Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 46. Bunga berusaha mencelakai Putri.


__ADS_3

Tidak lama kemudian Risma pun pulang kerja dan sampai di rumah nya. Ia melirik ke arah dapur dan melihat Rudra sedang mencuci buah kemudian menyapa nya.


"Bagaimana keadaan keluarga di sana Rudra?" Kata nya.


"Semua nya baik-baik saja Bu, mereka sehat" ucap nya.


Lalu Risma pun kembali ke kamar nya untuk mandi sementara Bunga pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka namun Rudra meminta nya agar membuatkan makanan untuk ibu nya saja, karena mereka sudah makan di jalan saat pulang ke rumah.


"Baik Mas" kata nya, kemudian Rudra pun kembali ke kamar nya untuk menemui Putri, terlihat dalam sana Ia baru saja selesai memakai baju tidur sehabis mandi beberapa gayung saja karena mertua nya bilang tidak baik ibu hamil mandi saat sore apalagi sudah masuk malam hari.


Rudra masuk kedalam kamar nya dan langsung mengambil handuk nya untuk segera mandi. Dan setelah beberapa saat kemudian ia pun selesai mandi dan melihat Putri masih duduk manis di atas tempat tidur nya.


"Kenapa kau belum tidur, apa kau memang sengaja menunggu ku untuk bercinta, apa kau tidak takut janin mu keguguran" ucap Rudra menyindir nya karena ia pernah berbicara seperti itu sebelum nya.


"Tidak, aku tidak ingin bercinta aku takut akan melahirkan anak kembar nanti pasti aku akan sangat repot sekali" ucap nya membuat Rudra kesal.


"Lalu apa mau mu?"


"Pergi ambil mangga nya lalu kupas kulit nya setelah itu aku akan memakan nya sekarang dan tidak menerima penolakan " lanjut nya, sementara Rudra tidak dapat berbicara apapun lagi selain hanya bisa menuruti keinginan istri nya itu. Tidak lama kemudian ia pun kembali ke kamar nya dengan membawa mangga lalu mengupas nya di bawah lantai kemudian Putri pun menghampiri nya dan ikut duduk di bawah lantai, saat sedang menikmati rasa asam nya mangga muda ia pun bersandar di bahu Rudra dan berkata kalau ia baru mengetahu siapa orang yang telah menyebabkan ke dua orang tua nya meninggal.

__ADS_1


"Siapa" ucap Rudra penasaran.


"Ibu angkat ku, zahra" Putri memberitahu bahwa Zahra sudah mengakui kesalahan nya lalu memaafkan nya karena ia tidak dapat membenci orang yang selama ini telah merawat nya.


Rudra pun bergiliran untuk mencurahkan isi hati nya pada Putri, ia mengatakan bahwa hidup nya telah kembali setelah ada nya ia dan terasa lengkap setelah Ibu nya kembali kemudian terasa sempurna saat ia tahu Putri sedang mengandung.


"Ku rasa kebahagiaan sedang berpihak pada kita saat ini dan semoga akan selama nya" ucap nya dalam pangkuan Putri.


kini Putri sudah tidak merasa bau saat berdekatan dengan Rudra jadi ia membiarkan Rudra kembali tidur bersama nya. Ke esokan hari nya seperti biasa Putri menuju kamar kamar kecil untuk mandi, sementara Risma dan Rudra berada di rumah karena ini adalah hari Minggu dan mereka libur.


Risma pergi ke kamar Putri berniat untuk membangunkan nya dan mengajak Putri berjalan-jalan di taman untuk menghirup udara segar, namun Putri sudah selesai mandi dan berpakaian lalu Risma mu meminta nya untuk pergi bersama nya.


"jalan-jalan pagi sayang, agar kaki mu itu tidak bengkak" ucap nya kembali.


"tetapi kita belum sarapan kan bu" kata nya.


