Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 34. Putri melihat sebuah album foto.


__ADS_3

kini hari pun telah berganti malam, Rudra dan Putri tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Jalal namun saat ini Rudra sudah rapi tetapi Putri belum karena ia sedang mengalami kesulitan saat mencoba menarik Resleting yang berada pada bagian punggung belakang nya.


"put sudah belum? nanti kita telat" kata Rudra tak sabar.


"belum dan jangan masuk, tetaplah di luar" lanjut nya. Tidak lama kemudian karena terburu-buru kulit Putri pun terjepit oleh resleting tersebut sampai kulit nya terluka, ia tidak bisa menahan perihnya Putri pun menjerit kesakitan dan terdengar oleh Rudra. Tanpa menunggu lama Rudra langsung masuk ke dalam kamarnya dan melihat punggung Putri berdarah.


"apa yang kau lakukan! dasar ceroboh" namun Putri tetap menangis, Putri sangat malu pada Rudra karena melihat nya belum selesai memakai baju dan tentu saja Rudra melihat bagian tubuh belakang nya, namun setelah itu dengan cepat Rudra berlari ke kamar nya untuk mengambil minyak yang akan di oleskan nya agar luka tersebut kering dan kemudian kembali ke kamar Putri.


"tenanglah aku akan mengobati nya" ucap Rudra khawatir sambil mengoleskan minyak itu dan sesekali meniup nya agar cepat kering. kemudian setelah itu Rudra meminta Putri agar mengganti baju yang tanpa Resleting agar ia mudah memakai nya. Namun Putri tidak mau karena ia sangat ingin memakai baju yang di beli oleh ayah nya itu tetapi Rudra memaksa nya dan memilih kan nya baju yang ada di lemari Putri.


"pakai baju ini sekarang atau kita tidak akan pergi kemana-mana" tegaskan lalu mau tidak mau Putri pun menuruti nya dan segera mengganti baju nya. Tidak lama kemudian ia pun telah selesai menghias diri nya dan keluar dari kamar nya. Rudra terpesona dengan kecantikan Putri namun dengan cepat ia memalingkan pandangan nya, lalu meminta nya untuk segera ke mobil.


Sementara di rumah Jalal, mereka semua sedang menunggu kedatangan Rudra dan Putri. Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di sana lalu ia pun mengetuk Pintu nya dan di buka oleh Dewi, ia pun memeluk kakak nya dengan rasa rindu yang sangat dalam kemudian mempersilahkan mereka untuk segera masuk ke dalam rumah untuk menemui anggota keluarga yang lain. Di ruang tengah terlihat ke dua orang tua nya dan Ratu yang sedang duduk bersama kemudian Rudra dan Putri pun menghampiri mereka dan mencuim ujung tangan mereka.


"bagaimana kabar mu nak" Zahra bertanya sangat pelan pada nya membuat hati Putri terharu dan ingin menangis.

__ADS_1


" kabar ku sangat baik bu" lanjut nya.


Tidak lama kemudian Galang juga hadir di tengah-tengah mereka, Lalu Jalal pun mengajak Putri dan yang lain nya untuk segera makan malam bersama, di dalam pertengahan makan malam Zahra dan Ratu meminta maaf kepada Putri atas semua perilaku mereka dulu dan Putri pun berbesar hati memaafkan mereka, ia sangat bahagia pada hari ini. Galang sengaja meminta mereka untuk berkumpul di rumah Ratu karena ia akan segera melamar Ratu setelah Ratu wisuda satu tahun lagi, mereka pun ikut senang dengan kabar bahagia tersebut dan memberi selamat pada Galang dan ratu.


Setelah selesai makan malam Rudra dan Putri pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah sangat larut malam. Dalam perjalan Putri meminta Rudra untuk menghentikan mobil nya lalu meminta Rudra untuk membelikan nya Baju yang terpajang di dalam sebuah butik, ia sangat menyukai baju tersebut tetapi Rudra tidak menuruti kemauan nya karena pikirnya waktu sudah tidak memungkinkan. Di sepanjang jalan Putri memilih untuk diam saja karena kesal pada Rudra yang tidak mau membelikan apa yang ia mau, Rudra pun tidak masalah dengan sikap Putri yang cuek terhadap nya.


