Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 47. Mawar dan Fajar kecelakaan pesawat.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit, lalu dengan cepat Rudra membawa Ibu nya ke ruang rawat dan Risma pun ti tangani oleh Dr. Ajeng yang tak lain adalah sahabat nya sendiri. Kurang dari lima belas menit kemudian Dr. Ajeng pun selesai memeriksa keadaan Risma.


"bagaimana keadaan ibu saya Dok" ucap nya sangat menghawatirkan Ibu nya.


"Ibu mu mengalami sedikit cedera di bagian tulang belakang nya sehingga ia belum bisa banyak bergerak, dan saya sarankan sebaik nya Ibu mu di rawat dulu di rumah sakit" ucap nya.


"baik Dok, tolong lakukan yang terbaik" ucap nya lalu Dr. Ajeng pun pergi sementara ia bersama Putri masuk ke dalam ruang rawat ibu nya. setelah melihat mereka masuk, Risma pun menanyakan bagaimana keadaan Putri namun ia menjawab kalau diri nya baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa pada kehamilan nya, Risma pun lega mendengar nya. Kemudian Rudra memberitahu Ibu nya kalau ia akan di rawat dulu di sana.


"baiklah tidak apa-apa, dan ku harap kau menjaga Putri baik-baik, ibu curiga pada Bunga entah kenapa ibu merasa ia lah yang ingin mencelakai Putri". ucap nya menyarankan Rudra.


"tidak baik kita menuduh nya seperti itu Bu, mungkin aku saja yang terlalu ceroboh"ucap Putri coba menjauhkan pikiran buruk ibu mertua nya terhadap Bunga.


sementara Rudra merasa apa yang di katakan oleh ibu nya "benar juga" gumam nya. Lalu ia pun meminta Putri untuk sementara menemani ibu nya dulu karena ia akan pulang ke rumah untuk mengambil beberapa baju untuk Ibu nya.

__ADS_1


"baiklah Rudra,hati-hati di jalan" ucap Putri.


setelah satu jam kemudian, Rudra pun sampai di rumah nya. . . ia turun dari mobil nya dan langsung pergi menemui Bunga dengan emosi yang kian membara, ia menemukan Bunga yang sedang menyuci di sana, lalu ia pun menarik tangan kasar nya dan memintai penjelesan akan kejadian tadi.


"apa kau mencoba untuk menyingkirkan Putri dan calon anak ku hah? apa yang kau pikir kan?" ucap nya kasar membuat Bunga merasa ketakutan oleh tatapan mata nya yang tajam dan raut wajah yang kian memerah.


"Aku tidak tau apa-apa Rudra, apa kau punya bukti menuduh ku seperti ini" ucap nya mengelak, lalu Rudra melepaskan tangan nya dan benar ia tidak mempunyai bukti apa-apa untuk itu namun ia mengingatkan nya kalau sampai ia terbukti melakukan tindakan jahat itu maka ia akan langsung menyobloskan nya dalam penjara, lalu pergi menuju kamar Risma untuk mengambil pakaian ibu nya dan langsung membawa nya ke rumah sakit. sementara Bunga terlihat santai dengan ancaman Rudra tari, ia sama sekali tidak merasa takut sedikit pun, malahan ia akan menunggu lain waktu untuk melakukan misi nya kembali.


"jangan pernah berpikir kalau aku akan membiarkan kalian bahagia" gumam nya tersenyum licik saat itu.


"sejak kapan kau di sini?" ucap nya.


"memang nya kau tidak melihat aku yang sudah dari tadi di sini?" lanjut nya.

__ADS_1


"maafkan aku" ucap nya lagi.


"ibu baik-baik saja tidak usah khawatir" kata nya.


"bukan itu" sambung nya. Lalu ia menyandar di bahu Rudra dan memberitahu nya kalau ia sedang gelisah karena belum mendapat kabar dari Mawar atau pun Fajar, bahkan ia sudah menelpon mereka tetapi nomor nya tidak ada yang bisa di hubungi. Rudra pun menenangkan nya sembari membelai rambut istri nya, kebetulan dalam ruangan itu ada televisi jadi Rudra mengajak Putri untuk menonton acara tv saja agar pikiran nya bisa sedikit tenang. Saat menyalakan televisi nya, tepat sekali chenel itu menayangkan sebuah berita yang menyatakan Bahwa pesawat ***** Indonesia ( IDX: GI** ) yang menuju ke kota Makasar terjatuh pada hari ini pukul 10 pagi tadi, penyebab nya karena Pilot kehilangan kendali saat perjalanan nya tertutup awan tebal dan menyatakan mungkin saja tidak ada satu pun penumpang yang selamat karena pesawat nya terjatuh pada daratan dan kemungkinan pesawat telah terbakar namun kini tim penyelidik sudah mulai melakukan menyelidikan di area di mana pesawat itu terjatuh. Tiba-tiba Putri terbangun dari duduk nya dan berkata kalau itu adalah pesawat yang di tumpangi oleh Mawar dan Fajar .


"apaaaaa!!! Astaga" ucap nya ikut bersedih karena ia harus kehilangan teman baik nya dan kakak ipar nya lalu Rudra berdiri dan memeluk Putri kemudian sama-sama menangis. Tangisan mereka membuat Risma terbangun dari tidur nya dan menanyakan mengapa apa yang membuat mereka bersedih, Putri pun menghampiri tempat tidur Risma dan mengatakan kalau kakak nya Mawar telah tiada. Risma ikut sedih mendengar nya dan coba menguatkan Putri.


"yang sabar yah Put, ikhlaskan karena Allah lebih menyayangi nya" ucap Risma mengelus punggung Putri.


"aku janji setelah pulang dari sini aku akan mengadakan doa di rumah untuk kepulangan mereka" ucap nya.


Putri sangat terlihat lemas apalagi ia sedang dalam keadaan hamil, jika Putri terlalu bnayak pikiran, Rudra takut akan berpengaruh pada janin nya serta kesehatan nya. Rudra ingin meminta Putri untuk beristirahat di rumah saja namun sekarang ia sedang tidak percaya pada Bunga. Jadi terpaksa ia mengantar Putri pulang ke rumah Mawar karena di sana masih ada pembantu nya bi Inah.

__ADS_1


sesampai nya di sana, Rudra pun menuntun langkah Putri agar ia kuat saat masuk ke dalam rumah. ia mengetuk pintu nya tak lama kemudian bi Inah pun membuka nya dan melihat Putri yang berdiri dengan berlinang air mata di depan nya. Langsung saja ia ikut menangis dan memeluk nya karena ia pun sudah tahu bahwa Mawar telah tiada. Bi Inah pun meminta mereka untuk masuk, namun Rudra hanya menitip Putri untuk beberapa hari saja karena ia harus kembali menemani Ibu nya di rumah sakit.


Haiiiiii Guys,,, terimakasih yah!! sudah meluangkan waktu nya untuk membaca hasil karya ku, tunggu episode selanjut nya yah guys...bay-bay.


__ADS_2