
sore itu Rasti balik ke rumah Rudra, dan langsung ikut membantu mereka yang sedang menyiapkan persiapan untuk acara Tahlilan bentar lagi. saat itu Putri sedang menyusun makanan di atas karpet kemudian Rasti melihat nya dan meminta Putri untuk beristirahat saja karena ia sedang hamil. Putri merasa aneh dengan sikap Rasti yang tiba-tiba saja baik pada nya.
"apa dia sudah berubah?" gumam nya, tidak lama kemudian Fian pun datang lalu menemui Rudra yang tengah membantu mereka. Rudra terkejut melihat sepupu nya datang ke rumah nya setelah lima belas tahun lama nya Fian dan keluarga nya pindah ke Surabaya, kini kembali menemui nya. Rudra pun memeluk Fian dan melepas kerinduan nya dengan berbincang-bincang di ruang keluarga.
Setelah beberapa saat kemudian,,para tamu pun mulai berdatangan dan mereka semua menyambut nya, tidak lama kemudian Acara Tahlilan pun selesai dan berjalan dengan lancar, tamu undangan nya pun berpamitan untuk pulang. Sementara Rudra meminta Fian untuk menginap dulu di rumah nya.
"ku perhatikan dari tadi seperti nya kau menyukai Rasti" ucap Rudra.
"tidak" katanya mencoba mengelabui Rudra.
"sudah tidak usah berbohong" lanjut nya menggoda Fian.
Kini hari pun sudah larut malam dan mereka akan beristirahat. Putri masuk ke dalam kamar nya dan melihat Rudra sedang berbaring di tempat tidur. Rudra mengajak Putri bercinta namun Putri menolak karena ia tidak tau cara nya bermain saat hamil. Rudra tersenyum nakal pada nya dan sangat menginginkan nya malam itu.
__ADS_1
"tenang lah aku akan bermain lembut sehingga kau tidak akan keguguran" ucap Rudra membuta Putri tersenyum, lalu mereka pun melakukan nya malam itu.
ke esokan hari nya Putri meminta kunci pada Rudra untuk membuka kamar kosong bekas kamar Rudra dulu dan berniat ingin membersihkan nya karena sudah sangat lama ia tidak masuk ke dalam ruangan itu. Tetapi Rudra tidak memberikan kunci itu, ia berkata akan memberikan nya nanti ketika ia sudah melahirkan, sementara Putri bingung dengan sikap nya itu. "kenapa harus menunggu aku melahirkan dulu, dasar aneh" gumam nya. ia pun menunggu sampai Rudra pergi mandi agar ia bisa mengambil kunci itu di dalam dompet milik nya.
Tidak lama kemudian Rudra pun pergi untuk mandi sementara Putri sudah berhasil mengambil kunci itu, lalu dengan cepat ia pergi ke kamar itu..ia pun membuka kamar nya dan betapa terkejut nya ia saat melihat kamar itu yang sudah di lengkapi oleh perlengkapan bayi untuk menyambut kelahiran anak mereka nanti. barang-barang nya sudah tersusun rapi dan kamar nya di dekorasi dengan sangat indah , untuk sejenak Putri terdiam dan menangis terharu karena Rudra telah mempersiapkan semua nya, tidak lama kemudian Rudra pun tersadar saat kunci itu tidak ada dalam dompet nya, lalu ia pun pergi ke kamar itu juga. Ia melihat Putri yang sedang menangis di samping ranjang kecil yang akan menjadi milik calon anak nya itu lalu Rudra menghampiri nya.
" mengapa kau menangis? apa perlengkapan bayi nya ada yang kurang atau jelek atau bagaimana? " ucap nya bingung.
"Tidak Rudra, ini sangat indah sekali, hanya saja kau terlalu berambisi untuk anak kita Rudra, padahal umur kehamilan ku saja baru genap satu bulan" kata nya lalu tersenyum mencium kening Rudra. Setelah itu mereka pun kembali mengunci kamar itu sementara Rudra akan pergi ke kantor dan Risma pun sudah ke rumah sakit sejak pagi tadi. Kini di rumah hanya ada mereka bertiga namun tidak lama kemudian, Bunga pun pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan dapur. Saat itu Rasti pergi ke kamar Putri, ia mengetuk pintu nya lalu Putri menyuruh nya masuk, Rasti menghampiri Putri yang sedang membaca novel di atas tempat tidur nya dan duduk di samping nya.
"sudah lah Ras.... lupakan saja, sekarang kau ipar tiri ku jadi tentu saja aku memaafkan mu" ucap nya lalu memeluk Rasti dan tersenyum polos tanpa mencurigai nya.
sementara di tempat lain, Dewi akan merayakan ulang tahun nya yang ke 16 tahun dua hari lagi. Jalal dan Zahra akan membuat acara besar-besaran di rumah nya untuk Dewi. mereka pun tak lupa mengabari Putri, tidak lama kemudian Zahra pun menelpon nya dan meminta nya untuk datang ke ulang tahun Dewi dan Putri pun mengiyakan nya.
__ADS_1
Dua hari kemudian, Putri pun meminta Rudra untuk mengantar nya ke rumah Jalal, namun saat itu Rudra tidak bisa karena harus ke kantor untuk mempersiapkan segala nya karena besok ai akan pergi meeting di luar kota dalam beberapa hari, sementara Risma harus bekerja.
"lalu siapa yang akan mengantar ku" ucap nya , tiba-tiba saja kecewa karena tidak ada yang bisa mengantarnya. kemudian Rasti pun menawarkan diri untuk menemani nya ke sana, tetapi Rudra membantah ia takut Rasti akan menyakiti Putri karena sampe saat ini ia masih belum percaya pada nya.
"tidak masalah Rudra, Rasti sudah berubah aku akan pergi dengan nya" ucap nya dan Rudra tidak bisa membantah keinginan itu karena takut Putri akan marah pada nya nanti, kemudian ia pun mengijinkan mereka untuk pergi.
"ku harap pulang lah, sebelum matahari tenggelam dan akan gelap" ucap nya.
"baiklah suami ku tersayang" ucap Putri lalu mencium tangan Rudra, Rasti sangat muak dengan kemesraan mereka di depan mata nya dan Rudra pun berangkat ke kantor. Sementara Putri dan Rasti bersiap-siap dan akan segera pergi ke rumah ayah nya dengan meninggalkan Bunga sendiri di rumah, saat semua orang tengah pergi Bunga pun melanjutkan pekerjaan nya, ia memasuki kamar Rasti dan berniat akan membersihkan nya.. namun saat itu ia menemukan buku Daery milik Rasti yang di dalam isi nya terdapat cerita tentang percintaan nya dengan Rijal, kebencian nya terhadap Putri dan ia memiliki perasaan pada Rudra juga. Bunga membaca nya lalu mengetahui semua nya.
"kini tambah satu lagi saingan ku untuk mendapatkan Rudra" gumam nya kesal lalu meletakkan kembali Daery itu ke tempat semula dan melanjutkan pekerjaan nya sampai kamar Bunga terlihat sangat bersih dan rapi.
Dalam perjalanan menuju ke rumah Jalal, Rasti bertanya kepada Putri kenapa ia tidak menyetir mobil sendiri padalah ia bisa menyetir.
__ADS_1
"sekarang aku sudah takut membawa mobil sendiri Ras, aku trauma kalau mengingat kecelakaan dulu" ucap nya, Tidak berapa lama kemudian mereka pun sampai di sana.