Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
100. jadian .


__ADS_3

Ibra berjalan mengikuti langkah wulan menuju kelas di mana siska biasa menimba ilmu nya saat ia tiba di kelas itu ia dikejutkan oleh orang orang yang berkerumun menyoraki seseorang yang tengah berkelahi di tengah tengah mereka .


" Berhenti ..." Teriak ibra membuat kerumunan itu langsung menatap dirinya . Mereka pun mulai menyingkir dan memberikan ibra jalan .


Banyak di antara mereka yang bertanya tanya siapa ibra sebenarnya dan kenapa di kampus mereka ada seorang dokter .


" Aku bilang berhenti apa kalian tuli. " Teriak ibra yang membuat irma sadar jika saat ini suara orang yang di kenal nya telah datang di tengah tengah mereka .


Irma pun langsung mundur mendengar suara itu sementara iren yang melihat irma menghentikan aksinya pun ikut berhenti .


Kedua wanita itu memandang ibra dengan pandangan bingung . Ibra menatap irma tajam seakan akan tak suka dengan apa yang telah gadis itu lakukan. Irma yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya perlahan .


" Kalian ini mahasiswi ..ini di kampus tak seharusnya kalian bertingkah seperti anak anak di sini . Ini tempat orang belajar bukan tempat orang berkelahi apa kalian tak malu melakukan hal yang memalukan seperti itu ? " Tanya ibra pada iren dan irma .


" Bapak ini siapa kenapa bapak datang dan menasehati kami seperti itu . bapak tak ada hao menasehati saya di sini karena bapak bukan merupakan dosen ataupun dekan di sini . " ucap iren tak terima laki laki di hadapan nya itu menasehati dirinya.


" Begitukah cara mu berbicara dengan orang yang lebih tua dari mu . Di mana sopan santun mu sebenarnya , saya sebenarnya juga malas menasehati orang seperti kamu ini tapi pak wili meminta saya melakukan nya karena dia tak bisa datang kesini . Kalau kamu tak percaya kamu boleh bertanya pada beliau nanti ketika kamu bertemu langsung dengan nya . " Ucap ibra pelan..


" Dan kalian kenapa kalian tak memisahkan mereka dan malah mengerumuni mereka apa jiwa kemanusiaan kalian sudah hilang atau bagaimana aku sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran anak muda jaman sekarang ." ucap ibra pelan .


" Maaf pak kami salah . " Ucap para mahasiswa itu menyadari kesalahan yang mereka buat .


" Sudahlah sekarang kalian berdua ikut saya menemui pak wili beliau akan memutuskan hukuman untuk kalian berdua . " ucap ibra pelan kemudian laki laki berjalan keluar dark dalam kelas siska ..irma langsung mengikutinya begitupula dengan iren dan wulan .


" Kak ibra .." Panggil irma pelan ketika ia bisa berjalan beriringan dengan dokter di samping nya itu . Ibra hanya diam dan tak menjawab ia masih marah dan kesal dengan kelakuan irma .


" Kakak ..." Panggil irma lagi namun lagi lagi ibra tak menjawab nya .Di cuek kan seperti itu oleh orang yang ia sukai membuat irma cemberut. wanita itu kesal karena ibra tak mau mendengar penjelasan nya .


Ibra memasuki ruang uks lagi di sana ia melihat siska belum juga sadar dan kalian tengah menunggunya dengan tenang .


" Eh ..kak mana mereka ?" tanya wiliam pada kakak iparnya itu .


" Itu di sana . " Tunjuk 2 orang perempuan yang masih berdiri di ambang pintu .


" Kakak bisa jaga siska sebentar tidak biar au yang berbicara dengan mereka di ruangan ku . aku takut menggangu istirahat siska jika menyelesaikan masalah ini di sini . " pinta wiliam pada kakak iparnya itu .


" Pergilah .. hukum mereka dengan adil." ucap ibra pelan sejenak ia melirik irma yang tengah menatap ke arah nya dengan pandangan khawatir . Wiliam hanya mengangguk kan kepalanya perlahan dan pergi menghampiri 2 mahasiswa nya itu .

__ADS_1


" Kalian berdua ikut aku ke rungan ku . " Ucap wiliam dingin pada irma dan iren .


" Bapak bolehkan aku melihat kondisi siska dulu pak ...plis ..nanti saya menyusul ke ruangan bapak saya janji akan melaksanakan apa pun hukuman yang bapak akan berikan pada saya . " Ucap irma pada dosen nya itu .


" Baiklah ... iren ayo kita tunggu irma di ruangan saya . Irma kamu hanya punya waktu 5 menit atau saya akan memberi tambahan hukuman kamu menjadi 2 kali lipat dari yang seharusnya . " ucap wiliam pada 2 mahasiswi nya itu . Dengan kesal iren pergi mengikuti wiliam kini hanya ada ibra yang tengah memeriksa infus adiknya itu , Siska yang masih belum sadar dan irma yang datang menghampiri ibra dengan takut takut .


