Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 23. Rudra kembali masuk kuliah.


__ADS_3

keesokan hari nya Rudra masuk kuliah kembali meskipun ia masih dalam suasana duka, ia terlihat seperti biasa tetap diam, tidak pernah senyum, dan selalu marah untuk hal kecil sekalipun. pada saat dalam kelas ia hanya terdiam, dan belajar seperti biasa, ia menunjukan seolah semuanya baik-baik saja . Sesekali ia melirik ke arah Putri untuk mengetahui apakah tangan nya sudah sembuh atau belum. kemudian Putri pun melirik ke arah Rudra, ia ingin sekali menyapanya dan mengucap turut berduka namun ia takut Rudra marah terhadapnya tetapi ia pun memberanikan dirinya untuk berbicara pada Rudra.


" Rudra! aku minta maaf" kata Putri menghadapkan badan nya pada Rudra.


"untuk apa" katanya singkat.


"pada malam itu......" Putri belum selesai berbicara.


"apa yang telah kamu lihat pasti menurut mu benar kan? jadi sudah! lupakan saja" jawabnya dingin.


"aku turut berduka yah" katanya lagi dengan rasa sedikit takut.


"Terimakasih" lanjut Rudra yang tetap fokus dengan pandangan lurus nya ke arah papan tulis. Sedangkan Putri sangat merasa heran dengan sikap Rudra yang seperti batu dan api "sebenarnya apa masalah nya dengan ku, dasar lelaki judes" gumamnya kesal. Beberapa saat kemudian bel istirahatpun berbunyi, dan Putri lebih memilih ke ruang Perpustakaan dari pada ke kantin, Rudra pun pergi ke tempat yang sama dan sesampainya di perpustakaan Putri ingin mengambil sebuah buku yang letak nya pada susunan yang paling atas, karena tangan nya tidak sampai untuk mengambil buku tersebut akhirnya ia mengambil bangku untuk membantu nya berdiri namun bangku yang ia ambil ternyata rusak sehingga saat menaiki nya ia hampir terjatuh namun untuk ke dua kali Rudra menyelamatkan nya .

__ADS_1


"lain kali hati-hati, tangan mu belum sembuh" katanya dengan suara datar, lalu pergi. Sementar Putri masih berdiri di situ dan masih belum percaya kalau Rudra menolongnya, lalu ia pun kembali menemui Rudra untuk berterimakasih namun Rudra tudak menanggapinya dan tetap saja dengan sifat ego nya. Bel masuk pun kembali berbunyi dan setelah semua siswa nya masuk, mereka di mintai oleh dosen nya untuk bekerja kelompok dan hanya beranggota dua orang saja untuk tiap kelompoknya. Kebetulan sekali Rudra dan Putri adalah satu kelompok, tentu saja Putri tidak setuju dengan keputusan Dosen nya.


"maaf pak, saya tidak mau kalau harus satu kelompok dengan Rudra, dia di ajak berteman saja tidak mau lalu bagaimana cara mengerjakan tugasnya bersama? saya bisa setres pak" komplainnya.


"Dosen nya adalah saya maka untuk itu tidak ada satu orang pun yang bisa mengubah keputusan saya" katanya. Putri sangat kesal dengan keputusan Dosen nya itu namun ia pun terpaksa menerima nya. Rudra meminta untuk mengerjakan tugas nya pada sore hari sepulang dari kampus namun Putri menolak karena ia harus ke kantor dan ia meminta Rudra untuk ke rumah pada malam hari saja, lalu Rudra pun mengerti akan posisinya . Namun ia mengikuti Putri sampai ke kantor nya karena ingin tahu apakah Putri benar-benar ke kantor atau hanya ingin menghindarinya saja. Baberapa saat kemudian ia pun telah sampai di kantor tetapi ia tetap tidak sadar kalau Rudra mengikuti dirinya dari tadi. setelah Putri masuk kedalam kantor, Rudra pun memutuskan untuk pulang namun saat ia hendak melangkahkan kaki nya. ia tiba-tiba saja sadar bahwa Perusahaan tempat Putri bekerja adalah perusahaan nya Galang tempat dimana kemaren perusahaan nya menanam kan saham tertinggi pada perusahaan Galang. dan melihat Galang yang sedang berbincang dengan Gilang.


