
Sesampai nya Putri di rumah ia melihat kakak nya sedang duduk di ruang tamu dengan ibu dan ayah nya kemudian ia masuk dan mencium tangan mereka satu per satu.
"kakak sampai rumah sudah dari kapan"? tanya Putri kepada Ratu.
"kakak baru saja sampai put, kamu gimana sekolah nya lancar"? jawab Ratu.
"sekolah ku baik kak! ya sudah aku ke kamar dulu yah".lanjut Putri.
kemudian Putri langsung menuju kamar nya untuk mengganti baju sekolah nya usai mengganti baju Putri keluar dari kamar untuk makan siang bersama, terlihat anggota keluarga sedang menunggunya di meja makan. Putri mendakat lalu duduk di bangku nya kemudian ia mengambil piring untuk menyentok nasi saat ingin mengambil cumi yang kelihatan nya sangat lezat sekali tiba-tiba Zahra melarang nya...!!
"putri cumi itu ibu masakin khusus untuk Ratu, kakak mu kan sudah lama tidak ke rumah pasti dia kangen sama menu favorite nya" kata Zahra sambil menyendok cumi itu dan menaruh nya di atas piring Ratu.
"tapi bu! Putri juga mau, ibu kan sudah lama gak masak cumi paling juga kalo kakak ada di rumah doang baru di masakin tapi ya sudahlah tidak apa-apa" sahut Putri menyesal.
Setelah selesai makan Dewi membereskan semua piring yang ada di meja lalu mencuci nya Putri yang melihat nya pun ikut membantu adik nya sedangkan yang lain kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan obrolan mereka yang tertunda tadi.
Putri mendekati Dewi seolah ingin mengeluarkan isi hati nya yang ia pendam selama ini sebenarnya ia tidak ingin menceritakan ini kepada siapapun tetapi menurut Putri adik nya pasti bisa menjadi tempat curhatan nya.
" wi, apa selama ini aku bukan anak yang baik untuk ibu dan ayah? apa selama ini aku bukan adik yang baik untuk kak Ratu? atau aku bukan sosok kakak yang baik untu kamu Wi?" tanya Putri seraya menghentikan tangan Dewi yang sedang mencuci piring.
Dewi pun memandang Putri lalu mengelus lembut pundak kakak nya dan berkata..
__ADS_1
"bagi ku kak Ratu dan kak Putri adalah sosok kakak terbaik untuk aku tidak ada yang ku beda-bedakan tetapi kalau untuk membahas tentang kasih sayang ibu yang di beda-bedakan di antara kita, aku cuma mau bilang kakak yang sabar yah ingat!langit tidak selalu mendung pasti ia akan terang kembali suatu saat nanti kak Putri pasti akan mendapat kasih sayang dari ibu".jawab Dewi lalu memeluk Putri sambil mengusap air mata kakak nya.
setelah selesai mencuci piring terdengar ketukan di pintu depan. Tok....tok...tok mendengar ketukan itu Putri lalu berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu namun langkah Putri terhenti ketika melihat kakak nya Ratu lebih dulu membuka pintu.
Putri sama sekali tidak menyangka kalo yang bertamu di rumah nya itu adalah Gilang Guru kimia di sekolah nya. kemudian Ratu mempersilahkan Gilang masuk dan duduk di tengah-tengah orang tua nya.
"Maaf pak,bu maksud saya ke sini untuk bertemu dengan anak ibu yang bernama putri boleh ibu panggilkan?" kata Gilang.
"Tapi maaf kamu ini siapa yah?" tanya Jalal bapak nya Putri kepada Gilang.
"oh ia, perkenalkan saya Gilang pak! Guru nya Putri".lanjut Gilang sambil tersenyum.
kemudian Ratu pergi dan memanggil Putri untuk segera bertemu dengan Gilang sembari membuat kan kopi untuk nya.
"kakak ada-ada saja muka standar saja di bilang ganteng ya sudah ntar aku kenalin". sambung Putri sambil melangkah pergi dari hadapan kakak nya .
sesampai nya di ruang tamu ia bersalaman dengan Guru nya lalu bertanya apa tujuan Gilang ke rumah nya.
"ngomong-ngomong ada perlu apa yah pak Gilang ke rumah saya"? tanya Putri dengan wajah penasaran.
"saya cuma ingin mengembalikan dompet mu yang jatuh tadi siang di parkiran mungkin saat kamu mau pulang sekolah dan juga saya mau ingatin besok ada ulangan harian dari pelajaran saya jadi jangan sampai buku mu ketinggalan lagi ". kata nya tegas
__ADS_1
"baik pak saya minta maaf". sambung Putri menunduk.
setelah mengambalikan dompet Putri ia pun pamit untuk pulang "terimakasih untuk waktu nya pak,bu maaf kalau saya mengganggu"kata Gilang sambil bersalaman.
setelah itu Putri langsung kembali ke kamar nya membuka pintu dan menutup nya perlahan sambil berkata "kenapa pak Gilang bela-belain bangat datang ke rumah cuman mau mengembalikan dompet aku padahal besok kan bisa". Gumam nya
"Putri, sudah tidur belum?? kakak masuk yah". kata Ratu sambil mengetuk pintu kamar Putri.
" belum kak masuk saja pintu nya tidak di kunci " jawab Putri dari dalam kamar nya.
kemudian Ratu membuka pintu kamar nya lalu masuk dan duduk di ranjang bersama Putri sambil senyum-sanyum seperti ada mau nya tak lama kemudian Ratu bertanya kepada adik nya.
"kamu serius kan Put mau bantuin kakak buat dapatin hati nya pak Gilang? tolong lah "tanya Ratu sambil mengedip-ngedipkan mata nya seolah merayu Putri.
"hah? kakak serius!!! kak aku saja tidak tau menau tentang dia gimana cara nya aku dekatin dia coba?? Guru nya galak begitu iiiihhhhh kalau kakak mau usaha sendiri aku gak mau ikut campur ok". jawab Putri
"tolonglah adik ku yang paling cantik" kata Ratu memohon
"baiklah akan ku coba, dan sekarang keluar dulu yah adik mu ini mau tidur besok harus sekolah lagi" lanjut Putri sambil mendorong lembut Ratu untuk keluar dari kamar nya.
saat ingin memejamkan mata ponsel nya Putri bunyi berdering kan nada sms masuk setelah membuka ternyata pesan dari Rasti ia menulis pesan singkat yang isi nya " aku tau aku salah dan maafkan aku" .
__ADS_1
kemudian Putri membalas pesan Rasti dan berkata "sudahlah hobby mu kan cuman cari masalah marah tanpa sebab aku memaafkan mu lagi pula aku sudah terbiasa dengan sifat mu yang satu ini" kata Putri kesal kemudian meletakkan kembali ponsel nya dan kembali memejam kan mata.
setelah tertidur lelap Putri pun bermimpi bertemu dengan seseorang yang tidak ia kenali namun ini bukan pertama kali nya ia sudah sering kali bermimpi bertemu dengan dua orang yaitu lelaki dan perempuan yang seperti nya seumuran dengan orang tua nya dalam mimpi nya kedua orang itu memeluk nya sambil menangis "siapakah mereka"? Putri mengigo.