Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 7. Pembelaan Dewi terhadap Putri.


__ADS_3

Hari pun telah menjelang sore, Putri dan teman-temannya pun pulang ke rumah masing-masing.


sesampai nya di rumah ternyata Zahra sudah dari tadi menunggu nya pulang dari sekolah karena ia ingin membujuk Putri untuk mendekatkan Ratu dengan Gilang. . .


"Kamu dari mana Put? jam segini baru pulang sekolah" tanya Zahra lembut.


"Putri tadi sepulang sekolah langsung pergi nongkrong sama teman-teman bu sudah lama kita gak nongkrong bareng" lanjut Putri menunduk karena takut di marahi ibu nya.


setelah itu Zahra menyuruh Putri untuk berganti pakean sekolah nya lalu bersiap untuk makan siang, sementara anggota rumah yang lain sudah menunggu di meja makan.


beberapa saat kemudian Putri keluar dari kamar nya dan langsung menuju meja makan saat ingin menyentok nasi Zahra pun menaha tangan nya . Putri mengira Zahra melarang nya untuk makan tetapi ternyata Zahra menunjukan perhatian nya kepada Putri sama perhatian nya kepada anak-anak nya yang lain.


Putri pun bingung dan bertanya kenapa ibu nya bisa tiba-tiba berubah seperti ini padahal ia tidak melakukan hal apapun yang buat ibu nya senang, sering muncul pertanyaan ada apa? kenapa? tetapi pikirnya "Ya sudahlah mungkin ibu memang ingin memperhatikan ku"Gumam nya.


setelah selesai makan seperti bias tugas dapur adalah tanggung jawab adik nya Dewi , tetapi siang ini Putri membantu nya dan berniat untuk menceritakan bagaimana sikap ibu nya saat makan tadi. Namun setelah ia menceritakan semua nya Dewi malah meresponnya biasa saja dan ia melihat itu adalah hal yang wajar karna mungkin saja ibu nya sedang ingin memanjakan anak-anak nya.


Putri kesal kepada Dewi karena adik nya itu tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan dan apa yang dia maksud. Akhir nya ia pergi ke kamar nya untuk isirahat stelah masuk dalam kamar tiba-tiba ponsel nya berbunyi rupanya ada pesan masuk dari Grup whatsAp nya yang hanya terdiri dari tiga orang Putri, Rasti dan Desta.


"Put kamu udah siap belum untuk hadapin ujian terakhir kita minggu depan?" tanya Rasti.

__ADS_1


"siap gak siap ya harus siap dong, jangan lupa belajar yah teman-teman supaya kita semua LULUS dan dapat nilai yang bagus" kata Putri.


"pasti nya dong" jawab Desta singkat.


setelah menjawab pesan teman nya lalu Putri meletakan hp nya dan bersiap untuk tidur namun belum sempat ia membaringkan badannya tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari arah kamar nya tok....tok...tok...


"masuk saja pintunya tidak di kunci" kata Putri terdengar dari luar kamar ternyata yang mengetuk pintu kamar nya ialah ibu nya Zahra tanpa menunggu lama Zahra pun masuk dan menghampiri Putri tentu saja Putri merasa kaget baru kali ini Zahra menemui nya di dalam kamarnya bahkan sekali pun Zahra tidak pernah mau dekat dengan Putri.


Zahra berbincang dengan Putri untuk masalah Gilang, Zahra meminta tolong kepada Putri untuk berjanji agar Ratu bisa bersatu dengan Gilang dan jika Putri berhasil ia berjanji tidak akan pernah membeda-bedakan anaknya lagi.


Putri sangat menyanyangi Zahra ia pasti akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena ia sangan ingin mendapatkan semua perhatian ibunya t


setelah mereka berdua sepakat akan hal itu, Zahra pun kembali keluar dari kamar


Putri dan pergi ke kamar Ratu tok..tok..tok..


