
setelah tiga hari berlalu akhirnya hari ini Putri dan Rudra akan kembali pulang ke rumah mereka dan pagi itu Putri sedang merapikan pakaiannya dan memasukkan ke dalam tas yang cukup besar itu. sementara Zahra masih belum mau mereka pulang tetapi Putri mengatakan padanya kalau nanti mereka akan sering-sering berkunjung kesana lagi.
setelah selesai bersiap-siap Rudra dan Putri pun berpamitan kepada mereka semua. Zahra meneteskan air mata saat melepaskan pelukannya dari Putri lalu Putri pun mengusap air mata Ibunya dengan kedua tangannya.
" jaga istri dan anak mu baik-baik Rudra, Ibu mempercayakan mereka pada mu" Ucap Zahra.
" Ibu tenanglah, mereka pasti akan baik-baik saja" lanjut Rudra kemudian ia pun membukakan pintu mobilnya dan meminta Putri untuk segera masuk lalu mereka pun berangkat.
setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah nya, dengan perasaan sangat senang Risma menyambut kedatangan mereka lalu ia pun langsung mengambil Indah dari tangan Putri dan menggendongnya masuk kedalam rumah.
" ternyata Ibu sangat merindukan kita Rudra" ucap Putri lalu Rudra mebalas nya dengan tersenyum lalu merangkul dan mencium kening Putri.
setelah masuk kedalam rumah, Putri pun pergi ke kamarnya untuk menaruh tas dan merapikan kembali baju-bajunya kedalam lemari. Sementara Rudra mengajak Risma untuk bicara mengenai sikap nya yang kurang baik terhadap Putri di ruang tamu.
"apa yang ingin kau bicarakan kepada Ibu Rudra" ucap Risma.
"jujur saja! aku tidak suka dengan cara Ibu yang memperlakukan Putri secara tidak baik di rumah ini" kata Rudra.
"cara yang tidak baik bagaimana maksudmu Rudra? kalau untuk masalah pekerjaan rumah itu memang sudah menjadi kewajiban seorang istri kan lalu apa masalahnya?" kata Risma kesal.
"Bu.. aku sangat mengerti dengan perasaan Ibu karena sampai saat ini Putri belum bisa memberikan cucu yang terlahir dari rahimnya tetapi apakah itu alasan untuk Ibu sampai bersikap kepada Putri seperti itu?" lanjut Rudra dan tanpa menjawab perkataannya Risma langsung pergi meninggalkan Rudra dan masuk ke dalam kamarnya. Risma sangat kesal kepada putri karena iya telah mengatakan semuanya pada Rudra, sementara itu Rudra pergi ke kamarnya untuk menemui Putri dan ia ingin mengajak Putri untuk mencari informasi rumah yang di jual untuk siap di tinggali.
__ADS_1
"kenapa kau harus mengajakku Rudra! memangnya kau akan membelikan rumah untuk siapa" ucap Putri.
"untuk keluarga kecil kita kau, aku dan indah" lanjutnya.
"apa maksudmu aku tidak mengerti sama sekali" kata Putri.
"jika Ibuku tidak mengharapkan mu di rumah ini aku lebih baik pergi dan tinggal bersama kalian biarkan saja ibu tinggal sendiri di rumah ini" kata Rudra.
" Rudra,, amarah itu hanya datang sesaat sementara kasih sayang itu akan ada selamanya..Ibu hanya ingin kita lebih memperhatikannya sayang" lanjut Putri menenangkan Rudra.
kemudian Putri pun keluar dari kamarnya dan akan pergi ke pasar lalu Rudra pun menyusulnya dan menawarkan diri untuk mengantarkannya ke sana Lalu Putri pergi kekamar Risma dan mengatakan kalau ia akan pergi ke pasar bersama Rudra namun Risma tidak menjawabnya Putri pun terdiam dan merasa tidak enak hati terhadap mertuanya lalu iapun segera memasuki mobil dan mereka berangkat ke sana. sesampainya di pasar Putri belanja sangat banyak tidak seperti biasanya iya juga terlihat sangat semangat membeli perlengkapan dapur dan bahan-bahan yang akan ia masak siang ini Rudra yang saat ini sangat penasaran dengan tingkahnya akhirnya ia pun beranikan diri untuk bertanya kepada Putri.
"Put memangnya hari ini akan kedatangan siapa?" ucap Rudra menghentikan tangan putri yang hendak memilih bawang merah.
"Lalu kenapa kau berbelanja sebanyak ini sepertinya kau akan memasak makanan yang sangat banyak" kata Rudra.
