Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 100. Putri melahirkan anak kembar dan mereka bahagia untuk selama-lamanya.


__ADS_3

15 tahun kemudian...


kini Indah sudah mulai beranjak dewasa saat ini ia sedang duduk di bangku kelas X (10) di salah satu SMA swasta di Jakarta. iya tumbuh dengan kasih sayang dan sangat cantik sekali seperti ibunya 'putri' iya juga mempunyai hati mulia dan bijaksana seperti ibunya. dan di usia 15 tahun ini Putri sudah memberitahukan kepadanya kalau dirinya bukanlah anak kandungnya dan Rudra awalnya ia sangat takut mengungkapkan kebenaran itu kepada indah namun saat mendengar jawaban dari Indah Putri merasa terkejut kalau Indah tidak kecewa karena Putri dan Rudra telah menyembunyikan itu darinya dan baru memberitahunya sekarang justru ia sangat berterima kasih kepada Putri dan Rudra karena sudah mau merawatnya dengan baik dari iya Bayi sampai sekarang.


keesokan harinya indah berangkat sekolah bersama ayahnya Rudra keluarga mereka terlihat sangat bahagia sekali begitupun dengan Risma yang ikut merasakan kebahagiaan itu selalu menerangi kehidupan mereka kini ia pun tidak perduli lagi akan Putri yang bisa memberikan keturunan kepadanya atau tidak, karena menurutnya iya sudah bahagia bersama cucu angkatnya itu.


siang itu saat Putri sedang menyiapkan makan siang untuk Indah sepulang dari sekolahnya nanti, tiba-tiba ia merasa sangat mual dan kepalanya terasa sangat pusing sekali ia pun berlari ke arah kamar mandi dan setelah ia selesai muntah-muntah disana ia pun memilih untuk beristirahat di dalam kamarnya sembari menunggu Indah pulang dari sekolahnya.


namun saat ia sedang beristirahat tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari luar Ia pun terpaksa pergi dan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya. dan saat ia membuka pintu ternyata yang datang adalah adiknya Dewi bersama suaminya erlan, 3 tahun yang lalu mereka menikah dan sudah dikaruniai 1 anak perempuan sementara mawar dikaruniai 1 anak laki-laki. namun Putri tidak sempat meminta mereka untuk masuk ke dalam rumah karena ia langsung pingsan dan Dewi pun langsung memegang tangannya dan menarik ke dalam pelukannya hingga ia meminta erlan untuk membawa Putri ke mobil dan akan mengantarkannya ke rumah sakit. sementara ia menutup pintu rumahnya dan sambil menelepon Rudra untuk segera datang ke rumah sakit dan mengatakan Putri jatuh pingsan saat mereka baru saja sampai di rumah.


mendengar ucapan Dewi, Rudra pun langsung pergi ke rumah sakit dan meminta asistennya untuk menghandle semua pekerjaannya. sesampainya di rumah sakit yang ditujukan oleh Dewi Ia pun langsung masuk kedalam ruangannya dan Putri memandangnya sambil tersenyum bahagia tentu saja hal itu membuat Rudra bingung.


"kau kenapa ? apa yang kau rasakan? dan kenapa kau senyum-senyum kepadaku seperti itu?" ucap Rudra sambil mendekatinya sementara Dewi dan erlan duduk di kursi panjang yang ada dalam ruangan itu.


"apa kau tidak bisa bertanya satu persatu kepadaku" kata Putri.


"aku panik sayang tolong jangan bertele-tele seperti ini!?" kata Rudra yang kian khawatir terhadapnya.

__ADS_1


"setelah sekian lama kita menunggu akhirnya aku hamil juga Rudra" lanjut Putri dan Rudra pun langsung memeluk dirinya sambil meneteskan air mata bahagianya.