Ratu yang sedang mengerjakan berkas-berkas dari kantor nya pun langsung membuka pintu dan ia mempersilahkan ibu nya masuk. Zahra menceritakan semua nya kepada Ratu kenapa hari ini ia tiba-tiba perhatian kepada putri itu semua demi diri nya .


Tetapi di sisi lain Ratu baru sadar kalau sikap ibunya kepada Putri selama ini biasa saja seperti bukan seorang ibu dan anak, Rati sampai bertanya ada apa sebenarnya? Gumamnya.

__ADS_1


sebenar nya Ratu ingin bertanya kepada nya tetapi takut Zahra tersinggung dengan ucapan nya akhir nya ia lebih memilih untuk diam.


"Terimakasih bu! sudah mau membantu ku untuk mendapatkan Guru nya Putri" kata nya sambil memeluk ibunya.


"Nak, apapun yang bisa membuatmu bahagia akan ibu lakukan" lanjut Zahra


Tak lama kemudian Dewi pun masuk ke dalam Kamar Ratu dan melihat suasana haru yang ada di depan nya namun sebelum nya ia sudah mendengarkan percakapan mereka dari tadi. Dewi tidak menyangka kenapa ibu nya tega memandang anaknya yang lain dengan sebelah mata karena sudah tidak tahan melihat bagaima sikap ibu nya terhadap Putri akhirnya Dewi pun ikut bicara..


"Bu! aku memang anak kemarin sore, aku anak kecil tapi aku sudah sekolah bu! aku tau mana yang benar dan mana yang salah, Selama ini ibu selalu menomor satukan kak Ratu tanpa ibu sadar ibu sudah menyakiti anak ibu yang lain. Apa ibu tidak bisa sedikit saja melihat keresahan pada mata kak Putri ? ia juga merindukan kasih sayang mu bu. Ibu memang tidak pernah berbicara kasar pada nya tetapi sikap ibu memperlihat kan seolah kak Putri bukan anak ibu, dan sekarang bagaimana jika kak Putri tau kalau ibu hanya berpura-pura baik,menyayangi nya demi kebahagiaan kak Ratu apa tidak sakit bu? sungguh aku tidak mengerti bagaimana jalan pikiran ibu" kata Dewi puas mengeluarkan isi hati nya untuk Putri sambil menangis lalu meninggalkan mereka berdua tanpa permisi.


Dewi bingung harus berada di pihak siapa? di satu sisi ia ingin membela kakaknya Putri tetapi di sisi lain ia takut pada ibu nya. Saat hendak memasuki kamar ayahnya Jalal melihat ia berjalan dengan langkah cepat sambil menangis "apa yang membuat nya sedih sampai menangis seperti itu"Gumamnya


Kini haripun sudah malam untuk pertama kali nya Dewi tidak sibuk dengar dapur, ia tidak memasak dan belum keluar dari kamar nya sejak tadi siang.


Putri keluar dari kamar nya menuju dapur namun setelah sampai dapur ia tidak melihat Dewi disana makanan pun belum ada yang siap "Dewi kamana, tumben belum masak" Gumam nya


Tanpa menunggu lama ia pun langsung mengambil alih urusan dapur Putri memasak dengan penuh gembira karena membayangkan kebahagian yang akan datang dari ibu nya "Pasti aku bahagia" Gumamnya sambil tersenyum.


setelah makanannya sudah siap semua di meja Putri memanggil orang rumah untuk makan ketika ingin memulai makan malam terdengar bunyi Bel di depan rumah, Putri pun bangun dari tempat duduk nya dan pergi untuk membuka pintu.

__ADS_1


tidak di sangka tamu itu adalah Gilang ia bermaksud untuk mengajak Putri makan di luar tapi Zahra malah memaksa Gilang untuk makan malam bersama , Gilang pun tidak bisa menolaknya terus ia pun terpakasa menerima ajakan Zahra..


__ADS_2