Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 95. Rudra memarahi Rindu.


__ADS_3

Putri pun berlari ke arah Angel lalu mengambil indah dari tangannya kemudian ia memeluknya erat-erat, hingga tanpa disadari air matanya kini berlinang di pipinya dan bibir yang gemetar seolah tak mampu lagi untuk berbicara sepatah kata pun.


"kalian dari mana saja?" tanya Rudra pada Angel.


"saya hanya mengajak Indah berjalan-jalan di halaman rumah Mas tolong maafkan aku " ucap Angel merasa bersalah.


"baiklah tapi lain kali jika ingin keluar dari rumah, bicara dulu pada kami agar kami tidak khawatir seperti ini" lanjut Rudra lalu encer pun mengangguk mengerti.


kemudian Angel meminta mereka semua untuk sarapan bersama sementara hari ini ia lebih memilih untuk makan kan di dapur karena ia sadar bawa statusnya di rumah mereka hanyalah sebagai pembantu meskipun dirinya sudah dianggap bagian keluarga mereka di satu sisi Putri tidak enak hati pada angel tapi di sisi lain ada perasaan Ibu mertuanya yang harus ia jaga dan iya hormati.


Putri pun mengambil piring lalu mencetak nasi sedang mengambil beberapa lauk untuk diberikannya kepada Angel sementara Risma hanya terdiam melihat sikap Putri terhadap Angel.


"lihat saja kelakuan istrimu dia terlalu baik pada semua orang sampai pembantu pun iya mengangkatnya menjadi keluarga" ucap nya menyindir.


"sudah Bu, lagi pula tidak ada yang salah dengannya" lanjut Rudra.


"bukan salahnya, tetapi salah mu yang terlalu memanjakan nya" kata Risma mengakhiri pembicaraannya lalu pergi dari meja makan tanpa menghabiskan makanannya terlebih dahulu sementara Rudra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tetap melanjutkan sarapannya. tidak lama kemudian Putri pun kembali ke meja makan menemui Rudra namun saat ia kembali ia tidak melihat Risma disana ia pun menanyakannya kepada Rudra lalu Rudra mengatakan kalau Risma sudah merasa kenyang lalu masuk ke dalam kamar.


Putri benar-benar dibuat dilema oleh sikap Risma yang mulai dingin lagi kepadanya, iya pun hanya bisa mengelus dadanya dan menghembuskan nafasnya dengan panjang seolah berusaha sabar menghadapi setiap cobaan dan masalah dalam hidupnya.


setelah selesai sarapan Putri membereskan meja makannya lalu pergi masuk ke dalam kamarnya. Ia pun teringat akan cucian numpuk yang sudah beberapa hari ini belum sempat ia cuci karena ia harus dirawat di rumah sakit. saat Putri mengambil baju Rudra yang digantung di kamar mandi Ia pun tidak sengaja melihat bekas lipstik di kemejanya. iya pun cemburu melihat bekas lipstik itu karena seingatnya ia tidak pernah bercumbu dengan Rudra sampai lipstiknya membekas di kemeja itu. iya pun pergi keluar memanggil putra dan menanyakan itu padanya aku mengambil kemeja itu dari tangan Putri dan sangat terkejut melihat bekas lipstik itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kenapa bekas lipstik itu bisa ada di kemeja ku sayang" ucapkan Rudra sungguh-sungguh.


"Lalu kenapa bekas lipstik ini bisa ada di kemejamu? katakan saja aku tidak akan marah" lanjut Putri kesal.


"tolong percayalah sayang, aku tidak mungkin menghianati mu" kata Rudra sambil merayu nya dan Putri langsung mengambil kembali kemeja dari tangan Rudra untuk di cuci. satu jam kemudian Putri pun selesai mencuci pakaian membaringkan badannya di atas kursi panjang yang berada di dalam kamarnya sambil memainkan ponselnya tanpa melirik ke arah Rudra yang sedang duduk di atas tempat tidur memperhatikan dirinya. Ia pun mencoba mendekati Putri dan mengawali pembicaraan dengan berbagai pertanyaan namun Putri tidak menghiraukannya.