"nanti beli saja di jalan" lanjut nya, lalu mereka pun pergi.


saat sedang berolahraga, tiba-tiba saja Putri menerima telepon dari Mawar ia memberi tahu Putri kalau akan pergi ke makasar , kampung nya Fajar untuk menemui keluarga nya di sana dengan memakai pesawat Garuda Indonesia ( IDX: GIAA ).

__ADS_1


"hati-hati di jalan kak, jangan lupa hubungi ku kembali jika sudah sampai di sana" ucap nya lalu menutup telepon nya, kemudian melanjutkan olahraga nya.


Sementara di rumah, Rudra baru terbangun dari tidur nya, ia meraba tempat tidur nya namun tidak merasa ada Putri di samping nya. lalu ia turun dari tempat tidur nya untuk mencari Putri dari laur kamar, tetapi ia hanya menemukan Bunga yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka. Kemudian ia menghampiri Bunga lalu bertanya kemana ibu nya dan Putri pergi lalu ia memberi tahu Rudra kalau mereka sedang berjalan-jalan pagi, setelah itu Rudra pun kembali ke dalam kamar nya untuk mandi.


Beberapa lama kemudian, Risma dan Putri pun sampai di rumah seusai berolahraga lalu Bunga pun menyapa mereka dan meminta nya untuk sarapan bersama namun Risma menolak karena ia sudah makan di luar sebelum pulang ke rumah lalu Risma pergi ke kamar nya untuk mandi, sementara Putri masih berada di sana. Putri menyiapkan makanan Rudra lalu membawa nya ke dalam kamar dan membiarkan Rudra untuk sarapan di dalam kamar saja.


"tumben kamu menyuruh ku untuk sarapan di dalam kamar" ucap nya yang baru saja selesai mandi dan berpakaian.


"aku hanya ingin memanjakan mu saja" ucap nya menggoda Rudra, sekilas Rudra pun mengecup b***r nya.


setelah selesai menyuapi Rudra, ia pun keluar dari kamar untuk membawa kembali piring ke dapur, saat hendak kembali dari dapur ia pun berjalan melewati ruang tamu yang akan menuju ke kamar nya, namun di sana terlihat Bungu sudah mengepel lantai tanpa memeras kering alat itu, ia sengaja membuat lantai terbasah lama karena ia sudah tahu pasti Putri nanti akan melewati tempat itu, dan misi nya agar Putri terpeleset dan calon janin nya itu tidak dapat terselamat kan.


Tidak lama kemudian Putri pun berjalan menuju kamar nya dan akan melewati ruang tamu dan tanpa melihat di bawah lantai yang masih basah itu, bebera saat kemudian kaki nya pun terpeleset dan Bunga tetap diam menyaksikan kejadian itu, kebetulan Risma baru saja keluar dari kamar nya lalu dengan cepat ia berlari dan menahan tubuh Putri hingga mereka sama-sama terjatuh namun Putri berada di atas tubuh mertua nya itu, Risma berteriak dan merintih kesakitan hingga terdengar oleh Rudra dari dalam kamar nya kemudian Putri bangun dan membantu Risma untuk duduk.


"ibu kenapa Put? kenapa lantai nya sangat basah dan licin?" ucap nya khawatir.


"bantu lah aku dulu, dan bawa ibu ke Rumah sakit nanti akan ku ceritakan" lanjut Putri.


Lalu mereka akan segera membawa nya ke rumah sakit sementara Bunga baru saja kembali ke tempat itu ia pura-pura tidak tahu kalau mereka terpeleset oleh lantai yang licin akibat ulah nya itu, kemudian Rudra meminta nya untuk mengatasi lantai yang licin itu.

__ADS_1


Saya Titin Hardianti selaku penulis novel yang berjudul : Aku pernah hancur. Mehohon maaf untuk keterlambatan saya dalam menyambung cerita nya, karena waktu saya terbagi dalam kewajiban saya yang sebagai pekerja di salah satu PT. yang ada di Cakung, Jakarta timur, untuk perhatian nya saya ucap kan terimakasih.


__ADS_2