Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 71. Putri kembali pulang ke rumahnya.


__ADS_3

keesokan harinya Rudra pergi lagi ke rumah Mawar untuk menjemput Putri dan mengajaknya pulang ke rumah. Sesampainya dia sana ternyata Putri sudah bersiap-siap dan menunggunya datang di teras rumah lalu tidak lama kemudian merekapun berpamitan pada Mawar. dalam perjalanan pulang Putri melihat seorang penjual buah yang menjual banyak sekali mangga muda, ia pun meminta Rudra untuk menghentikan mobilnya dan meminta nya untuk membelikan mangga itu di seberang jalan.


"akan ku belikan nanti siang, sekarang kita harus pulang ke rumah dulu sayang jalanan sangat macet sementara Ibu sudah menunggu kita di rumah" ucapnya mencoba membuat Putri mengerti.


"aku maunya sekarang Rudra, untuk membeli mangga saja tidak menghabiskan waktu satu jam kan?" katanya merengek namun Rudra tetap saja tidak mau mendengarkannya lalu melanjutkan perjalanan mereka. Tidak lama kemudian mereka pun sampa di rumahnya Putri memberi salam kepada Ibu nya dan mencium tangannya tanpa banyak bicara lalu masuk kedalam kamarnya. Risma yang melihat sikap Putri tersebut merasa bingung karena tidak biasanya ia bersikap seperti itu, beberapa saat kemudian terdengar suara muntahan dari arah kamar mandi yang berada di ruang tamu.


"Putri kenapa Rudra? kenapa dia muntah-muntah seperti itu" ucap Risma khawatir.


"aku tidak tau Bu..tetapi tapi saat arah pulang ke rumah Putri meminta untuk di belikan mangga muda Bu" lanjut Rudra.


"jangan-jangan Putri hamil Rudra, kau harus segera membawanya ke rumah sakit untuk di periksa" kata Risma.


"baiklah Bu" kemudian Risma dan Rudra pun pergi menghampiri Putri lalu ia dan Risma pun mengajak Putri untuk pergi ke rumah sakit namun sesampainya di sana dan setelah selesai di periksa..Dokter mengatakan kalau Putri saat itu hanya masuk angin dan kurang beristirahat saja ketika mendengar ucapan Dokter tersebut Risma langsung terlihat tidak bersemangat.


"Ada apa Bu? kenapa kau dari tadi hanya diam saja?" ucap Putri.


"tidak apa-apa" katanya singkat lalu berjalan dengan mendahului mereka berdua.


"tolong maafkan sikap Ibu Put, dia hanya ingin secepatnya mendapat cucu dari kita" kata Rudra dan Putri pun terdiam dan mereka berjalan menuju ke parkiran. Selama dalam perjalanan Risma pun tetap diam dan sikapnya itu membuat Putri merasa tidak nyaman, ia ingin berbicara sesuatu tetapi takut salah dan akan membuat Risma jengkel Saja.

__ADS_1


Satu bulan kemudian, Mawar dan Fajar pun mulai sibuk untuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka dan pestanya tidak kalah mewah nya dengan pesta pernikahan Rudra dan Putri waktu itu. Hari pernikahan mereka pun berjalan dengan lancar dan kini mereka sudah menjadi sepasang suami istri, kabar bahagia pun datang dari Fian dan Bunga kalau saat ini ia sedang hamil muda dan membuat pikiran Putri makin kacau karena sampai saat ini ia masih belum hamil juga.


"apa yang sedang kau pikirkan Put" ucap Rudra.


" aku ingin sekali bisa hamil lagi Rudra, agar aku bisa mendapatkan kembali perhatian dari Ibu" lanjutnya.


" serahkan semuanya pada yang maha kuasa sayang,, kita hanya bisa berusaha tetapi Allah lah yang berhak menentukan" ucap Rudra sambil merangkul tubuh istrinya.


Setelah selesai makan malam, tiba-tiba saja ponsel Putri berdering setelah ia melihat nya ternyata Ratu yang menelpon nya ia mengatakan kalau besok ia akan Mai kerumahnya dan meminta Putri untuk menemaninya ke mall karena ia akan membeli perlengkapan bayi disana lalu Putri pun menyetujui nya.


