Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 70. Rasti masuk penjara.


__ADS_3

setelah Putri mengetuk pintu beberapa saat kemudian Dina pun membukanya dan langsung memeluk Putri karena ia merasa bahagia dengan kembalinya Mawar dan putri yang sudah bisa melihat lagi. dengan penuh semangat diinah menarik lembut tangan putri dan membawanya bertemu dengan mawar dan yang lainnya Putri yang saat itu merasa bingung dengan sikap by nah yang terlihat begitu senang sekali. saat itu begitu terkejutnya Putri melihat mawar berdiri di sana, ia merasa seperti mimpi namun nyata rasa nya sulit untuk percaya kalau Mawar bisa selamat dari kecelakaan maut. Putri pun mendekatinya memegang tangannya lalu memeluknya dengan erat...


" Aku sangat merindukanmu Kak aku pikir kau telah tiada kenapa baru sekarang kau pulang ke rumah " ucapnya.


" ceritanya panjang Put, namun selama kakak berada di desa itu kakak selalu menghubungimu tetapi kau tidak pernah mengangkatnya kemudian suatu hari kakak menghubungimu lagi tetapi ponselmu tidak aktif sampai sekarang" lanjutnya.


"wajar saja kak karena aku dan Rudra sudah mengganti nomor handphone" ucap Putri.


"bagaimana dengan matamu sekarang Apa kau merasakan kesakitan?" kata Mawar.


"masih sedikit perih Kak karena Aku baru saja melepas perbannya" ucap Putri lalu mereka pun kembali mengobrol dengan yang lainnya untuk membahas kelanjutan rencana mencari Rasti lalu menyerahkannya kepada pihak kepolisian.


keesokan harinya Rudra pergi ke kantor polisi dengan membawa bukti rekaman Rasti yang telah melakukan sebuah kejahatan serta pembunuhan dan ia pun mengajak Putri kesana untuk dimintai keterangan yang jelas agar kasus itu bisa segera di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian. usai memberikan keterangan Rudra dan Putri pun kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa pakaian putri yang akan dibawa kerumah ?Mawar karena ia masih harus tetap tinggal di sana selama Rasti belum bisa ditemukan oleh petugas kepolisian. sesampainya di rumah kebetulan sekali Risma sudah menyiapkan makan siang untuk mereka kemudian Ia pun mengajak anak dan menantunya untuk makan siang bersama Risma pun ikut senang karena Putri sudah bisa melihat seperti semula dan Putri pun memberitahu kepadanya kalau sebenarnya Mawar masih hidup dan saat ini sudah berada di rumahnya. Putri tidak tega membiarkan Risma tinggal di rumah sendirian karena ia khawatir Rasti juga akan melukai dirinya namun Rudra meyakinkan ia kalau Rasti hanya mengincar dirinya bukan ibunya atau siapapun.


setelah selesai memasukkan bajunya ke dalam tas Putri dan Rudra kembali berpamitan kepada Risma dan ia berharap Risma bisa menjaga dirinya baik-baik dan ia meminta Risma untuk segera menghubungi mereka jika terjadi apa-apa. saat mereka hendak keluar dari rumah mereka tidak menyadari bahwa Rasti sedang mengamati rumah itu dari sejak tadi siang.


"siaaaaalll.....ternyata Putri masih hidup dan dia baik-baik saja sekarang tetapi mereka akan pergi kemana apa Rudra akan membawa Putri untuk tinggal ditempat yang lebih aman?" ucapnya kesal.