"terima kasih sayang ,,aku sangat bahagia sekali" kata Rudra sambil mengecup kening Putri sementara Dewi dan erlan pun ikut bahagia mendengar kabar bahagia itu.


tidak lama kemudian mereka pun pulang ke rumahnya dan Dewi bersama suaminya pun ikut menemani mereka sesampainya di rumah ruda melarang Putri untuk melakukan aktivitas yang yang diluar kemampuannya mulai hari ini dan seterusnya karena ia tidak ingin terjadi apa-apa dengannya dan kandungannya Putri pun merasa aneh dengan sikap Rudra yang terkadang suka berlebihan itu. namun Putri tidak permasalahkan itu karena wajar saja setelah puluhan tahun menikah akhirnya mereka diberi kesempatan untuk menjadi di orang tua untuk anak kandungnya. tidak lama kemudian Indah pun sampai di rumahnya dan mengucapkan salam namun yang menjawabnya hanya Dewi dan erlan karena Rudra dan Putri masih berada di dalam kamar mereka kemudian indah mengeluarkan tangannya dan mencium tangan mereka.


" di mana Ayah dan Ibu" ucap Indah bertanya kepada Dewi dan erlan.


"mereka sedang ada di dalam kamar kita baru saja dari rumah sakit Indah" kata Dewi.


"tidak ada yang sakit Indah, tetapi hari ini ada kabar bahagia dari ibumu" lanjutnya.


"apa bibi?" kata Indah penasaran.


"Ibumu sedang mengandung indah dan usia kandungannya sudah 1 bulan" lanjut Dewi.


mendengar ucapan Dewi itu indah pun langsung berlari masuk ke dalam kamar orang tuanya tanpa mengetuk terlebih dahulu lalu menghampiri ibunya kemudian memeluk dan mencium Putri disana ia pun mengucapkan selamat kepada ibunya atas kehamilannya dan berterima kasih karena ibunya akan memberikannya seorang adik. kemudian Rudra pun menelpon Risma dan memberitahukan kabar bahagia itu tentu saja Risma merasa sangat bahagia sekali dan tidak sabar menunggu kehadiran cucu keduanya Ia pun mengucapkan selamat kepada putra dan putri atas kehamilan nya.

__ADS_1


hari pun telah sore,, Dewi dan erlan memutuskan untuk segera pulang sebelum matahari benar-benar tenggelam dan mereka akan kemalaman di jalan karena jarak rumah erlan lumayan jauh dari rumah Rudra.


"tolong jaga dirimu baik-baik Kak,, " ucap Dewi sambil mencium tangan putri dan Rudra.


"baiklah kau juga hati-hati di jalan" lanjut Putri lalu mereka pun berangkat.


9 bulan kemudian,,pagi itu perut Putri terasa keram sekali dan terasa sakit di bagian pinggangnya, kemudian Risma meminta Rudra untuk segera mengantarkan Putri ke rumah sakit karena ia akan segera melahirkan lalu Rudra pun segera menyiapkan mobil dan an mengantar Putri ke rumah sakit sementara Indah tidak bisa ikut bersama mereka karena ia harus pergi sekolah tetapi ia meminta kepada Risma dan Rudra aku untuk mengabari nya jika terjadi apa-apa kepada Putri.


dalam perjalanan ke rumah sakit pun ikut deg-degan dan berkeringat dingin sepanjang jalan karena ia baru melihat kesakitan di wajah Putri dan ia tidak tega melihatnya. tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit lalu Putri langsung ditangani oleh eh dokter dan beberapa suster bersamanya di dalam ruangan itu sementara Risma dan Rudra menunggu di luar ruangan dan berdoa untuk keselamatan Putri dan bayinya.


satu jam kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu dan Rudra terbangun dari tempat duduknya dan menanyakan keadaan Putri lalu dokter itu mengatakan kalau Putri dan bayinya selamat dan mereka dikaruniai anak kembar perempuan dan laki-laki seperti kakaknya Ratu yang pernah melahirkan anak kembar perempuan dan laki-laki.


Rudra dan Risma merasa benar-benar bahagia dan mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat putri dan anak-anaknya langsung mengajarinya dan menamai mereka 'Rizki dan Riska' akhirnya kebahagiaan mereka lengkap setelah Putri berhasil memberikan keturunan kepada Rudra dan mereka bahagia untuk selama-lamanya.


.......***TAMAT***.......


hai guys terima kasih sudah menemani aku dalam penulisan novel ini sampai selesai...aku minta maaf jika ceritanya tidak terlalu menarik, sehingga membuat kalian sedikit bosan namun apapun itu aku tetap terima kasih atas kesetiaan kalian dalam membaca novel ini...salam hangat,, by,by

__ADS_1


__ADS_2