" Kakak marah sama irma ?" Tanya irma seraya menarik jas dokter ibra dengan pelan .


" Kamu kesini untuk siska kan ...jadi aku keluar dulu . " Ucap ibra ingin pergi namun irma menahan tangan laki laki itu .


" Jangan marah ..jangan diem min irma jangan kayak gitu irma gak suka kakak cuek kin . maaf siska memang salah kak . maaf " Ucap irma mulai berkaca kaca karena ibra marah pada dirinya dan ia tak tau harus bagaimana lagi agar laki laki di hadapannya itu mau memaafkan dirinya .


" Jangan nangis ... kakak hanya gak suka kamu melakukan hal yang membahayakan dirimu seperti itu lagi pula untuk apa kamu bertengkar dengan wanita itu . apa masalah nya apa gara gara laki laki atau bagaimana ?" tanya ibra menatap tajam wanita di hadapan nya itu .


" Itu karena dia jelek jelekin siska ...irma gak terima dia jelekin sahabat irma di hadapan temen temen . " Ucap irma pada ibra .


" Tetap saja seharusnya kamu tak berkelahi seperti itu lihat rambut mu begitu berantakan dan ini ..tangan kamu berdarah karena di cakar sama wanita tadi kan . " ucap ibra merapikan rambut wanita di hadapan nya itu dan membersihkan luka di tangan irma dengan kapas yang ada disana .


" maaf kak .." Ucap irma merasa bersalah karena telah membuat laki laki di hadapan nya itu khawatir .


" Kakak gak suka kamu seperti ini , lain kali jangan ulangi lagi oke . " ucap ibra pada wanita di hadapan nya itu .


" Bukan apa apa itu demi kebaikan kamu sendiri . kakak gak mau lihat kamu terluka kakak menyukai dan mencintai mu jadi kamu jangan buat kakak khawatir lagi . " Ucap ibra membuat irma tersenyum .


" apa kakak sedang menembak irma ?" Tanya irma tersenyum malu malu .


" Menurut mu bagaimana apa kamu keberatan kakak menyukai mu apa kamu keberatan kakak mencintai mu ?" Tanya ibra mengikis jarak antara dirinya dan irma .


" Tidak ...irma tak keberatan . " ucap irma tersenyum .


" walupun kakak seorang duda dan umurnya jauh berada di atas mu ?" tanya ibra lagi .


" Iya ... karena irma juga mencintai kak ibra maka ...irma akan menerima kakak apa pun keadaan kakak dan setatus kakak . " ucap irma membuat ibra tersenyum .


" Kamu memang pintar berkata manis sepertu itu . " Ucap ibra mencium pipi irma tanpa permisi membuat pipi wanita itu memerah karena nya .


Siska yang sedari tadi sudah bangun dan memperhatikan adegan mesra itu pun langsung terkejut ia tak menyangka jika selama ini ibra dan sahabatnya tengah dekat .

__ADS_1


" Kalian jadian ?" Tanya siska tak percaya dengan apa yang di lihatnya itu .


" Eh ...kapan kamu bangun ?" Tanya ibra terkejut .


" Dari tadi ... " Ucap siska memegangi kepalanya yang masih berdenyut nyeri .


" Biar kakak periksa . " Ucap ibra meletakan kapas di tangan nya dan mulai memeriksa kondisi adiknya itu dengan serius .


" Kakak belum jawab pertanyaan siska ." ucap siska pada kakak nya itu seraya melirik irma pelan .


" Ck ... karena kamu sudah melihat dan mendengar nya jadi untuk apa kamu bertanya lagi . " ucap ibra dengan pipi memerah begitu pula dengan irma .


" Aku senang jika akhirnya kalian menjalin hubungan tapi aku juga bingung sejak kapan kalian dekat ?" Tanya siska lagi yang mendapatkan cubitan di hidung nya oleh ibra .


" Kepo . " ucap ibra ... pada adik nya itu .


" Ih ...ngeselin . tapi kak ada apa dengan siska kenapa siska pingsan tadi apa siska sakit parah atau bagaimana ?" tanya siska pada kakak nya itu .


" Biar suami mu saja yang menjelaskan nya nanti . " Ucap ibra tersenyum seraya mengusap kerudung adiknya itu pelan .


" Memang nya kemana mas wili kenapa aku tak melihatnya ?" Tanya siska pada kakak nya itu .


" Suami mu lagi mengurusi masalah irma . " Ucap ibra menjelaskan pada adiknya itu .


" Astaga aku lupa kak ini udah lebih dari lima menit pasti pak wili bakal marah besar .. ya sudah aku pergi dulu ya kak sis ...nanti biar aku jelaskan masalah ku padamu setelah aku menerima hukuman ku ya sis ..." Ucap irma pamit pada pacar dan juga sahabatnya itu .


" Semoga dia tak di hukum dengan berat ." lirih ibra pelan menatap punggung irma yang mulai menjauh dari pandangan nya .


...


... ..


...


..


Segini dulu ...besok lanjut lagi

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2