Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 38. Satu tahun kemudian.


__ADS_3

Satu tahun kemudian. . . .


Tidak terasa sudah satu tahun berlalu Rudra dan Putri menjalani sebuah rumah tangga, menjalani hari-hari bersama, dan sudah saling memahami satu dengan yang lain nya meskipun mereka menganggap pernikahan nya adalah sandiwara semata tetapi Rudra menjadikan Putri seperti Ratu di rumah nya dan selalu membuat Putri merasa nyaman ketika berada di dekat nya hingga akhir nya waktu satu tahun itu mampu membuat mereka saling mencintai namun mereka belum mengungkapkan nya.


Dengan berjalan nya waktu kini keluarga Jalal kembali mendapat kan semua kekayaan nya kembali dan Rudra,Putri,Ratu dan Rasti mereka pun sudah tidak berada di bangku kuliah yang dulu lagi, mereka sudah melaksanakan Wisuda pada satu bulan lalu. Dan saat ini Rudra sudah mulai memegang perusahaan nya sendiri sambil melanjutkan pendidikan S2 nya. begitu pun dengan Putri yang melanjutkan S2 namun kali ini ia tidak satu kampus dengan Rudra tetapi ia kembali satu kampus dengan Rasti. Rudra meminta Putri untuk memilih kampus yang lain karena ia khawatir kalau sewaktu-waktu Rasti bisa berbuat jahat terhadap nya namun Putri tidak mau karena ia sangat ingin melanjutkan S2 nya di kampus itu dan ia berjanji akan menjaga diri nya.


Suatu hari kemudian, Rudra dan Putri mendapat sebuah undangan pernikahan dari Galang dan Ratu yang akan di lakasanakan besok lusa. mereka pun sibuk untuk mempersiapkan baju yang akan di kenakan nya nanti. Setelah satu hari berlalu mereka pun bersiap-siap akan pergi ke acara pernikahan nya, acara Galang dan Ratu berjalan dengan lancar dan mereka pun SYAH menjadi sepasang suami istri. para undangan mengucap selamat kepada mereka berdua termasuk keluarga besar nya.


Beberapa hari kemudian, Rudra sudah menyiapkan surat cerai dari pengadilan Agama untuk perpisahan mereka karena dulu ia pernah berjanji pada Putri akan menceraikan nya ketika Galang sudah menikah dengan Ratu. Malam itu Rudra datang ke kamar Putri dengan membawa surat itu dan memberikan nya pada Putri.


"apa ini Rudra" ucap nya bertanya.


"suatu hal yang pernah ku janjikan dulu" balas Rudra dengan sangat berat hati melakukan nya, kemudian Putri membuka amplop nya dan membaca nya lalu tiba-tiba saja ia merobek kertas itu di hadapan Rudra, sementara Rudra bingung dengan sikap Putri.


"kenapa kau merobek nya" ucap nya.


"karena aku mencintai mu Rudra, aku tidak ingin pisah" lanjut nya sambil menangis.


" jangan mencintai ku Put, aku benci dengan wanita, aku tidak bisa menerima mu" sambung Rudra memalingkan wajah nya.

__ADS_1


"kau pasti bisa mencintai ku"


"itu tidak akan pernah, aku terlalu takut untuk jatuh cinta" kata Rudra lalu keluar dari kamar nya dan menutup pintu kamar dengan sangat kencang. Putri sangat mengerti dengan perasaan nya Rudra sekarang.


ke esokan hari nya Putri belum terlihat keluar dari kamar nya, lalu Rudra pun masuk ke dalam kamar nya untuk memeriksa nya , terlihat putri masih tidur namun tidak biasa nya ia tidur sampai sesiang ini. Rudra pun mendekati nya dan memegang tangan nya yang hangat ternyata Putri saat itu sedang sakit Rudra pun ingin membawa nya ke rumah sakit namun Putri lebih memilih untuk beristirahat dirumah lalu Rudra pun menelpon Dokter pribadi nya untuk datang ke rumah.


setelah beberapa saat kemudian Dokter pun sampai di rumah nya dan langsung memeriksa keadaan Putri.