"Aku ingin memasak semua makanan kesukaan Ibu dan semoga saja Ia suka dengan masakanku" ucap Putri lalu melanjutkan belanjaannya. setelah beberapa saat kemudian mereka pun selesai berbelanja dan kembali ke mobil sementara Rudra yang membawa semua belanjaannya.
dalam perjalanan tiba-tiba saja mobil mereka berhenti karena disana terlihat seorang perempuan yang sedang berteriak minta tolong karena baru saja tasnya dijambret oleh dua orang pencuri itu. lalu Rudra pun ingin turun dari mobilnya dan berniat untuk menolong perempuan itu namun Putri melarangnya karena itu terlalu beresiko dan berbahaya Ia sangat menghawatirkan Rudra tetapi Rudra tetap saja turun dari mobilnya dan dan mengatakan kepada putri kalau ia akan menjaga dirinya. Ia pun menghampiri perempuan itu dan bertanya kemana arah 2 pencuri itu berlari lalu perempuan itu menunjuk ke arah kanan dan Rudra pun berlari ke sana untuk mengajar mereka sementara Putri juga ikut turun dari mobilnya lalu menghampiri perempuan seusianya itu.
"apa kau baik-baik saja Mbak?" ucap Putri peduli kepada perempuan itu.
__ADS_1
"saya baik-baik saja Mbak tapi dompet saya dijambret oleh kedua orang itu sementara di dalam dompet itu itu ada sesuatu yang sangat berharga" ucapnya menangis.
"apa di dalam dompet itu ada banyak uang Mbak? tapi kalau menurutku nyawa itu lebih penting daripada uang" kata Putri.
"bukan uang Mbak tapi di dalam dompet itu ada selembar foto anak saya ketika iya berusia 1 bulan, itu adalah foto satu-satunya yang ku miliki sekarang" katanya.
"foto satu-satunya?! Hhhhhmmmmmmmmm maaf apakah anak Mbak sudah meninggal?" kata Putri namun perempuan itu diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun lagi, karena melihat ia terdiam akhirnya Putri pun kembali meminta maaf karena telah terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya dan beberapa saat kemudian Rudra pun kembali dan menghampiri mereka ia berhasil mendapatkan kembali dompet milik perempuan yang bernama Angel itu. Angel merasa sangat senang sekali karena dompetnya bisa didapatkan oleh Rudra Ia pun berterima kasih kepada mereka lalu ia pun pergi dari sana. sementara itu Rudra dan Putri kembali masuk ke dalam mobil mereka dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah, namun dari tadi Rudra memperhatikan Putri yang hanya diam saja setelah kejadian di jalan tadi.. Putri masih merasa kasihan pada perempuan itu karena Ia berpikir kalau anak dari perempuan itu sudah meninggal dunia. Lalu ia pun meminta Rudra untuk membawakan semua belanjaannya kedalam dapur sementara ia menyiapkan alat-alat dan akan mulai memasak. Tidak lama kemudian Risma pun keluar dari kamarnya lalu menyerahkan Indah pada Rudra sementara ia akan pergi untuk mandi. Beberapa saat kemudian Putri pun selesai memasak ia pun menata makanan di atas meja dengan rapi setelah itu ia pun pergi untuk memanggil Rudra dan Risma makan siang bersama namun saat itu Risma terlihat sangat rapi dengan memegang tas kecil di tangannya.
" kau akan kemana Bu! mengapa rapi sekali?" ucap Putri.
"Ibu akan pergi, kemarin Rindu mengajak Ibu jalan-jalan" lanjut Risma.
" tetapi aku sudah masak Bu, makanlah dulu " kata Putri namun Risma menolak lalu pergi.
Dan tidak lama kemudian Rudra pergi ke ruang meja makan dengan menggendong Indah tetapi ia tidak melihat Ibunya disana, hanya Putri yang sedang duduk dengan dagu yang di letakan pada lipatan tangannya serta wajah terlihat sedih .
"kau kenapa Put? kemana Ibu pergi kok belum kelihatan" ucap Rudra.
"Ibu ada janji dengan Rindu dan baru saja ia pergi" lanjut Putri.
"tetapi kau sudah memasak sebanyak ini hanya untuk ibu Put kenapa Ibu tidak mau menghargai usahamu" kata Rudra kesal.
__ADS_1
"tidak apa-apa Rudra mungkin Ibu butuh refreshing karena memang selama ini kita belum pernah mengajak Ibu untuk jalan-jalan" ucap Putri menenangkan Rudra dan mereka pun makan siang berdua saja.