Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 48. Acara Tahlillan untuk Mawar dan Fajar.


__ADS_3

kini hari pun sudah larut malam, tetapi Putri masih saja duduk melamun di atas tempat tidur nya sambil memeluk foto keluarga nya, jangan kan untuk tidur bahkan ia belum memakan nasi dari tadi siang, air mata nya terus mengalir membasahi pipi nya, ia benar-benar tidak menyangka kakak nya akan pergi secepat itu dan tak akan kembali pada nya lagi. kesunyian sangat berasa sekali pada malam itu, hujan pun turun seakan ikut bersedih dan mengiringi kepergian Mawar. kemudian seketika bayangan kedua orang tua nya muncul di hadapan nya, mereka meminta Putri agar tidak larut dalam kesedihan nya dan memikirkan kandungan nya.


"baik ayah,ibu" ucap nya, tak lama kemudian ia pun sadar dari keterpurukan nya dan menelpon Rudra untuk menanyakan apakah ia sudah sampai rumah sakit atau belum namun Rudra mengatakan kalau ia sudah sampai sana dari tadi.


"lalu bagaimana keadaan Ibu, apa sudah membaik?" ucap nya dengan suara serak karena terlalu lama menangis dan meta nya yang kini sudah membengkak.


"ibu sudah agak mendingan, beristiratlah dan jaga kesehatan mu jangan lupa makan dan besok aku akan ke sana" ucap nya.


"baik lah" ucap nya.. Beberapa saat kemudian Bi Inah pun masuk ke dalam kamar nya dengan membawakan nya makan malam tetapi Putri saat itu sedang kehilangan selera makan namun bi Inah memaksa nya karena ia tidak ingin Putri sakit dan terjadi apa-apa pada calon bayi nya.


"makan lah non, sedikit saja ingat anak dalam perut mu itu" ucap nya merayu.

__ADS_1


"baiklah bi" lanjut nya lalu bi Inah pun menyuapi nya seperti anak nya sendiri dan membuat nya teringat oleh Mawar karena Mawar selalu meminta bi Inah untuk menyuapi nya di kala ia sedang tidak napsu makan. Tidak lama kemudian makanan nya pun selesai, kemudian bi Inah meminta nya untuk mengganti baju dan langsung tidur. supaya besok pagi-pagi sekali mereka bisa mempersiapkan segala sesuatu untuk acara Tahlilan kakak nya tak lupa juga Putri menghubungi keluarga Jalal untuk datang ke sana, tetapi Putri meminta bi Inah untuk tidur di atas ranjang bersama nya karena hujan masih belum berhenti membuat nya takut dan tidak bisa tidur, ia juga melarang bi Inah untuk mematikan lampu nya karena seperti biasa ia tidak bisa bernafas saat gelap. Lalu bi Inah pun menuruti permintaan nya itu dan tidur bersama nya.


ke esokan hari nya, bi Inah pergi ke pasar untuk membeli kue dan beberapa surat Yasiin untuk acara Tahlilan nanti, sementara Putri beristirahat di rumah dan menunggu Rudra datang ke sana. Beberapa saat kemudian Rudra pun sampai di rumah Mawar lalu masuk kedalam rumah dan langsung menemui Putri, ia mencari nya di dalam kamar namun Putri berada di dalam dapur, ia membuat sarapan untuk Rudra. Rudra pun pergi menuju dapur dan ia melihat nya di sana, dengan cepat ia melangkah ke arah nya lalu memeluk nya dari belakang.


sementara masakan nya pun telah matang dan siap untuk di sajikan, lalu Rudra mambantu Putri untuk menyiapkan nya di atas meja. setelah itu mereka sarapan bersama, tidak lama kemudian..... keluarga Jalal pun sampai di rumah nya, dan di sambut oleh putri kemudian ayah dan yang lain nya mengucap turut berduka atas kepergia Mawar dan mengatakan kalau diri nya harus kuat menerima cobaan yang selalu saja datang silih berganti lalu memeluk nya hingga tingga Putri tak mampu lagi membendung kesedihan nya akhir nya ia pun menangis dalam pelukan Zahra dan Jalal, sementara itu Rudra mengajak keluarga nya untuk ikut sarapan bersama sebelum acara Tahlilan di mulai.


Tidak lama kemudia, bi Inah pun balik dari pasar dan melihat mereka semua sudah berkumpul di sana.


"nanti saja non, terima kasih" ucap nya, lalu akan membuat kue yang akan di hidangkan nanti pada saat acara Tahlilan nya dan menyusun rapi surat Yasiin yang sudah di beli nya tadi, setelah membuat kue, bi Inah pun pergi menggelar karpet di ruang keluarga dan ruang tamu agar nanti sore tidak terlalu terburu-buru. Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun selesai sarapan dan berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol dan menenangkan hati Putri yang sedang kesepian, sementara Ratu menemani Dewi yang sedang mencuci piring bekas makanan tadi. . .


kini hari pun telah sore dan sebentar lagi akan gelap dan mereka pun sibuk bersiap-siap, Dewi menata kue-kue itu di atas piring lalu menyiap meletakkan nya pada karpet yang sudah di gelar. sementara Ratu mengambil surat Yasiin dan meletakan nya di tempat yang sama. sedangkan Zahra menemani Putri menyambut para tamu yang akan segera datang sebentar lagi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian para tamu pun mulai berdatangan, dan Putri langsung mempersilahkan nya masuk agar Tahlilan nya bisa segera di mulai. Setelah para tamu undangan terkumpul semua, Rudra pun membuka dan memulai Tahlilan nya dengan mendoakan yang telah tiada tenang di alam sana. Acara pun berlangsung dengan lancar membuat Putri kembali menangis dan Zahra membiarkan nya menangis di atas pangkuan nya.


" yang sabar nak, semua akan kembali pada nya" ucap Zahra membelai rambut Putri. Namun Putri tetap saja menangis. Tidak lama kemudian Rudra pun pamit kepada mereka untuk segera ke rumah sakit karena Risma masih di rawat, lalu ia pun pergi dan sesampai nya di sana ternyata Ibu nya sudah di ijinkan untuk pulang karena keadaan nya sudah membaik, Rudra sangat senang mendengar nya lalu ia pun mengajak Ibu nya untuk pulang ke rumah Mawar dulu.


satu jam kemudian mereka pun sampai di sana, dan saat melihat Risma yang baru saja berdiri pada pintu rumah ia pun berlari menghampiri nya.


"apa kau sudah sembuh Bu?" ucap nya sambil mengusap air mata nya.


"ya, ibu sudah sembuh dan di ijin kan pulang" lanjut nya, lalu Putri mengajak nya masuk dan meminta nya untuk makan dulu. setelah itu, malam pun semakin larut dan Putri meminta Jalal dan yang lain nya untuk bernginap dulu di sana untuk menemani hati nya yang sedang kesepian. kemudian mereka pun tidur di atas karpet yang di gelar bekas Tahlilan tadi.


keesokan Hari nya, Jalal dan keluarga nya pun pamit dari sana, sementara Rudra pergi ke kantor dan Putri hanya berdua dengan ibu nya sementara Bi Inah sedang pergi ke pasar.

__ADS_1


haiiii guys jangan lupa memberi masukan untuk cerita nya yah!! siapa tau pendapat kalian bisa aku jadikan motivasi untuk cerita selanjut nya, terimakasih.


__ADS_2