Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 78. nginap di rumah Jalal dan Zahra.


__ADS_3

beberapa bulan kemudian..


kini Indah sudah mulai bisa merangkak dan belajar berdiri, momen ini benar-benar momen yang sangat lucu untuk bayi seusia itu dan satu hari kemudian Putri meminta izin kepada Rudra untuk menginap ke rumah Jalal karena sudah sangat lama ia tidak berkunjung lagi ke sana sementara semenjak ia mulai mengasuh indah ia belum pernah memperlihatkan kepada keluarganya lalu Rudra pun mengizinkannya untuk menginap di sana beberapa hari.


Saat ini juga Rindu sudah tidak lagi tinggal bersama mereka karena seperti yang dijanjikan sebelumnya ia akan tinggal sendiri setelah ia mendapatkan gaji pertamanya. kekhawatiran pada Putri kini sudah tidak lagi mengganggu pikirannya iya sudah tidak takut lagi Rindu akan mengusik rumah tangganya karena sekarang mereka sudah tidak satu rumah lagi namun beda halnya dengan Rudra ia masih merasa tidak nyaman berada di dekat Rindu karena mereka masih sering bertemu untuk setiap harinya di kantor.


sebenarnya ia ingin sekali memecat Rindu dari kantornya tetapi hal itu ditentang oleh Risma karena ia merasa masih sangat berhutang Budi pada dirinya.


"aku takut Bu suatu hari rindu akan membawa petaka dalam rumah tangga aku dan Putri" ucap Rudra khawatir.


" Rindu adalah anak yang sangat baik Rudra, tidak mungkin ia punya pikiran untuk merusak rumah tangga kalian" ucap Risma.


pagi ini Rudra mengatakan pada Risma kalau ia dan Putri akan menginap beberapa hari di rumah Jalal kemudian Risma pun mengizinkan mereka namun ia meminta Rudra untuk menghubungi Rindu untuk menemaninya di rumah. Rudra merasa bingung dengan sikap ibunya yang sangat percaya kepada Rindu sehingga ia bisa sedekat itu dengannya namun untuk tidak menimbulkan sebuah masalah akhirnya Rudra pun menuruti kemauan Risma dan beberapa lama kemudian rindu pun sampai dirumah Rudra, sementara mereka berpamitan untuk segera berangkat ke rumah Jalal dengan membawa beberapa baju ganti yang ada dalam tas yang lumayan besar itu.


"mereka akan pergi kemana Bu kenapa harus membawa tas sebesar itu" kata Rindu.


"Rudra akan menginap di rumah mertuanya untuk beberapa hari oleh sebab itu Ibu meminta kau untuk menginap di sini agar ibu tidak kesepian" lanjut Risma.


setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah Jalal, mereka pun disambut oleh ayah dan ibunya beserta Dewi lalu mereka mempersilahkan Rudra dan Putri untuk masuk ke dalam rumah saat hendak duduk di ruang tamu Zahra berkata kepada putri kalau sore nanti ratu dan Galang pun akan menginap di rumahnya dan ia merasa sangat senang sekali karena saat ini keluarganya terkumpul semua tentu saja rumah mereka akan ramai oleh tangisan cucu dari anak-anaknya.

__ADS_1


"Kak Putri kenapa ponakanku mirip sekali denganmu, " ucap Dewi.


"tentu saja bibi, dia kan anakku hehe" ucap Putri.


"anakmu sangat cantik sekali Put, jagalah dia baik-baik jangan pernah membeda-bedakan dia ketika kau sudah mempunyai anak sendiri nanti" ucap Zahra mengingatkan Putri.


"Baiklah Bu aku dan Rudra sangat menyayanginya kami merawatnya bersungguh-sungguh seperti anak kandung kami sendiri" lanjutnya.


hari ini Jalal dan Rudra kompak bercuti karena mereka ingin melepas kerinduan karena sudah lama tidak bertemu. Putri pun menitip Indah kepada Zahra sementara ia membantu Dewi di dapur untuk membuatkan kopi untuk Ayah dan suaminya. setelah Putri menyuguhkan kopi untuk mereka Ia pun kembali ke dapur menemui Dewi disana ia mengawali pembicaraan kepada Dewi tentang apa yang ia rasakan selama ini berawal dari Risma yang kini sudah sangat berubah hingga hadirnya Rindu dalam keluarga mereka dan Dewi merasa kasihan kepada kakaknya.


