Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 19. Putri jatuh dari Tebing.


__ADS_3

Hari ke dua camping , kampus Putri dan kampus Ratu di tantang untuk mencari bendera kuning di atas tebing. begitu terkejutnya Putri saat ia tahu lawan mainnya mendaki tebing itu adalah kakaknya Ratu dan ia juga melihat Gilang disana. "kenapa mas Gilang ada di sini, apa ia sengaja kesini untuk Kak Ratu?" gumamnya.


saat mendaki tebing Ratu berniat untuk mencelakai Putri ketika ada kesempatan nanti, pikirnya" ia memendam rasa sakit hati kepada Putri karena ayahnya selalu membelanya dan karna ia tidak bisa menyatukannya dengan Gilang.


tepat di pertengahan tebing ia mendorong Putri sehingga Putri melepas tali yang di genggamnya hingga terjatuh ke dalam jurang. Kemudian Ratu turun dari tebing dan kembali ke tempat perkumpulan dan memberitahu bahwa Putri kehilangan kendali hingga ia terjatuh ke dalam jurang. Tanpa menunggu lama pihak kampus dan siswa nya di mintai untuk mencari Putri dengan berpencar. kemudian merekapun memulai pencarian, Rudra pun ikut mencari bersama Naura dan setelah beberapa jam mereka mencari Putri, akhirnya Rudra menemukan Putri ia merangkulnya dan menggendongnya kembali ke tenda sementara Naura jalan lebih dulu untuk memberitahukan kepada yang lain kalau Putri sudah di temukan. Namun saat menggendong Putri, kaki Rudra tiba-tiba saja terkilir karna terpeleset oleh rerumputan yang masih basah sisa hujan semalam ia terjatuh namun tidak melepaskan Putri dari pelukannya hingga ia tidak sengaja menindih wajah Putri dan mencium b***rnya. Dengan cepat ia melepaskan ciuman itu dengan suara nafas yang terdengar sangat kencang dan detak jantung yang terasa hampir copot. Ia pun terbangun lalu menggendong Putri kembali dengan perjalanan yang lumayan jauh ke tendanya. "berat sekali gadis ini, sangat merepotkan aku" gerutunya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di tendanya, ia membaringkan Putri dan pergi mengganti bajunya yang sempat kotor terkena tanah basah tadi sementara Putri di temani oleh Dosen dan teman-temannya serta Gilang yang duduk di sampingnya. Ratu sangat kesal melihat Gilang yang begitu khawatir terhadapnya begitupun juga dengan Rasti yang ikut kesal karena Rudra menyelamatkan nya, baru kali ini ia melihat Rudra yang mempunyai rasa perduli lagi terhadap suatu hal. Beberapa saat kemudian Putri pun tersadar dari pingsannya dan ia melihat Gilang yang tengah menjadi bantal untuk kepalanya ia merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya dan sebelah tangan kanannya tidak bisa di gerakkan.


"aaaaaaaaaarrrrrggggggg, , ,sakit sekali! kenapa sebelah tanganku tidak bisa di gerakkan?" katanya merintih kesakitan.

__ADS_1


"sssttttttt, sudah jangan banyak bicara dulu, aku akan melakukan pertolongan pertama untuk mu dengan mengoleskan minyak urut ini. dan kita semua akan segera pulang agar tanganmu bisa di atasi oleh Dokter" kata Gilang sembari mengoleskan minyak di tangannya.


lagi-lagi Putri mengira bahwa Gilanglah yang selalu ada untuk nya, dulu ia mendonorkan darah nya dan sekarang ia menolongnya dari jurang,pikirnya". sehingga untuk sesaat rasa simpatiknya pun mulai ada dan pikirannya selalu tentang Gilang padahal yang ia pikirkan berbeda dengan apa yang terjadi ia selalu salah paham untuk hal apapun yang ia lihat.


Sementara anak-anak yang lain mengemasi barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang ke rumahnya masing-masing sore ini juga. Rudra pun kembali ke tenda Putri setelah selesai mengganti pakaiannya namun Rasti pun menghalanginya ia tidak suka kalau Rudra perduli pada Putri, ia mengajak Rudra pergi dari tenda itu dan sembari membicarakan tentang Putri,Rasti menceritakan tentang Putri kepada Rudra dan menjelek-jelekkannya.