"bicaralah sayang, kau tidak bisa bersikap seperti ini pada ku" ucap Rudra sambil mengusap rambutnya namun Putri tetap saja sibuk dengan ponselnya. Karena sudah lelah merayunya Rudra pun mengambil jaketnya dan kunci mobil lalu keluar dari kamarnya. Putri pun bangun dari kursi dan pergi melihat Rudra yang hendak masuk ke dalam mobilnya lalu pergi.


" dia akan pergi kemana siang-siang begini? apa dia akan ke kantor" gumamnya.


kemudian Putri kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Risma yang baru saja keluar dari kamar nya. Putri menyapa nya dan Risma tersenyum ke arahnya, senyuman Risma membuat Putri sangat merasa senang namun ia pun bingung oleh sikap Risma yang berubah-ubah padanya.


"nanti sore Ibu akan kemana?" ucap Putri.


" aku ingin mengajak mu pergi ke Mall, apa Ibu mau?" lanjut Putri.


" tentu saja Ibu mau" kata Risma lalu mereka pun melanjutkan ngobrolnya di ruang tamu.


terik matahari pun kian panas, jam dinding menunjukan jam 11.15,, sudah waktu nya mereka akan makan siang..Putri pun pergi ke dapur di sana terlihat Angel yang sedang memasak lalu ia pun membantu nya.


"biar saya saja yang masak mbak" kata Angel padanya.

__ADS_1


"tidak apa-apa, santai saja" kata Putri tersenyum.


hati Putri merasa tidak tenang semenjak Rudra pergi dari rumah tadi, ia sangat merasa bersalah karena sudah cuek terhadapnya dan ia pun menyesal karena telah menuduhnya bermain gila dengan wanita lain, ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya lalu menelpon Rudra namun ponsel nya tidak bisa di hubungi.


"kemana dia belum pulang-pulang juga? sebentar lagi kan jam makan siang" gumamnya sambil berjalan mondar mandir di depan Pintu rumah.


Sementara di tempat lain Rudra pergi untuk menemui Rindu di rumahnya, karena ia yakin sekali kalau bekas lipstik itu adalah perbuatannya. Rudra sangat marah pada nya karena sudah berani mempermainkannya. Tidak lama kemudian ia pun sampai di rumah Rindu lalu turun dari mobil nya kemudian mengetuk pintu rumahnya dan tidak lama kemudian Rindu membuka pintu nya dan meminta nya untuk masuk namun Rudra menolak dan langsung memarahinya.


"apa yang kau inginkan? apa kau mau banyak uang?" kata Rudra membentak nya dan menunjuk nya.


"apa maksudmu Rudra?" ucap nya bingung.


" kau sengaja menempelkan bekas lipstik mu itu di kemeja ku kan? kata kan saja" kata Rudra.


" oh itu,, bener sekali Rudra,, aku yang melakukan nya..aku ingin rumah tangga kalian hancur" jujur nya tanpa merasa takut dan ia mengatakan pada Rudra kalau saat itu ia mengantar Risma ke rumah dan melakukannya dengan sengaja hingga Putri menyangka kalau ia telah menghianati dirinya.


" ternyata kau tidak lebih dari kacang yang lupa akan kulitnya" lanjut Rudra sangat marah lalu memecatnya dari kantornya lalu pergi.


" aku mencintaimu Rudra" teriaknya namun Rudra sudah masuk ke dalam mobil lalu pulang ke rumah.


tidak lama kemudian Rudra sampai di rumah, terlihat Putri sudah menunggunya di depan rumah namun saat ia melihat Rudra turun dari mobilnya iya tidak mengatakan apapun dan tetap saja diam padahal ia ingin menarik perhatian Rudra tetapi Rudra malah balik cuek padanya lalu langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" lihat saja, sampai kapan ia bisa cuek pada ku" ucap Putri percaya diri lalu ikut masuk kedalam rumah.


__ADS_2