
Satu Minggu kemudian,
Pagi itu, Rudra dan Putri bangun lebih awal dari hari-hari biasa nya, setelah selesai shalat subuh mereka pun bergantian untuk mandi. . . Setelah itu mereka bersiap-siap dan akan pergi ke rumah Jalal untuk memenuhi janji nya kemarin, tidak lama kemudian Rudra pun keluar dari dalam rumah untuk menyiapkan mobil nya sementara Putri menemui Bunga di kamar nya ia memberitahu akan pergi ke rumah ayah nya dan meminta nya untuk memberi tahu Risma jika nanti ia bertanya "baik mba" ucap nya, lalu ia pun menyusul Rudra. Dan setelah mobil nya siap mereka pun berangkat, dalam perjalanan Putri merasa sangat pusing, dan sesekali perut nya merasa mual seperti sedang masuk angin namun tidak begitu, tidak lama kemudian Rudra menghentikan mobil nya dan berkata.,
"Sebaik nya kita kembali saja ke rumah, ke rumah ayah Jalal lain kali saja" ucap Rudra tidak tega melihat kondisi Putri. Namun Putri menolak ia tetap ingin pergi hari itu juga karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga nya. Lalu Rudra pun memenuhi permintaan nya untuk tetap melanjutkan perjalanan nya setelah dua jam kemudian mereka pun sampai di depan rumah ayah nya, di rumah yang dulu dimana semua kenangan bersama keluarga nya di mulai di rumah itu. Ia pun turun dari mobil dengan fisik nya yang lemah, mereka pun mengetuk pintu rumah nya dan di buka oleh Dewi.
"Kak Putri!!!!!!! Akhir nya kita bisa ketemu lagi, ada apa dengan mu? Kelihatan nya kau lemas sekali" ucap nya sambil memegang kening dan leher Putri, kemudian meminta mereka untuk segera masuk ke dalam rumah, lalu Dewi pun memanggil anggota rumah dan memberitahu kedatangan Putri. Jalal dan Zahra pun keluar dari kamar nya sementara Galang dan Ratu tidak ada di rumah.
"Putri, ayah dan ibu sangat merindukan mu kenapa kau tidak pernah datang menemui kami" ucap ayah nya lalu ia dan Zahra memeluk Putri bersamaan.
"Ibu juga merindukan mu" ucap nya. Lalu Rudra mencium tangan ayah dan ibu mertua nya itu, kemudian Putri bertanya kemana pergi nya Galang dan Ratu.
"Mereka sedang pergi ke rumah sakit, akhir-akhir ini Ratu sering merasa pusing dan mual semoga ada berita baik" kata nya berharap Ratu hamil, lalu Rudra juga memberitahu mereka kalau saat ini Putri tengah mengandung dan Jalal serta Zahra sangat senang mendengar nya.
Beberapa saat kemudian Galang dan Ratu pun sampai di rumah dan mereka melihat Rudra dan Putri sudah sampai lebih dulu.
"Bagaimana hasil pemeriksaan nya nak" ucap Zahra penasaran.
"Alhamdulillah, Ratu positif hamil Bu,ayah" Galang menjawab. Mereka semua sangat bahagia mendengar nya. Jalal meminta kepada Ratu dan Putri untuk berhati-hati menjaga kandungan mereka.
__ADS_1
Karena keluarga sudah terkumpul maka Zahra pun mengajak mereka untuk makan siang bersama lalu mereka pun menuju meja makan.
"Kau masih suka memasak wi?" Ujar nya.
"Tentu saja, dan ini semua aku yang memasak nya" ucap nya ingin di puji.
Setelah beberapa saat kemudian makan siang pun telah selesai,dan Jalal mengajak mereka untuk mengobrol di ruang tamu sedangan Zahra mengajak Putri untuk masuk ke kamar nya karena ada suatu hal yang ingin ia bicarakan berdua saja dengan nya, sementara Dewi seperti biasa dapur adalah urusan nya.
Saat masuk dalam kamar, Zahra meminta Putri untuk duduk pada kursi yang terletak di depan tempat tidur nya. Ia sebenar nya sangat ragu untuk mengatakan nya pada Putri tetapi di sisi lain ia sudah tidak sanggup menyimpan rahasia itu lagi dari Putri bahkan ia akan menerima apapun resiko nya nanti. Karena Putri melihat raut wajah nya yang ketakutan akhir nya ia pun mencoba bertanya mengapa ia terlihat sangat gelisah dan tidak lama kemudian Zahra pun menjelaskan nya.
"put, selama ini ada yang Ibu sembunyikan dari mu, 22 tahun yang lalu Ibu lah yang menyebabkan ke dua orang tua mu meninggal,Ibu yang telah menabrak mereka" ucap nya jujur sambil menangis dan memegang tangan Putri .
"Aku sudah memaafkan mu, lupakan saja semua itu, sekarang kau ibu ku kan? Diri mu yang akan menjadi pengganti diri nya" kata Putri memeluk ibu nya.
"Terimakasih sayang" ucap Zahra membalas pelukan Putri.
Ia mengatakan bahwa ia sangat menyesal telah menyia-nyiakan kasih sayang Putri selama ini dan sekarang ia sangat beruntung memiliki tiga Putri yang tidak pernah membuat nya kecewa.
"Semoga kau selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan selama hidup mu" kata zahra mendoakan nya.
__ADS_1
Karena terlalu asyik mengobrol , mereka pun tidak sadar kalau hari sudah menjelang sore dan Rudra pun mengajak Putri agar segera pulang karena takut kemalaman di jalan, dan ia menjanjikan untuk ke sana lagi di lain waktu karena mengingat kondisi Putri sangat lemah membuat Rudra khawatir jika sering mengajak nya bepergian jauh. Mereka pun berpamitan pada keluarga nya sementara mata Zahra dan Putri masih terlihat lembab karena menangis.
"Jaga diri mu baik-baik nak" ucap Zahra melepas tangan Putri perlahan, lalu Putri pun tersenyum pada nya.
Lalu Rudra dan Putri pun langsung masuk ke dalam mobil dan berangkat ia melambaikan tangan nya dari luar kaca mobil dan semakin jauh mereka semua semakin tidak terlihat oleh nya.
Dalam perjalanan Putri melihat tukang buah yang berjualan di pinggir jalan dengan berbagai macam buat dagangan nya, ia meminta Rudra untuk menghentikan mobil nya dan pergi membeli mangga muda untuk nya.
"Apa kau akan memakan rujak waktu malam seperti ini? Aku tidak akan membelikan nya kalau kau sakit bagaimana ujung-ujung nya merepotkan ku juga nanti" kata nya menolak.
"Baiklah kalau begitu, hentikan mobil nya dan biarkan aku membeli nya sendiri,kau jangan lagi merepotkan ayah mu nak" ucap nya menyindir Rudra sambil mengelus perut nya.
"Tunggulah di sini akan ku belikan" kata nya mengalah demi sang buah hati dalam kandungan istri nya. Putri tak kuasa menahan ketawa nya saat dalam mobil. Tidak lama kemudian Rudra pun kembali dengan membawa buah mangga sesuai dengan ke inginan nya, lalu melanjutkan perjalan mereka. Dua jam kemudian, mereka pun sampai di rumah nya dan langsung masuk dengan mengucapkan salam lalu menuju dapur,.
"Kau akan kemana" kata Rudra.
"Mengambil Pisau di dapur" ucap nya.
"Biar aku saja, pergi lah ke kamar duluan nanti aku menyusul" lanjut nya lalu Putri pun menuruti perkataan suami nya.
__ADS_1