
Beberapa saat kemudian Rudra dan Putri pun sampai di rumah nya, Rudra kembali menggendong Putri masuk ke dalam kamar yang telah di siap kan nya pada Lantai atas bersebelahan dengan kamar nya. karena hari sudah larut malam Rudra meminta nya untuk tidur namun Putri ingin mandi terlebih dahulu karena tubuh nya penuh dengan keringat saat berlari tadi, tetapi Putri meminta Rudra untuk berada di dalam kamar nya dulu selama ia mandi. dan setelah ia selesai mandi, Putri memakai baju tidur dan terlihat seperti anak kecil karena bentuk tubuh nya yang mungil dan tidak terlalu tinggi dengan rambut yang teruarai membuat Rudra tergoda untuk seketika namun sayang nya pernikahan mereka hanyalah di atas kertas. Rudra pun segera kembali ke kamar nya untuk beristirahat dan membiarkan Putri tidur.
" Jika butuh apa-apa, kau bisa langsung ke kamar ku" ucap nya.
"baiklah, terimakasih" lanjut nya dan ia pun memejam kan mata nya sementara Rudra menutup pintu nya tanpa mengunci nya.
Keesokan hari nya, malam pun berlalu dan pagi menjemput sang fajar. Putri merasa wajah nya terkena oleh sinar matahari, tentu saja karena Rudra pagi-pagi sekali datang ke kamar nya untuk membawa nya makanan lalu membuka dindin jendela nya dengan lebar.
"bagaimana tidur mu semalam" ucap nya dengan duduk di tepi ranjang dan memeriksa kaki Putri yang terkilir semalam.
"nyenyak, dan kaki ku sudah enak kan karena semalam aku mengoles nya dengan minyak yang ada di sana" sembari menunjuk minyak urut yang ada di atas meja cermin nya.
Lalu Rudra pun meminta nya untuk mandi terlebih dahulu setelah itu menyuruhnya untuk makan sementara ia membereskan tempat tidur nya. Saat Putri masuk ke dalam kamar kecil untuk mandi, ia lupa membawa baju salin nya ke dalam sana lalu setelah mandi ia pun terpaksa hanya mengenakan handuk saja namun sebelum ia keluar dari sana, ia meminta Rudra untuk keluar dari kamar nya karena ia akan memakai baju. Lalu Rudra pun menuruti nya namun saat ingin keluar tiba-tiba terdengar suara Putri yang menjerit dari dalam sana dan Putri terpeleset oleh pembersih lantai yang telah tumpah terkena gibasan handuk nya. Karna panik Rudra pun berlari dan masuk ke dalam sana tanpa meminta ijin Putri.
"kau ini ceroboh sekali! apa kau tidak bisa sekali saja tidak merepotkan ku" ucap nya marah karena takut terjadi apa-apa pada nya. Putri pun terdiam dan tetap memegang handuk pada bagian dada nya karena takut melorot lalu Rudra mu menyentuh nya.
"kau mau apa?" ucap nya ketakutan.
__ADS_1
"ya mau membantu mu keluar dari sini, lalu apa lagi" kata nya kesal dengan pandangan tajam. Lalu ia pun membantu nya berdiri dan mengiring nya keluar dari sana.
"ya sudah! setelah bersalin jangan lupa habisin makanan nya, kau tidak perlu kuliah hari ini nanti akan ku buatkan keterangan sakit untuk mu" ucapnya .
"lalu kau akan meninggalkan ku sendiri di rumah sebesar ini tanpa ada pembantu? kalau tiba-tiba saja lampu nya mati bagaiman" kata nya.
"jangan bersikap aneh, ini sudah pagi dan kalaupun lampu nya mati akan ada sinar dari luar rumah, mata mu masih normal kan" kata nya mengejek, lalu Putri menghembuskan nafas panjang nya dengan kasar.
Tidak lama kemudian Rudra pun berangkat kuliah dan membiarkan Putri di rumah nya sendirian, lalu memberi Putri uang jajan serta memberitahu letak kunci motor nya jika ia ingin keluar membeli sesuatu dan makan siang Putri pun telah di sediakan nya "perhatian nya seperti seorang suami benaran saja, gumam Putri"
"tidak usah, aku tidak apa-apa" ujar nya lalu mencium ujung tangan Rudra. Rudra pu terkejut melihat Putri bersikap seperti layak nya seorang istri. kemudian ia pu berangkat ke kampus nya.
Sementara Putri memberihkan di setiap sudut Rumah itu sampai benar-benar bersih, dalam Rumah itu Putri hanya menemukan foto Rudra bersama ayahnya sedangkan foto bersama Ibu nya tidak ada satu pun. Rudra sengaja hanya memasang foto dan ayah nya saja karena ia tidak mau mengingat masa lalu dengan memajang foto ibu nya, itu akan membuat hati nya sangat hancur karna ibu nya menghianati ayah nya.
"apa luka yang di miliki oleh Rudra terhadap ibu nya tidak bisa terobati" gumam nya.
kini hari pun sudah siang, sembari menunggu Rudra pulang ia pun memasak untuk nya sebagai bentuk ucapan terimakasih atas semua yang di lakukan oleh Rudra untuk nya. Setelah selesai masak dan manyajikan nya, Putri pun mendapat telepon dari Galang namun ia tidak mau mengangkat nyz setelah mengalami kejadian semalam yang buat ia sangat takut, meskipun tidak di angkat oleh Putri namun Galang tetap saja menelpon nya. Lalu Putri berlari dari ruangan dapur dan menutup semua pintu dan jedela yang ada di rumah nya hingga semua nya terasa gelap kemudian ia pun menyalakan lampu nya.
__ADS_1
"cepatlah pulang Rudra, aku sangat takut" gumam nya dan duduk di pojokan Kulkas yang ada di dapur, namun tiba-tiba saja listrik nya mati dan ia makin ketakutan dan kesulitan bernafas saat gelap. Tiba-tiba saja terdengar suara bel dari luar rumah nya ternyata itu Rudra namun Putri tidak berani membuka pintu nya. karena khawatir Rudra pun membuka pintu nya dengan memakai remot yang sudah di berikan nya kode rahasia. lalu pintu nya terbuka "kenapa gelap sekali" gumam nya. Lalu ia memanggil nama Putri dan Putri pun mendengar nya dan sangat mengenal suara nya " itu Rudra" gumam nya.
"Rudra toloooongggg" kata Putri berteriak dari dalam dapur, Rudra pun melepaskan ransel nya dan berlari ke arah Dapur dan menemukan Putri sedang ketakutan saat melihat Rudra, ia pun berlari lalu memeluk nya dan Rudra pun membalas pelukan nya.
"aku sangat takut Rudra, aku tidak ingin sendirian" kata nya di iringin dengan tangisan.
"tenanglah sudah ada aku di sini" ucap nya lalu menggeserkan langkah nya ke arah lemari dapur untuk mecari lilin tanpa melepas pelukan nya. namun tiba-tiba saja listrik nya nyala dan Putri pun melepas pelukan nya.
"kau tidak apa-apa? kenapa kau bisa ketakutan seperti ini" kata Rudra khawatir.
"tadi Galang terus saja menelpon ku tetapi aku tudak mengangkat nya, aku takut dia akan ke sini Rudra" lanjut nya terus menangis. Setelah beberapa saat kemudian Putri pun mengajak Rudra untuk makan bersama karena ia telah memasak untuk nya.
"aku hanya menyuruh mu beristirahat bukan malah bekerja" Kata nya.
"maafkan aku" lanjut Putri.
"baiklah" sambung nya.
__ADS_1