Sesampai nya di rumah, mereka pun turun dari mobil nya dan Putri langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa permisi bahkan Rudra yang memanggilnya pun tidak ia hiraukan. Rudra merasa tidak enak hati pada Putri, kemudian ia pun ikut masuk ke dalam kamar nya untuk meminta maaf namun Putri tetap saja diam dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka, kaki dan tangan. Setelah Putri keluar dari kamar mandi, ia melihat Rudra masih ada di dalam kamar nya dan sedang duduk di tempat tidur nya.


"sedang apa kau! kenapa masih ada di sini?" ucap Putri.


" baiklah aku memaafkan mu" ucap nya lagi.


"terimakasih" sambung nya lalu bergegas keluar dari kamar Putri.


beberapa bulan terakhir ini Rudra sangat menjaga Putri dengan baik bahkan Putri berpikir kalau Rudra tidak lah buruk seperti yang ia pikir kan, hari demi hari mereka pu saling mengenal satu sama lain dan Putri sangat yakin kalau ia mampu mengembalikan Rudra yang dulu.

__ADS_1


Suatu hari, Putri pergi ke kamar Rudra dan mengetuk pintu kamar nya beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam karena saat itu Rudra sedang tudur dan akhir nya ia pun masuk kedalam kamar tanpa seijin Rudra. Ia merapikan kamar Rudra yang sangat berantakan itu. saat membersihkan tempat tidur nya ia tidak sengaja mengibas seprei dan jatuh lah kunci mobil yang ia masukkan ke dalam kantong nya semalam. kemudian ia mengambil kunci mobil tersebut lalu memasukan kunci itu kedalam laci meja yang ada di samping tempat tidur nya, saat ingin menyimpan kunci ia pun melihat beberapa album foto di dalam nya. ia pun mengambil album foto itu kemudian membuka nya, Putri melihat sebuah foto keluarga di dalam nya, foto Rudra kecil dan ayah serta Ibu nya. Begitu terkejut nya Putri saat melihat foto Ibu nya Rudra, sangat sulit di percaya ternyata Ibu nya Rudra adalah orang yang sangat ia kenal dan ia bernama Risma yang tak lain adalah Ibu tiri dari Rasti. Risma adalah seorang Dokter Umum yang ternama setelah menikah dengan ayah nya Rasti yang bernama Bara. Putri tidak menyangka orang yang di anggap nya sangat mulia, baik dan sangat ramah itu adalah seorang Ibu yang tega meninggalkan anak nya demi sebuah harta yang tidak ternilai harga nya di bandingkan Rudra. Tidak lama kemudian Rudra pun keluar dari kamar mandi dan melihat Putri yang sedang memegang album foto itu di tangan nya dengan cepat ia melangkah dan merampas album itu dari nya.


"apa yang kau lakukan! kau tidak berhak menyentuh apapun di rumah ku" ucapnya sangat marah.


"tenanglah Rudra, aku hanya ingin melihat nya" balas nya.


"keluar dari kamar ku sekarang!" lanjut nya.


Putri tidak mengerti kenapa ia bisa semarah itu hanya karna Putri melihat foto-foto dalam album nya, kemudian ia pun keluar dari kamar Rudra lalu menuju ke dapur untuk makan siang mereka dan setelah nya akan pergi ka kampus. Beberapa saat kemudian Putri pun telah selesai menyiapkan makanan di atas meja dan ia akan memanggil Rudra namun mengingat kembali masalah tadi akhirnya ia pun mengurungkan niat nya itu lalu ia memilih untuk mengirim pesan lewat ponsel nya kepada Rudra dan meminta nya agar segera turun untuk makan siang bersama. Tidak lama kemudian Rudra pun turun dari tangga dan menghampiri meja makan.


"kenapa tidak memanggil ku langsung! apa mulut mu sedang tidak bisa berbicara" ucap nya menyinggung.


"tidak, hanya saja aku salah tolong maafkan aku Rudra sungguh aku tidak bermaksud lancang dan membuat mu sangat marah" ucapnya menunduk.


"bukan salah mu dan lupakan saja" balas nya .

__ADS_1


__ADS_2