"kakak yang sabar,, harus kuat menjalani cobaan hidup ini jangan mudah menyerah ya Kak" ucap Dewi mengelus lengan Putri.


sementara Rudra sedang mengobrol dengan ayah mertuanya di teras depan rumah dan masih ditemani oleh secangkir kopi beserta roti kaleng yang ada di meja kecil itu.


"bagaimana kabar perusahaan munak apa semuanya baik-baik saja?" ucap Jalal.


"Alhamdulillah semuanya baik-baik saja Ayah Lalu bagaimana dengan perusahaan ayah sendiri" kata Rudra.


"Alhamdulillah tetap ada peningkatan di setiap bulannya nak" ucapnya.

__ADS_1


beberapa jam kemudian,, Zahra pun meminta mereka untuk makan siang bersama kebetulan sekali Putri juga baru selesai menyuapi Indah dan ia pun ikut makan siang juga. tanpa Putri sadari ternyata Zahra sangat memperhatikan dirinya yang sekarang ini terlihat lebih kurus dari sebelumnya, perasaan Zahra mengatakan kalau Putri tidak bahagia tinggal bersama mertuanya Ia pun berniat untuk mengajak Putri tinggal kembali bersamanya. setelah selesai makan seperti biasa Dewi yang membersihkan kan meja makan sementara Zahra mengajak Putri untuk mengobrol di kamarnya berdua saja sedangkan Indah ia titipkan kepada ada suaminya yaitu Jalal.


"ada apa Bu kenapa kau mengajakku ke dalam kamar apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" kata Putri penasaran.


"Ibu rasa saat ini kau tidak bahagia tinggal bersama mertua mu nak, Ibu bermaksud untuk mengajakmu tinggal kembali bersama kami di sini" ujarnya.


"tidak Bu, saat ini yang menjadi orang tuaku adalah Bu Risma Aku tidak mungkin tinggal di sini hanya karena aku merasa tidak nyaman di rumah suamiku. Ibu mertuaku seperti ini juga karena kesalahanku Bu karena aku tidak bisa memberikan kan seorang cucu padanya" ucap Putri menunduk sambil memegang tangan Zahra. Zahra mengerti sekali dengan perasaan Putri saat ini sehingga ia pun tidak dapat memaksakan kehendaknya Ia hanya bisa memberi semangat kepada putri dan menguatkannya dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidupnya Ia pun memeluk Putri lalu mengelus punggungnya.


beberapa lama kemudian Jalal pun memanggil Putri dari luar kamar ia memintanya untuk menggantikan celana indah yang sudah basah oleh air kencingnya.


"kenapa mata kalian lembab apa yang terjadi" kata Jalal bertanya kepada Zahra.


"Aku akan menceritakannya padamu nanti" lanjut Zahra lalu menyusul Putri ke dalam kamarnya. tidak lama kemudian Rudra juga berjalan ke arah kamarnya dan pada saat ingin membuka pintu kamarnya Rudra mendengar obrolan Putri dan Risma saat itu Putri sedang menceritakan apa saja yang terjadi pada Risma dan dirinya ketika Rudra tidak berada di rumah. setelah Rudra mendengar semua cerita Putri Ia pun merasa sangat kecewa kepada ibunya yang telah memperlakukan Putri layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri hanya karena alasan Putri tidak bisa menjadi istri yang sempurna untuknya. Rudra tidak sabar menahan emosi nya sehingga ia masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan menanyakannya langsung pada Putri.


"apa yang kudengar ini semuanya benar Put Lalu kenapa kau tidak pernah menceritakan kepadaku selama ini" ucap Rudra dengan nada tinggi.


"aku minta maaf Rudra, aku takut kau akan marah pada Ibu dan membencinya lagi" ucapnya.


"aku sebagai suamimu saja bisa menerima keadaanmu yang belum bisa memberikan ku keturunan tetapi kenapa ibuku tidak bisa menerima.. jika iya tidak bisa menganggapmu sebagai menantu lagi aku akan membawamu keluar dari rumah itu kita akan hidup bertiga saja bersama anak kita sekarang" kata Rudra lalu Zahra pun keluar dari kamar dan membiarkan mereka bicara berdua saja.

__ADS_1


__ADS_2