
hari pun telah pagi tetapi Mawar belum melihat pintu kamar Putri terbuka, ia pun mengira mungkin saja mereka kecapean. Lalu ia pun menuju dapur di sana terlihat bi Inah sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Bi, apa mereka belum bangun?" ucap Mawar kepada bi Inah.
"seperti nya belum non" balas nya. Kemudian Mawar pun pergi untuk membangun kan mereka dan setelah beberapa kali mengetuk, akhir nya terdengar sahutan Putri dari dalam kamar.
"sebentar kak" katanya. Tidak lama kemudian Putri pun tersadar kalau ia sedang tidur di samping Rudra dengan memeluk nya lalu Putri pun berteriak hingga Rudra terbangun.
"ini masih pagi Put, kenapa kamu harus berteriak apa kamu ingin berlomba suara dengan ayam" ucapnya kesal.
"ini salah mu, kenapa aku bisa tidur dalam pelukan mu?" lanjut nya.
" ingat-ingatlah dulu tentang semalam kalau kau merepotkan aku" sambung nya.
"merepotkan bagaimana maksud mu?" ucap nya lagi
"pikirkan saja sendiri dan berhenti lah untuk bertanya" kata Rudra mulai kesal. lalu ia pun pergi untuk mandi tidak lama kemudian Rudra pun selesai dan giliran Putri untuk mandi dan setelah itu mereka pun pergi ke meja makan untuk sarapan bersama. Beberapa saat kemudian sarapan nya pun selesai dan Mawar akan ke kantor sementara Rudra dan Putri berangkat kuliah.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju kantor tiba-tiba saja mobil nya Mawar mogok di pinggir jalan, ia pu turun dari mobil nya untuk memeriksa mesin nya namun ia tidak paham dengan urusan mobil kemudian ia pun menelpon orang bengkel terdekat untuk segera datang. Hampir setengah jam ia menunggu montir tersebut namun ia belum datang juga sementara satu jam ke depan Mawar akan meeting dengan kliyen pertama nya, ia pun melihat seseorang yang sedang mengendarai motor berlari ke arah nya lalu ia menghentikan motor tersebut.
"Mas tolong antar kan saya ke kantor (Harapan indah), nanti saya akan bayar di tempat" ucap nya terburu-buru.
"Tapi mba saya bukan ........." ucapnya belum selesai bicara tetapi Mawar sudah terlanjur menaiki motor nya dan meminta nya untuk buru-buru jalan. Beberapa saat kemudian ia pun samapi di depan kantor nya kemudian ia mengambil uang dari dalam tas nya dan memberikan kepada orang itu.
"maaf mba saya bukan ojek, lain kali tanya dulu sebelum naik motor orang" kata nya kesal karena ia harus telat ke tempat kerja nya gara-gara mengantar Mawar.
"oh maaf bangat Mas, saga tidak tahu" ucap nya sangat malu, kemudian lelaki yang bernama Fajar itu pun kembali melanjutkan perjalanan nya lalu Mawar masuk ke dalam kantor nya.
Sementara di kampus, Putri sedang sibuk mencari Rasti, untuk memberitahu nya kalau Rudra adalah kakak tiri nya namun ia pun tidak menemukan nya seusai jam istrahat tadi, kemudian ia pun mencoba untuk menelpon nya kebetulan sekali ia masih memakai nomor nya yang lama.
"aku ingin bertemu dengan mu di taman kampus sekarang" ucap nya.
kemudian mereka pun bertemu di tempat itu dan Putri mengajak Rasti untuk duduk di kursi panjang yang ada di taman itu. Putri bingung harus memulai pembicaraan nya mulai dari mana, tetapi ia berusaha memberitahu apa yang ia tahu dan ia lihat saja.
"Ras, sebaik nya kamu jangan jatuh cinta pada Rudra! karena......." kata nya.
__ADS_1
"karena kau mencintai nya kan? untuk itu kau harus mengorbankan perasaan ku demi dirimu" lanjut nya lalu pergi.
" tapi aku belum menjelaskan nya Ras, dengar lah dulu" sambung nya berteriak berharap Rasti mendengar nya namun Rasti tidak mau mendengarkan nya. Tak lama kemudian Rudra pun datang menghampiri Putri lalu mengajak nya masuk ke dalam kelas nya.
