Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 68. Putri mengalami kebutaan.


__ADS_3

Keesokan harinya Putri tersadar dari komanya, saat itu penglihatan nya sangat gelap seperti mati lampu tetapi ia tidak merasakan sesak di dadanya yang membuat ia bingung.


"ada apa dengan ku hari ini, kenapa gelap sekali" gumamnya . ia pun meraba di sekelilingnya dan ia mereka tempat itu bukanlah kamarnya lalu ia berteriak memanggil Rudra yang sedang berada di luar ruangan.


"Rudraaaaaaaa! kau dimana? kenapa gelap sekali di sini apakah sedang mati lampu?" ucap nya dan Rudra pun mendengarnya lalu masuk kedalam ruangan tersebut.


"Putri, syukurlah kau sudah sadar..apa kau mengingat semua kejadian kemarin malam?" kata nya .


"ya, tentu saja aku mengingat semuanya tetapi kenapa ruangan ini gelap sekali dan seperti nya bukan kamar kita Rudra" ucapnya lagi.


"Putri, sekarang kau sedang berada di sebuah RS. dan saat ini kau sedang tidak bisa melihat..tetapi aku janji akan secepat nya mencari donor mata untuk mu" kata Rudra yang membuat Putri merasa tidak percaya kalau saat ini dirinya sudah tidak bisa melihat lagi, tak henti-henti nya ia menangis dan merasa sangat marah pada Rasti yang sudah keterlalu terhadap nya. Rudra memberitahunya kalau ia akan melaporkan Rasti kepada pihak yang berwajib ketika ia sudah sembuh nanti, karena dengan keadaan yang seperti ini ia takut jika meninggalkan Putri sendirian dan tidak lama kemudian Rudra menelpon Risma untuk datang ke rumah sakit..sesampainya disana Risma langsung mencari ruangan Putri untuk menemuinya dan setelah Ia masuk kedalam ruangan Putri ia langsung memeluknya sambil menangis.


"Ibu sungguh minta maaf nak, semua ini salah ku Ibu yang membawa Rasti ke rumah hingga ia bisa leluasa menyakiti mu" ucap Risma.

__ADS_1


"tidak ada yang salah Bu, kau seorang Ibu tentu saja kau akan membela setiap pengakuan yang menurut mu benar karena kaulah yang mendidiknya, aku sangat mengerti posisi mu Bu kau hanya salah mengerti sifatnya" lanjut Putri menenangkannya.


Beberapa hari kemudian, Rudra membiarkan Putri tinggal di rumah Mawar untuk sementara selama ia buta karena itu tempat satu-satunya dimana Rasti tidak mengetahuinya ia pun meminta tolong kepada pihak kepolisian untuk berjaga-jaga di lingkungan rumah nya serta beberapa penjaga yang berjaga di dalam rumahnya serta di depan kamar Putri, penjagaan saat ini sangat ketat karena Rudra tidak bisa setiap saat menemaninya karena ia akan berbagi waktu untuk ke kantor dan mencari donor mata untuknya.


"sayang,, apa kau keberatan kalau harus tinggal di sini dulu untuk sementara?" ucap Rudra.


"tidak apa-apa sayang, lagi pula kau melakukan semua ini untuk kebaikan ku kan? lalu kenapa aku harus keberatan?" ucap nya sambil tersenyum.


Rudra pun meminta Bi Inah untuk menyiapkan makan malam untuk Putri kemudian ia pun menyuapinya dengan penuh kasih sayang, setelah itu Rudra membiarkan nya tidur di pangkuannya sambil mengelus lembut helai rambut nya.


"Hallo,,, ia Bu! ada apa menelponku sepagi ini?"..ucap Rudra.


"kemarin saat ibu membawa pakaian Putri yang akan di cuci..Ibu melihat ponselnya di dalam kantong celana,,sepertinya ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal" ucap Risma.

