mereka pun pergi ke sebuah Mall setelah mereka selesai berbelanja, Mawar mengajaknya untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang, sembari menunggu makanan pesanannya Mawar mengawali pembicaraan dengan Putri.
"Put maaf jika lancang, bagaimana hubungan mu sebenarnya dengan Galang apakah kamu menyukainya?" dengan suara sedikit tidak enak hati.
" maaf bu! Ibu salah menyebut nama, ia bukan Galang tetapi namanya Gilang bu. Dia dulu mantan Guru SMA saya namun saya tidak tau mengapa dia kerja jadi OB sekarang" jawabnya jujur.
Mawar di buat bingung oleh jawaban dan penjelasa Putri, "Gilang siapa?" gumamnya. karena yang Mawar tau Galang saat itu hanya ingin membantu Putri saja makanya ia menyamar jadi OB tetapi ia juga tidak tahu bahwa namanya berubah menjadi Gilang , Galang tidak pernah menceritakan yang lainnya kepada Mawar dan untuk pertama kalinya Galang membuat Mawar kecewa "kenapa ia berani berbohong, apa aku sudah tidak di anggapnya sahabat lagi" gumam nya sambil mengaduk-aduk minumannya dengan pandangan kosong. Putri yang sedang memperhatikan Mawar pun ikut bingung dengan sukapnya yang tiba-tiba saja terdiam "apa aku salah bicara yah!" gumamnya. Kemudian Mawar melanjutkan lagi pembicaraannya.
"Saya sudah menganggap mu sebagai adik saya sendiri Put, jadi saya berpikir untuk ingin membiayai kuliah mu, aku rindu pada adik ku jika saja dia masih hidup pasti sudah sebesar kamu Put, maka dari itu tolong jangan menolak pertolongan ku ini Put" katanya seraya memegang tangan Putri yang berlipat di atas meja.
"baiklah bu jika Ibu memaksa tetapi saya janji akan menyicilnya dengan gaji saya" kata Putri yang tidak tega melihat mata Mawar yang sudah berkaca-kaca.
Mawar berniat untuk mendaftarkan nya besok tetapi kampus yang berbeda dengan Gilang , karna ia tidak ingin penyamaran Galang terbongkar meskipun ia sudah di bohongi olehnya. Mawar meminta Putri untuk tidak sungkan terhadap nya kini Mawar berperan sebagai Galang yang ingin menolong Putri namun perhatiannya ia memerankan dirinya sendiri.setelah selesai makan dan berbincang-bincang mereka pun memutuskan untuk Pulang .
setelah mengantar Putri pulang, dan kembali pulang ke rumahnya, Mawar langsung masuk ke dalama kamar nya ia sangat lelah berjalan seharian dengan Putri. Ia membaringkan badannya di ranjang kemudian memandang sebuah foto yang terpajang pada dinding di depannya. pada foto itu terdapat gambar Ibu,ayah, adik serta dirinya.
__ADS_1
"Mama, ayah, Nayla!! Bagaimana kabar kalian? apa kalian sudah hidup bahagia disana? aku Rindu kalian, aku sendirian di sini, aku sangat kesepian. Selama ini aku di besarkan oleh pembantu rumah kita yang sangat baik dan di awasi oleh pengecara kita, mereka merawat ku dengan sangat baik tetapi tetap saja aku butuh kalian" katanya dalam hati sambil menangis tidak lama kemudian ia tidur dan terlelap dalam tangisan beberapa saat kemudian ia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi tidak dengan Nayla adiknya.
"mama, ayah! kenapa kalian berdua saja dimana Nayla, kenapa dia tidak bersama kalian?" katanya dalam mimpi sambil melirik ke kiri dan ke kanan mancari adiknya. Namun orang tuanya tidak menjawab apapun mereka hanya tersenyum dan membuat Mawar bingung, ia pun mengigo memanggil-manggil nama Nayla sampai terbangun."Naylaaaaaaaaaaaaaa!!! ternyata hanya mimpi" katanya saat sadar.
sementara Putri sedang duduk bersama keluarga di rumahnya sambil menonton Tv, lalu ia memberanikan diri untuk memberitahu kepada mereka kalau besok ia akan mulai kuliah dan soal biaya akan di tanggung dulu oleh atasannya.
"Baik sekali atasan mu nak, lalu di kampus mana yang kamu tuju" tanya ayahnya senang sementara Ratu dan Zahra tidak.
"terserah pada Bu Mawar saja ayah! dia yang menentukan kampus nya" lanjut nya.
"tetapi aku tidak mau di jodohkan dengan Galang ayah! aku tidak mengenalnya, aku cuma mencintai Gilang kenapa kalian tidak pernah mau mengerti"bantahnya.
"Dengar nak! kamu bisa mengenalnya kapanpun kamu mau jadi tidak mengenalnya sekarang! bukanlah alasan yang tepat untuk kamu menolaknya" Jalal memberi pengertian.
"Bohong!! ayah setuju karena ayah ingin Putri yang bersama Gilang kan? kenapa selalu Putri? apa ayah tidak menyayangi ku" kata nya kesal lalu pergi meninggalkan mereka.
Sementara di tempat lain, Indah mengajak anggota keluarga untuk makan malam bersama dan saat makan malam berlangsung Indah memulai pembicaraan tentang perjodohan Galang dengan Ratu yang sebelumnya ia sudah bicarakan terlebih dahulu dengan Wisnu.
__ADS_1
"Galang! mama dan papa sudah menjodohkanmu dengan Ratu......." sebelum selesai bicara Galang pun langsug memotong omongan Indah.
"maksud mama? Ratu siswa kampus nya Gilang?" katanya.
"Bukan! tetapi Ratu itu anak dari sahabat kecil mama yang telah punya jasa terhadap keluarga kita" lanjut Indah.
"Tetapi aku sudah punya pilihan sendiri mah , aku tidak mau di jodohkan dengan siapapun" bantahnya menolak.
"siapa?" Indah kembali bertanya.
"nama nya Putri mah" Gilang ikut berbicara.
Galang bingung dengan perkataan Gilang yang mengetahui isi hatinya untuk Putri. Namun Indah tidak mau mendengar alasan apapun yang keluar dari mulut Galang lalu ia pun meninggalkan mereka di meja makan.
"cobalah untuk mengerti nak, kami orang tua mu hanya menginginkan yang terbaik untuk kalian" kata Wisnu pelan.
karena bingung Galang pun ikut bangun dari tempat duduknya dan masuk ke ruang kerja nya yang berada di lantai atas. Lalu ia melihat Foto Putri yang terpasang di walpaper ponsel milik nya sambil berkata "apakah ini akhir dari cinta ku? andai saja kamu memiliki perasaan yang sama denganku Put" pikirnya.
__ADS_1