Saat pulang kuliah Putri melihat tukang es kream di sebrang jalan ia pun meminta Rudra untuk membelikan nya tetapi Rudra tidak mau menuruti nya karena ai harus buru-buru mengantar Putri pulang sementara ia pergi untuk membelikan kue ulang tahun untuk nya. karena tidak mau menunggu lama akhirnya Putri pun pergi membeli nya sendiri, saat akan menyebrang tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat ke arah Putri. Dengan cepat Rudra berlari ke arah Putri lalu menarik tangan nya dan menyelamatkan nya.
"apa kau sudah gila hah? harga es kream itu tidak sebanding dengan nyawa mu" kata Rudra sangat marah ketakutan dan rasa nya jantung Putri ingin copot karena hampir di tabrak, ia pun menangis karena Rudra memarahi nya sedangkan ayah nya saja tidak pernah sedikit pun memarahi nya. Rudra tidak tega melihat Putri menangis akhirnya ia pun meminta maaf lalu menenangkan Putri dalam pelukan nya. sementara di sebrang jalan sana Rasti sedang memperhatikan mereka yang menurut nya semakin hari semakin dalam seperti orang yang pacaran dengan itu semakin membuat Rasti benci pada Putri.
"lihat saja pembalasan ku nanti Put" ucap nya dengan pandangan tajam lalu masuk ke dalam mobil nya.
Kemudian Rudra pun mengajak Putri untuk pulang karena hari akan menjelang sore, sesampai nya mereka di rumah Mawar! Rudra meminta Putri untuk masuk duluan sedangkan ia menelpon orang kepercayaan nya yang bekerja di kantor milik nya itu untuk membelikan es kream yang sangat banyak untuk Putri karena tadi ia tidak bisa membelikan nya dan meminta nya untuk membawa ke alamat Mawar.
setelah beberapa saat kemudian orang suruhan nya itu pun sampai di rumah Mawar dan terlihat Rudra sedang menunggu nya di depan rumah, orang itu ternyata Fajar yang tadi pagi bertemu dengan Mawar di jalan. Kemudian Rudra meminta nya untuk mampir sebentar dan Fajar pun tidak dapat menolak nya, Rudra pun mempersilahkan nya untuk duduk di ruang tamu sementara ia pergi ke dapur untuk menyimpan es kream nya ke dalam kulkas. Tidak lama kemudian Mawar pun turun dari tangga lantai atas kamar nya lalu ia melihat Fajar yang tengah duduk sendirian di sana. Mawar pun mempercepat langkah nya lalu menghampiri Fajar.
"kau orang yang tadi pagi kan? kau mencari rumah ku untuk meminta bayaran ojek tadi pagi" ucap nya tanpa merasa salah.
"kau!!!! sudah ku bilang kan, aku bukan seorang ojek" kata nya kesal. Tidak lama kemudian Rudra pun kembali dari dalam dapur dan menghentikan keributan mereka, kemudian ia menjelaskan kepada Mawar bahwa ia adalan manager di perusahaan nya dan bernama Fajar selain manager ia juga orang kepercayaan satu-satu nya di perusahaan nya. Mawar pun mengerti dan kembali malu untuk ucapan nya sendiri, setelah itu ia pamit untuk ke dapur dan akan membuatkan nya minuman. Sementara Rudra pergi ke kamar nya untuk memanggil Putri dan sengaja meminta nya untuk mengambil sirup di kulkas agar ia bisa menemukan es kream yang ia simpan tadi. Putri pun menuruti permintaan nya dan pergi ke arah dapur untuk membuka kulkas nya, di dalam kulkas terlihat es kream satu kulkas penuh dengan berbagai macam rasa. Kemudian ia berlari ke arah Rudra yang sedang mengobrol dengan Fajar.
__ADS_1
"ada apa! apakah es kream nya kurang atau tidak enak" ucap nya.
"tidak, dan terimakasih sungguh aku tidak percaya kau akan membelikan nya" ucap nya senang sambil memeluk Rudra tanpa malu dengan Fajar.