__ADS_1


"Baiklah Bu, nanti sore sepulang dari kantor aku akan ke rumah untuk mengambil ponselnya" ucap Rudra lalu menutup telponnya dan mulai bekerja.


Sementara saat ini Rasti berpikir kalau Putri telah tiada karena saat ia mendorong Putri masuk kedalam jurang ia sangat yakin sekali kalau Putri tidak bisa di temukan dan di selamatkan karena jurang itu sangat dalam sekali. Rasti pun mencari tahu informasi tentang Putri ia meminta orang suruhannya untuk datang mengamati rumah Rudra kemudian orang suruhannya itu memberitahunya kalau Putri tidak ada di sana namun Rasti bingung kalaupun Putri telah tiada mengapa Rudra tidak mengadakan pengajian di rumah nya.


"apakah Putri belum di temukan? baguslah..dan Rudra tidak bisa melaporkan kepada pihak polisi karena ia tidak mempunyai bukti satupun untuk membuktikan kalau akulah yang yang mendorong Putri masuk ke dalam jurang?" gumamnya sambil tersenyum.


hari pun telah sore dan Rudra langsung pergi ke rumahnya untuk mengambil ponsel Putri kemudian setelah itu Rudra kembali kerumah Mawar sesampainya disana ia pun langsung masuk ke dalam kamar Putri dan menyerahkan ponsel tersebut. Putri membuka ponselnya dan melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal namun Rudra mengingatkannya untuk tidak menghiraukan nomor telepon tersebut karena ia takut nomor itu adalah nomor yang dipakai oleh Rasti meskipun ia tidak tau nomor baru Putri tetapi Rudra tetap saja merasa takut. padahal nomor baru tersebut adalah nomor telepon Bunga yang saat itu Putri sempat memberi nomor nya pada Bunga. Namun Putri pun menurutinya karena ia juga masih merasa trauma karena kejadian kemarin malam sehingga setiap kali ada nomor baru ia tidak pernah mengangkatnya. setelah satu minggu kemudian Rudra pun mendapatkan donor mata untuk Putri lalu mereka pergi ke rumah sakit untuk melakukan operasi, dan beberapa saat kemudian setelah dokter selesai melakukan operasi tersebut Ia pun memberitahu kepada Rudra kalau perban matanya bisa dibuka setelah dua minggu kemudian dan ia berharap semoga operasinya berjalan dengan lancar dan Putri bisa melihat kembali seperti semula.


sementara di tempat lain disana mawar sangat merasa bingung karena ia tidak tahu lagi bagaimana caranya ia bisa memberitahu kepada Putri kalau ia saat ini masih hidup dan Beberapa hari kemudian mawar pun mendapat undangan pernikahan dari Rindu yang bertuliskan kalau ia akan menikah dengan Fajar, saat mengetahui itu hati Mawar merasa sangat hancur.


" kalau saja saat ini Fajar tidak lupa ingatan pasti ia tidak akan mau menikahi Rindu" gumamnya. rindu dan Fajar akan menikah tiga hari lagi dan Mawar memanfaatkan waktu tiga hari itu untuk membuat Fajar mengingat semua akan dirinya dan siapa ia sebenarnya. namun beberapa kali Mawar berusaha membuatnya ingat akan siapa jati dirinya tetap saja Fajar lupa akan semua itu, dan hari pernikahan mereka pun tiba..Mawar pun bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan mereka hari ini ia akan mengiklaskan Fajar menikah dengan orang lain.


"mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama Mas" ucapnya dalam hati dan terasa air mata nya mengalir membasahi pipinya saat itu.

__ADS_1


"Yang sabar yah Nak, kita hanya bisa berencana tetapi Allah lah yang menentukannya" ucap Bu Asih yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamarnya. Sementara saat Fajar akan pergi ke gedung pernikahan tiba-tiba saja kakinya tersandung kaki kursi sehingga ia terjatuh pingsan dan kepalanya terkena benturan meja yang ada di ruang tamu.


__ADS_2