
keesokan harinya,, Mawar sudah sampai di kampung almarhum kedua orang tuanya di mana mereka dimakamkan di sana dan hari ini ia baru ada kesempatan untuk menelepon Putri karena di sana sinyalnya lumayan susah untuk bisa terhubung Ia pun memenuhi janjinya kemarin kepada putri yang akan menelponnya dengan video call. Putri yang baru saja selesai mandi tiba-tiba saja mendengar suara nada dering dari ponselnya Ia pun melihat tertulis nama Mawar di sana namun ia belum bisa mengangkat teleponnya karena ia belum memakai pakaiannya akhirnya ia mengirim pesan singkat kepada Mawar ia mengatakan akan menghubunginya kembali nanti dan setelah Putri selesai memakai baju Ia pun kembali menelepon Mawar dan Putri sangat merasa senang sekali karena sekarang ia sudah bisa melihat makam kedua orang tuanya, seketika air matanya pun menetes membasahi pipinya lalu ia pun mengusapnya dengan satu tangannya.
"Mama, Papa,..... Putri sangat merindukan kalian Putri minta maaf yah tidak bisa berziarah ke sana tapi Putri janji suatu saat nanti Putri pasti akan kesana untuk berziarah ke pemakaman mama dan papa" katanya sambil melihat nisan mereka yang di arahkan lewat kamera Videocall.
"kamu yang sabar ya Put, kakak juga sangat merindukan mama dan papa insya Allah nanti pasti kita akan datang berdua ke sini" lanjut Mawar.
tidak lama kemudian karena sebentar lagi akan turun hujan Mawar pun mengakhiri teleponnya dan segera pulang ke rumah milik almarhum kedua orang tuanya dengan memakai sepeda yang diboncengi oleh Fajar karena memang di kampung itu jalanannya sangat sempit sekali dan sangat susah untuk mengendarai mobil apalagi untuk ke tempat pemakaman. Sesampainya mereka di rumah tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras dan diiringi suara petir yang sangat besar sekali sehingga Mawar merasa takut lalu Fajar pun memeluk dan menenangkannya. Mawar dan Putri memang mempunyai kesamaan yaitu sama-sama takut pada saat hujan bercampur petir dan perbedaannya Putri terbiasa tidur dengan terang sedangkan Mawar terbiasa tidur dengan gelap.
tidak lama kemudian hujan pun turun juga di wilayah Jakarta dan saat itu membuat hati Putri sangat gelisah karena saat itu ia hanya berdua dengan Indah sementara Rudra dan Risma belum pulang kerja karena hari masih siang namun di luar rumah langit sangat gelap seperti saat malam hari. Putri merasa ketakutan sehingga iya memangku Indah dan memeluknya dengan sangat erat, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan ia merasa kaget sekali ternyata yang menelponnya itu adalah Rudra. Rudra sangat tahu kalau ia takut akan hujan bercampur petir oleh sebab itu ia menelponnya untuk menenangkannya.
" hallo sayang! apa kau baik-baik saja" ucap Rudra khawatir.
" aku sungguh ketakutan Rudra, apakah kau bisa pulang sekarang?" ucap Putri.
" aku belum bisa pulang sayang, karena sebentar lagi aku ada meeting dengan klien penting.. begini saja pastikan lampu di rumah akan tetap menyala agar kau tidak terlalu merasa ketakutan" lanjut Rudra.
"baiklah,, semoga meetingnya lancar yah sayang" ucapnya.
__ADS_1
" ia sayang, terima kasih ya udah semangatin aku " kata Rudra lalu menutup teleponnya sementara Putri membawa Indah masuk ke dalam kamarnya dan menidurkannya karena sekarang sudah waktunya jam tidur siang untuk Indah.
hari pun sudah mulai sore dan hujan pun sudah reda membuat hati Putri sedikit lebih tenang.. beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan Indah dari dalam kamarnya dan Putri pun berlari menemuinya seusai membuat bubur untuk Indah. setelah ia masuk kedalam kamar anaknya Putri pun langsung mengangkatnya dari tempat tidur dan menggendongnya keluar dari kamar untuk segera menyuapinya dengan semangkok bubur sereal.