"bagaimana keadaan nya Dok?" kata Rudra.


"istri mu tidak apa-apa ia hanya terlalu banyak pikiran sehingga menggangu kesehatan nya, berikan obat nya dengan teratur saya permisi" lanjut nya.


lalu hari ini ia pun tidak pergi ke kantor dan memilih untuk menjaga Putri di rumah.


Malam pun telah tiba, Rudra pun akan kembali ke kamar nya untuk beristirahat setelah membuat Putrk tertidur namun tiba-tiba saja Putri terbangun dan melarang nya untuk pergi , ia meminta Rudra untuk tidur di kamar nya malam itu karena kasihan Rudra pun tidak tega menolak nya. Dalam tidur nya Rudra terbangun karena mendengar suara Putri yang sedang memanggil nama nya.


" Rudra jangan pergi tinggalkan aku, aku sangat mencintai mu aku tidak mau pisah" ucap nya Rudra pun menenangkan Putri dalam pelukan nya.


"tenang lah,aku tidak akan pernah pargi" balas nya, lalu Putri kembali tertidur lelap sampai pagi.

__ADS_1


Ke esokan hari nya Rudra akan pergi ke kantor, ia memperingati Putri untuk tidal lupa meminum obat nya lalu Putri pun mengangguk ia. Lalu ia pun berangkat ke kantor nya. Saat memasuki Lobby tiba-tiba saja terlihat seorang wanita yang sedang duduk menunggu nya disana, setelah ia mendekati wanita itu ternyata ia adalah Risma ibu kandung Rudra. saat Rudra ingin pergi dari sana ia pun memegang tangan nya membuat Rudra marah walaupun ia sebenar nya rindu pada Risma.


"jangan pernah menyentuh ku" ucap Rudra kasar.


" aku Ibu mu, aku berhak atas diri mu" lanjut nya.


"ya, Ibu yang tega meninggalkan anak dan suami nya demi lelaki kaya dan mempermainkan kehidupan keluarga nya; begitu maksud mu" ucap nya semakin marah. Lalu ia pun kembali pulang ke rumah nya dan meninggalkan Risma karena kalau ia memaksakan diri untuk bekerja maka akan percuma saja karena pikiran nya sedang kacau.


Sesampai nya di rumah, ia pun segera masuk kedalam kamar nya, Putri heran dengan sikap Rudra "tadi kata nya berangkat ke kantor tetapi kenapa sekarang ia kembali lagi" gumamnya. Karena penasaran akhir nya Putri pun menyusul Rudra ke kamarnya, Putri membuka pintu kamar nya dan melihat Rudra sedang menangis untuk ke dua kali nya, ia mendekati Rudra lalu duduk di samping nya di bawah lantai samping tempat tidur.


"ada apa dengan mu Rudra? apa yang membuat mu menangis?" ucap nya lembut.


"wanita itu muncul kembali di hadapan ku Put, dia datang lagi mengusik kehidupan ku" jawab nya.


"ibu mu? tenang lah Rudra, semuanya akan baik-baik saja, seorang ibu akan tetap mencari dan menemui anak nya karena ia punya hak untuk itu" lanjut Putri lalu membiarkan Rudra terbaring di pangkuan nya sambil mengelus lembut rambut nya. Untuk sejenak Rudra merasakan kenyamanan dan dia mulai bicara tentang perasaan nya terhadap Putri.


"aku juga sebenar nya mencintai mu Put, tapi sekuat tenaga aku tidak ingin mengakui nya, karena aku takut suatu hari nanti kau akan melakukan hal yang sama sperti ibu ku, aku tidak ingin anak ku nanti juga merasakan seperti yang aku rasakan sekarang" ucap nya.


"aku mengerti, tapi aku bukan lah ibu mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, karena cinta tidak akan membuat kita jauh" lanjut Putri dan akhir nya Rudra tertidur lelap di pangkuan Putri ....

__ADS_1


__ADS_2