"Rudra, kamu tau kan perasaan ku terhadapmu selama ini? meskipun kamu belum bisa menerima perasaanku aku tetap menunggu mu. Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan Putri ia sangat jahat, dulu, aku punya pacar bernama Rijal ia merebutnya dari ku kemudian ia meninggalkan nya lagi hingga akhirnya Rijal bunuh diri karena sakit hati." cerita bohong Rasti mengingatkannya akan masalah yang ia hadapi sekarang Rudra hancur karena Ibunya dulu meninggalkannya dan ayahnya saat ia masih duduk di sekolah dasar. Ibunya tidak bisa terus menjalani hidup dengan kesusahan bersama mereka sehingga ia menghianati ayahnya dengan menikah dengan laki-laki lain ,namun setelah ayahnya Rudra menjadi orang kaya raya ibunya pun kembali setelah Rudra duduk di bangku SMA kebahagiaan kembali berpihak kepadanya namun tidak lama kemudian ia kembali di tinggalkan oleh ibunya ketika ia sudah tidak sanggup lagi merawat ayahnya yang sering sakit-sakitan . Hal ini membuatnya sangat terpukul sehingga ia sangat membenci seorang wanita ia pikir semua wanita itu sama, dan kini ia hanya memiliki ayahnya .


sementara di tenda Putri masih bersama Gilang, ia berterimakasih terhadapnya karena sudah menolongnya dan tidak lama kemudian ia pun bertanya kenapa Gilang bisa ikut camping bersama mereka namun saat Gilang ingin memberitahu nya tiba-tiba saja Dosen nya datang dan meminta mereka untuk bersiap-siap dan segera naik kedalam Bus yang sudah menjemput mereka. Gilang menggendongnya dan Putri melingkarkan tangan kirinya pada leher Gilang sehingga wajah mereka sangat dekat dan membuat Ratu yang melihatnya merasa sangat panas. Dalam perjalanan pulang Gilang terus saja bersama Putri sehingga perasaan lamanya muncul kembali terhadap Putri, karena masih sangat lemas Putri pun tertidur di pundak Gilang hingga mereka sampai di kota jakarta.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian merekapun sampai di jakarta, siswa yang lainnya di turunkan pada kampus mereka masing-masing sedangkan Putri langsung di bawa ke rumah sakit oleh Gilang dan Ratu dalam perjalanan mereka pun menghubungi kedua orang tua Putri untuk datang ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit ia di tangani langsung oleh dokter setelah di periksa, Dokter mengatakan kalau tangan Putri akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh karena ia keracunan makanan. sebab! sebelum ia menaiki tebing, Putri sempat memakan mie instan yang di masak oleh Rasti namun yang memberikannya kepada Putri adalah Naura. Ratu bertanya-tanya siapa yang telah meracuni Putri dan menginginkannya tiada selain aku? pikirnya".


Tidak lama kemudian kedua orang tuanya dan Dewi sampai di rumah sakit. mereka menanyakan keadaan Putri lalu Gilang pun menjelaskan nya.


"Terimakasih Nak Gilang lagi-lagi kami sudah merepotkan mu karena sudah membantu Putri" ujarnya.


"bagaimana bapak tau kalau saya Gilang" katanya terkejut.


"bukankah kita sudah kenal lama nak Gilang?" tiba-tiba saja Gilang teringat akan Galang yang pernah menjadi dirinya..

__ADS_1


"oh ia saya ingat, maaf Pak saya lupa karena mungkin sudah lama tidak bertemu" kata Gilang .


Merekapun kembali pulang ke rumahnya karena Putri hanya di minta untuk rawat jalan saja. Saat itu Gilang baru tahu kalau Ratu adalah kakaknya Putri namun Gilang merasa aneh saat Putri kecelakaan sikap Ratu biasa saja tanpa khawatir dan seolah seperti orang lain. saat sampai Gilang mengantar mereka Pulang, Zahra mengingatkan kembali kepadanya untuk menjauhi Ratu dan keluarga nya . Gilang merasa bingung dengang sikap ibunya Putri yang tiba-tiba saja memintanya untuk menjauhi mereka apa sebenarnya yang terjadi? apa yang di lakukan Galang sampai aku terlihat buruk di mata Ibunya Putri, gumamnya". Gilang pun langsung pamit untuk Pulang dan menemui Galang di kantornya untuk menanyakan semua hal yang buat ia bingung.


__ADS_2