"dia adalah orang yang kemarin malam membawa mobil ugal-ugalan kan? oh ternyata mereka saudara kembar" katan nya dalam hati lalu ia pun mendekatinya dan mendengar semua pembicaraan mereka.


"aku sangat mencintai Putri Lang, rasa nya aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia, aku takut untuk mengakui kalau akulah yang selama ini menjadi diri mu ketika kau sakit selama satu tahun, aku mengatakan perasaan ku pada nya sebagai diri mu bukan diri ku" kata Galang.


"apa yang kau lakukan di kantor milik kakak ku?" katanya sombong.


"bukan urusan mu" jawabnya.

__ADS_1


"tentu saja menjadi urusan ku karena kamu ada di sini" lanjut nya . tidak lama kemudian Putri pun keluar dari kantor dan melihat mereka hampir saja ribut lagi.


"Rudra! kau mengikuti ku?".


" tidak, hanya saja aku tidak tau nomor ponsel mu dan alamat rumah mu lalu bagaimana cara ku untuk pergi kesana" alasannya tepat. Lalu Rudra pun menarim tangan Putri dan meminta Putri untuk masuk ke dalam mobilnya Untuk ikut kerumahnya karena ia harus mandi terlebih dahulu sebelum ke rumah Putri. Sesampainya di sana ia pun menyuruh Putri masuk ke dalam rumahnya dan meminta nya untuk duduk di ruang tamu.


"orang nya tampan,Rumah nya begitu besar , namun sangat kotor dan berantakan seperti tidak berpenghuni" katanya pelan karena takut terdengar oleh Rudra. Rudra yang tadi nya sudah berjalan beberapa langkah ke kamarnya tiba-tiba saja menghampiri Putri.


"apa katamu, cukup duduk diam dan jangan berbicara ataupun melakukan apa pun. mengerti?" kata nya dengan nada tinggi lalu pergi ke kamarnya untuk mandi. Beberapa saat kemudian, Rudra pun selesai bersiap-siap, lalu ia lansung menghampiri Putri dan memberikan nya ramuan yang biasa di buat oleh Ibunya dulu untuk menyembuhkan racun apapun. namun Putri tidak menghiraukan nya dan Rudra pun tidak mau memaksanya. Lalu Rudra mengajak nya untuk pulang sekarang agar nanti nya tidak kemalaman namun saat Putri ingin bangun dari tempat duduk nya tiba-tiba saja ia merasa kesakitan pada tangan nya, tanpa menunggu persetujuan Putri , Rudra pun mengoleskan ramuan obat itu pada tangan Putri setelah itu ia menggerak-gerakkan tangan nya lalu meminta Putri untuk memegang tangan nya dengan sangat kuat.


"peganglah tangan ku, anggap aku ini musuh mu, bayangkan bahwa aku adalah orang yang paling kamu benci di muka bumi ini" kata Rudra, Putri pun berusaha namun tetap saja tidak bisa.


" jangan berputus asa! semua luka pasti akan bisa di sembuhkan" kata Rudra.

__ADS_1


"apa itu termasuk hati mu? aku tau masalah mu, dan luka pada hati mu itu" lanjut Putri mencoba memahami Rudra.


" jangan pernah ikut campur dengan masalah ku karena kamu bukan siapa-siapa ku" tegas nya lagi-lagi dengan suara tinggi. Lalu Putri pun terdiam dan mereka malanjutkan perjalanannya ke rumah Putri. Setelah satu jam kemudian mereka pun sampai dan Putri meminta nya untuk masuk ke dalam rumah namun di dalam sana Putri sedang kedatangan tamu yaitu Indah,Gilang dan Wisnu suaminya. lagi-lagi mereka membicarakan soal perjodohan Ratu dan Galang. Zahra memperkenlkan Putri pada mereka dan begitu terkejutnya Putri saat ia tau kalau Ratu akan menikah dengan Galang saudara nya Gilang namun ia tidak tau kalau mereka adalah saudara kembar.


__ADS_2