
Acara ulang tahun Dewi berjalan dengan lancar, anggota keluarga pun memberi kado ulang tahun pada nya, sementara hari sudah sore sehingga memaksa Putri untuk segera pulang sebelum gelap, Jalal meminta nya untuk menginap saja namun ia mengatakan untuk menginap lain kali saja karena malam ini ia harus menyiapkan baju-baju Rudra untuk di bawa ke luar kota.
"memang nya Rudra ada perlu apa keluar kota Put?" Jalal bertanya kepada nya.
"ada meeting kata nya ayah dan ia akan pergi untuk beberapa hari di sana" lanjut nya, lalu mereka pun berpamitan.
Dalam perjalanan... Putri melihat tukang buah yang malam itu pernah ia datangi bersama Rudra. Putri meminta Rasti untuk menghentikan mobil nya tetapi Rasti menolak karena takut kemalaman dan Rudra pasti akan marah tetapi Putri mengatakan ia akan bertanggung jawab akan hal itu yang penting ia bisa memenuhi keinginan nya untuk membeli rujak ulek dengan sambal gula merah nya itu yang membuat Putri tidak bisa menunggu lama lagi akhir nya ia berniat untuk turun dan membeli nya sendiri, namu Rasti melarang nya.
"biar aku saja Put, berdiam lah dulu dalam mobil dan jangan ikut turun" ucap nya sambil membuka pintu mobil.
"baiklah" ucap nya tersenyum.
Tidak lama kemudian, Rasti pun balik ke mobil dengan membawa rujak ulek nya dan memberikan nya pada Putri, Putri menerima dengan senang hati dan tidak sabar untuk memakan nya nanti di rumah. Namun saat akan melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang, mobil nya tidak bisa di nyalakan sementara mereka berdua tidak mengerti dengan mesin mobil.
"bagaimana ini Put" kata Rasti.
"begini saja, aku akan menelpon montir yang ada di sekitar sini " lanjut nya.
Sementara di rumah, Rudra sedang menunggu mereka pulang tetapi tidak muncul-muncul juga membuat ia sangat merasa khawatir apalagi ia pergi bersama Rasti. Rudra menelpon ayah mertua nya namun Jalal mengatakan kalau mereka sudah pulang dari sejak sore tadi dan membuat nya makin bertambah gelisah.
"kemana sebenar nya mereka pergi" ucap nya kesal karena nomor ponsel ke dua nya sama-sama tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
Setelah mobil nya selesai di perbaiki, mereka pun melanjutkan perjalanan nya dan setelah satu jam kemudian mereka pun sampai di rumah nya. Terlihat Rudra sedang duduk menunggu mereka di depan rumah nya dan mereka pun berjalan mendekati Rudra dengan langkah penuh ketakutan .
"kalian kemana saja sampai pulang hampir larut malam seperti ini?" ucap nya memarahi mereka.
"tadi aku ingin rujak ulek Rudra lalu Rasti membelikan nya dan tiba-tiba saja mobil nya mogok" kata Putri.
"kau seharaus nya bisa melarang Putri untuk ke inginan nya itu kan? kenapa kau membuat nya bermalam di jalan.. kalau saja kalian tidak membeli rujak mungkin mobil nya tidak akan mogok, kau mengerti?" ucap nya memandang Rasti dengan kemarahan nya.
" Rudra aku yang memaksa nya untuk membeli rujak nya, lalu kenapa kau memarahi nya.. marahi saja aku" kata Putri lalu masuk ke dalam rumah dan menuju kamar nya.
"aku tahu Rudra, aku akan selama nya buruk di mata mu..tapi sesekali lihat lah kebaikan ku, setiap orang bisa berubahkan?" ucap Rasti lalu pergi ke kamar nya juga.
Rudra pun menyusul Putri ke kamar nya, ia menemui Rasti yang sedang menyiapkan baju untuk nya besok dan meminta maaf pada nya.
"baiklah, aku akan meminta maaf pada nya besok" lanjut nya.