"Rudra, besok kak Ratu akan ke sini..ia meminta ku untuk menemaninya di mall, apa kau keberatan?" ucapnya .


"tentu saja tidak, hitung-hitung refreshing ia kan?" lanjutnya.


keesokan harinya, Ratu pun sampai di rumah mereka dan di antar oleh Galang yang akann pergi ke kantor dan kebetulan jalan ke kantor nya searah melewati rumah Rudra. Kehadiran Ratu di sambut hangat oleh Risma dan ia terlihat sangat peduli dengan kandungan Ratu, ia pun mengajak Ratu untuk sarapan pagi bersama sebelum mereka akan pergi ke mall. Setelah selesai sarapan tidak lama kemudian mereka pun berpamitan peda Risma lalu pergi menggunakan mobil milik Rudra.


"biar aku saja yang menyetir mobilnya Put kau kan masih trauma menyetir" kata Ratu.


"bukan aku yang menyetir kak! tetapi Ryo adiknya Bunga,, dia yang akan menemani kita kemanapun kita pergi hari ini...ucapnya.

__ADS_1


"oh begitu,, baiklah" lalu mereka pun memulai perjalanannya.


beberapa saat kemudian mereka pun berhenti di salah satu mall.. dengan penuh semangat Ratu mengajak Putri untuk membeli perlengkapan calon bayinya, tetapi Ratu terlihat sangat bingung karena terlalu banyak model perlengkapan bayi di sana akhirnya ia pun meminta tolong kepada Putri untuk memilihnya. setelah mereka puas berbelanja Ratu pun mengajak Putri dan Rio untuk makan siang bersama kebetulan sekali Fian dan Bunga berada di sana dan Putri melihat mereka,,akhirnya Putri bangun dari tempat duduknya dan melambaikan tangannya sambil memanggil nama Fian dan bunga lalu mereka pun menengok ke arah Putri dan menghampiri mereka.


"kalian sedang apa di sini? Kak Fian nggak kerja hari ini" ucap Putri..


" aku ngambil cuti hari ini Put, biar bisa jalan sama Bunga..ohya Ryo juga ikut?" lanjut nya.


"ia Mas ,, Kak Putri minta tolong padaku untuk mengantarkan mereka ke sini" ucap Ryo lalu mereka pun memulai makan siangnya dan setelah makan siang selesai mereka pulang ke rumah masing-masing sementara Ratu dijemput oleh Galang.


Beberapa saat kemudian Putri pun sampai di rumah nya, sementara itu Ryo memasukan kembali mobilnya kedalam Garasi lalu ia pun pamit pulang pada Putri. Putri pun melangkah masuk kedalam rumah dan ia benar-benar merasa sendiri ketika Risma dan Rudra sedang bekerja, ia pun sangat merindukan kehadiran anak kecil di tengah-tengah keluarganya namun saat ini ia hanya bisa bersabar.


Hari pun mulai gelap dan Rudra baru saja sampai di rumah, kemudian ia langsung menemui Putri ke dalam kamarnya namun namun setelah sampai di kamarnya ia tidak menemukan Putri disana tidak lama kemudian ia pun mendengar suara berisikan dari arah kamar calon anak mereka.


"kau sedang apa di sini Put?" kata Rudra saat membuka pintu kamarnya.


"aku hanya merapikannya Rudra" ucapnya.


"apakah kamu merindukannya?" lanjut Rudra..

__ADS_1


"tentu saja Rudra, Aku sangat merindukannya..andai saja dia masih ada pasti aku tidak akan merasa kesepian seperti sekarang ini" ucap nya lagi sembari mengusap air matanya dan Rudra pun mengerti dengan perasaannya apalagi Risma yang sudah tidak sabar untuk menimang cucu.


"yang sabar yah sayang,, jangan terlalu di pikirkan nanti kau bisa sakit". Rudra pun memeluknya.


__ADS_2