__ADS_1


lalu Rasti pun terus mengikuti mereka dari belakang sampai akhirnya ia mengetahui kalau Putri saat ini akan tinggal di rumah mawar sementara itu rumah mawar masih dijaga oleh petugas kepolisian dan penjaga bayaran. Rasti bingung bagaimana caranya untuk melukai putri jika penjagaan begitu ketat sekali.. sementara itu Mawar tidak sengaja melihat rekaman CCTV yang ada di sekitar rumahnya dan ia melihat ada mobil seseorang di depan rumahnya kemudian dengan cepat ia menelpon pihak kepolisian di luar untuk mencari tahu siapakah yang sedang mengamati rumahnya lalu petugas polisi tersebut pun berlari untuk melihat kondisi di luar pagar namun ia tidak menemukan siapapun karena Rasti baru saja pergi dari sana.


tidak lama kemudian Rudra dan Rasti pun masuk ke dalam rumah dan Mawar keluar dari kamarnya untuk menemui mereka lalu memberitahunya kalau baru saja ada seseorang yang mengikuti mereka sampai ke rumahnya namun sayangnya ia tidak bisa melihat siapa orang itu karena ia tidak keluar dari mobilnya.


"mungkin saja itu Rasti Rudra, aku sangat takut" ucapnya.


"tenanglah Put tidak akan terjadi apa-apa padamu selama kau tetap berada di dalam rumah ini, penjagaan sangat ketat sekali dan tidak mungkin baginya untuk bisa masuk ke dalam rumah" ucap Rudra menenangkannya.


Beberapa hari kemudian pihak kepolisian menemukan di mana keberadaan Rasti sekarang dan hari itu juga pihak kepolisian menggerebek di tempat persembunyiannya dan akhirnya mereka pun bisa menangkapnya lalu membawanya ke kantor polisi sementara itu petugas polisi juga menghubungi Rudra dan Putri untuk bisa datang kesana.


Sesampainya di kantor Polisi, Putri sangat kehilangan kendali sehingga ia langsung menampar Rasti dengan sangat keras sampai terlihat bekas tangannya.


"tenanglah sayang, pihak kepolisian pasti memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya" kata Rudra menenangkannya.


Tidak lama kemudian Rasti pun di masukan kedalam jeruji besi selama dua puluh tahun penjara dan Putri berharap ia suatu saat bisa berubah menjadi orang yang lebih baik setelah bebas dari sana.. kemudian Rudra dan Putri pun kembali ke rumah Mawar, dengan perasaan lega yang terbebas dari rasa ketakutan nya membuat Rudra kembali melihat senyuman di wajah sang istri.


"semoga setelah ini, kau akan mendapatkan kebahagian mu sayang" gumamnya sambil memandang Putri lalu tersenyum.

__ADS_1


"kenapa kau memandang ku seperti itu?" ucapnya.


"tidak" katanya singkat lalu melanjutkan perjalanan mereka.


Sesampai nya di rumah Mawar mereka hanya akan mengambil pakaian nya lalu berpamitan padanya.


"apa kau tidak bisa menjemputnya besok Rudra? aku masih ingin tidur bersama Putri" ucapnya pelan.


" baiklah kakak ipar, kalau begitu aku akan menjemputnya besok..maaf tidak bisa ikut menginap karena sudah dua Minggu ini ibu di tinggal sendirian di rumah" lanjutnya lalu ia pun pamit pulang.


Sesampai nya di rumah, Rudra melihat Risma yang sedang duduk melamun di teras rumahnya..lalu ia pun mendekatinya dan memberi salam, beberapa kali Rudra menyapanya namun Risma belum juga sadar kalau Rudra sudah dari tadi berada di sana. Kemudian Rudra memegang tangan Risma sehingga ia terkagetkan olehnya.


"Rudra, maaf Nak Ibu tidak tau kalau kau sudah pulang" ucapnya.


"apa yang sedang Ibu pikirkan sampai melamun seperti itu" kata Rudra bertekuk lutut di lantai seolah bermanja kepada Ibu nya.


" Ibu hanya merindukan suara tangisan bayi Rudra.." lanjutnya sambil mengelus rambut Rudra.

__ADS_1


" sabar yah Bu, doakan saja semoga kita bisa cepat memberikan Ibu cucu" ucap Rudra lalu memeluk Ibunya.


__ADS_2