beberapa saat kemudian setelah Putri selesai menyuapi dan memandikan Indah,, Rudra pun sampai di rumah iya pun mengucapkan salam lalu Putri menjawabnya kemudian menghampiri Rudra. saat itu Rudra ingin mengambil Indah dari tangan putri namun Putri meminta Rudra untuk mandi terlebih dahulu setelah itu baru ia bisa menggendong nya Rudra pun menurutinya lalu ia bergegas untuk mandi sementara Putri pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka beberapa saat kemudian Risma juga sampai di rumah dan mengucapkan salam, Putri menghampirinya lalu mencium tangan Risma setelah itu ia pun pergi untuk mandi kemudian Putri mengatakan padanya untuk langsung ke meja makan setelah ia selesai mandi.
tidak lama kemudian Rudra dan Risma pun keluar dari kamar mereka masing-masing dan langsung menghampiri meja makan untuk makan malam bersama. malam ini Risma makan lebih sedikit dari biasanya karena ia sedang merasa tidak enak badan dengan rasa khawatir Putri menanyakan padanya apa yang sedang ia rasakan namun Risma menjawabnya dengan singkat " mungkin Ibu terlalu capek seharian ini Put" kata Risma.
"ya sudah biar nanti Putri belikan obat ya Bu" kata Putri.
"nanti biar ku antar ke supermarket ya" ucap Rudra.
beberapa saat kemudian..
Setelah mereka selesai makan, Rudra mengajak Risma untuk mengobrol di ruang tengah sementara Putri membereskan meja makan. setelah Putri selesai mencuci piring iya pun pergi menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel dan uang untuk membeli obat Ibu mertuanya, kemudian Ia pun pergi ke ruang tengah menemui Rudra dan Risma Ia pun mengatakan kepada mereka kalau ia akan pergi ke supermarket dengan mengendarai motor.
"apa kau yakin akan pergi ke sana sendirian?" ucap Rudra.
__ADS_1
" iya Rudra aku pergi ke sana sendirian saja lagi pula kan supermarketnya nggak jauh dari rumah kita" ucap Putri.
"baiklah,, tetapi kau harus hati-hati yah sebab diluar jalanan masih licin karena hujan" ucap Rudra dengan rasa khawatirnya.
"Baiklah Rudra aku pasti akan hati-hati" ucap Putri lalu pergi ke garasi untuk mengambil motornya kemudian Ia pun berangkat ke supermarket.
sesampainya disana ia pun langsung membeli obat Risma dan setelah ia mendapatkan obatnya Ia pun langsung pulang namun dalam perjalanan pulang tiba-tiba saja hujan yang tadinya hanya gerimis kini tiba-tiba saja hujan deras diiringi dengan angin yang sangat kencang membuat Putri tidak bisa melanjutkan perjalanannya dan ia pun menghentikan motornya lalu meneduh di sebuah warung yang ada di pinggir jalan itu. kini hampir setengah jam, hujan belum juga reda sementara Putri mencoba untuk menghubungi Rudra lewat ponselnya namun tidak bisa terhubung karena jaringan saat itu tiba-tiba saja hilang dan tidak terkoneksi sama sekali iya pun mencoba menghubungi Risma namun tetap saja tidak bisa tersambung akhirnya ia terpaksa menunggu hujan benar-benar redah.
sementara di rumah,, Rudra sangat khawatir karena sudah setengah jam berlalu Putri belum juga sampai di rumahnya ditambah lagi dengan hujan yang lebat membuat pikirannya tidak tenang.
"kau mau pergi kemana Rudra di luar sedang hujan deras, nanti kau akan sakit" kata Risma menahan Rudra yang ingin pergi menyusul Putri.
"Aku harus pergi menyusul Putri Bu, pasti saat ini dia sangat merasa ketakutan" ucap Rudra tanpa mendengarkan nasehat Risma lalu ia pun pergi dengan memakai mobilnya.
dalam perjalanan Ia pun melihat motor Putri yang sedang terparkir di pinggir jalan Ia pun langsung menghentikan mobilnya lalu menghampiri Putri yang sedang duduk di warung kopi itu, setelah Putri melihat Rudra Ia sangat senang sekali ia pun bangun dari tempat duduknya lalu memeluk Rudra.
" Aku takut sekali Rudra.. Untung saja kau cepat datang" ucapa Putri.
__ADS_1
" tenanglah Put, kau tidak akan kenapa-napa" ucapnya sambil mengelus lembut rambutnya lalu mereka pun pulang dengan memakai mobil sementara motornya dititipkan kepada pemilik warung itu untuk malam ini saja dan ia akan mengambil kembali motornya besok pagi.