"benarkah?" kata Putri yang tidak percaya kalau Rudra akan mau meminta maaf pada Rasti. Lalu Rudra pun mengingat kan nya untuk selalu berhati-hati ketika ia tidak ada di rumah nanti dan Putri pun mendengarkan nya.. setelah selesai mempersiapkan semua nya mereka pun bersiap-siap untuk tidur.
ke esokan hari nya, Rudra pun bersiap-siap untuk berangkat..dan ia menemui Risma dan yang lain nya yang sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama dan setelah sarapan nya selesai ia meminta maaf pada Rasti karena ia sudah bersikap berlebihan pada nya tadi malam.
"tidak apa-apa lupakan saja" ucap nya tersenyum, lalu ia pun mencium tangan ibu nya dan mencium kening Putri.
__ADS_1
"jaga diri mu dan calon bayi kita sayang" ucap nya, lalu melangkah keluar dari rumah nya dan memasukan koper nya ke dalam mobil nya. Sementara Risma juga akan berangkat kerja, dan ia meminta Rasti untuk menjaga Putri di rumah.
"baik Bu, ibu hati-hati di jalan" ucap nya dan mereka berdua mencium tangan Risma. setelah Risma pergi, Rasti mengajak Putri untuk berjalan-jalan pagi di taman yang tidak jauh dari rumah nya. Setelah sampai di sana Rasti pun mengawali pembicaraan dengan bertanya mengenai Bunga terhadap nya karena ia merasa Bunga juga menyukai Rudra . Lalu Putri mengatakan pada nya kalau Bunga itu adalah sahabat kecil nya Rudra, dan mereka memperkerjakan nya di rumah mereka karena saat itu ia membutuhkan biaya untuk kebutuhan keluarga nya.
"tetapi apa kau tidak curiga terhadap nya? kelihatan nya ia menyukai Rudra" ucap Ratu.
"aku dan Rudra tau akan hal itu, tapi itu dulu" ucap nya lagi tetapi Rasti tidak percaya kalau Bunga sudah tidak menyukai Rudra lagi. Setelah satu jam mereka berolahraga Putri pun meminta agar segera pulang karena ia sudah mulai merasa lelah namun sebelum itu Rasti meminta nya untuk foto Selfi bersama kemudian ia meng-upload di sosmed ,, beberapa saat kemudian Desta pun melakukan video call setelah melihat postingan Rasti itu.
"Haaiiiiiii, gimana kabar kalian berdua? ciyeeee yang sudah akur lagi" ucap nya senang.
"kami baik, ngomong-ngmong..kapan kamu balik ke Jakarta lagi?" ucap Putri.
"aku akan menemui kalian satu Minggu lagi guys" ucap nya lalu mengakhiri panggilan nya, Rasti dan Putri pun berjalan pulang ke rumah nya.
Sesampai nya mereka di rumah, Putri sedang melihat Bunga yang sedang duduk dengan memegang foto Rudra dan memeluk nya. Putri terkejut melihat sikap Bunga yang seperti nya masih mempunyai perasaan terhadap Rudra. kemudian ia pun langsung menghampiri nya dan membuat Bunga kaget setelah melihat Putri berdiri di hadapan nya.
"apa maksud mu memeluk foto Rudra seperti itu" ucap nya.
"aku hanya rindu pada sikap teman kecil ku dulu mba, sekarang ia benar-benar membenci ku.. aku tidak tau lagi harus berbuat apa sehingga membuat nya percaya kalau aku sudah berubah dan tidak akan berbuat jahat lagi pada mu" ucap Bunga dengan kejujuran nya, karena ia sudah menyadari atas semua kesalahan dan sudah melupakan Rudra.
"itu berarti benar, selama ini kau sudah berusaha untuk menyingkirkan ku?" ia bertanya pelan namun tidak menyangka Bunga tega melakukan nya.
__ADS_1
"ya, demi mendapatkan Rudra ku kembali.. tetapi sekarang tidak lagi percayalah..ku mohon maafkan aku" ucap nya.
"baiklah, aku memaafkan mu tapi tolong jangan pernah berbuat itu lagi dan masalah ini hanya kita bertiga saja yang tau" lanjut nya dan mereka pun setuju namun Rasti malah menggunakan kesempatan itu untuk mencelakai Putri kemudian mengadu domba keluarga itu dengan Bunga, agar Bunga di usir dan ia lah yang menang.