Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
50 . Dendam mu menghancurkan hidup ku .


__ADS_3

Ibra keluar dari UGD , lelaki itu menatap dua laki laki di hadapannya dengan pandangan tajam.


" Mana yang namanya Rangga ?" tanya Ibra pada dua orang laki laki itu .


" Saya ... bagaimana keadaan Siska ?" tanya Rangga masih mengkhawatirkan Siska .


" Ck ...tak usah berpura pura khawatir toh nyatanya kamu yang membuat adik ku seperti itu ." Ucap Ibra dingin , lelaki itu sungguh ingin menonjok wajah laki laki yang telah menyakiti hati adiknya itu namun ia urungkan karena ia sudah berjanji pada sang adik untuk tidak menggunakan kekerasan pada orang di hadapannya itu .


Karena tak mau ia semakin emosi menghadapi Rangga , Ibra pun memilih pergi dari sana . Ada pekerjaan yang lebih penting daripada harus mengurusi Rangga .


Rangga terdiam ia merasa apa yang di katakan Ibra ada benar nya , ini semua gara gara dirinya . Dirinyalah yang patut di salahkan atas apa yang terjadi .


" Masuk lah nga lihat keadaan Siska dan minta maaflah pada wanita itu . " ucap Jordan menepuk pundak sahabat nya itu pelan .


Rangga terdiam di tatapnya Jordan dengan senyum tipis kemudian Lelaki itu melangkah kan kaki nya menuju tempat di mana Siska di rawat .


Sementara itu Siska menatap keluar jendela dengan pandangan kosong . Ia masih merasa sedih atas apa yang terjadi dengan dirinya , Ia merasa seharusnya ia lah yang pergi bukan anak nya .


Anak itu tak salah apa pun dirinya lah yang bersalah karena tak bisa menjaga nya dengan baik . Seharusnya Siska tau pada akhirnya ia akan mengalami keguguran karena sikap kasar dan main tangan dari suaminya . Seharusnya Siska pergi saja dari rumah itu dan tak membuat anak nya pergi untuk selama lamanya .


Wanita itu kembali menangis tak kala ia ingat pada bayi yang di kandung nya itu , ia sudah berkhayal menjadi seorang ibu . Setiap malam ia mengusap perut nya karena tak sabar anak nya akan segera lahir .


Namun harapan nya pupus begitu saja .


" Siska ...Maafkan aku . " ucap seseorang yang datang dan langsung menggenggam tangan nya erat.

__ADS_1


Siska menatap orang itu sejenak kemudian ia memalingkan wajahnya , ia sungguh tak ingin menatap laki laki yang berkali kali menyakiti hatinya itu .


" Maafkan aku Siska aku mohon . " ucap Rangga yang tak kunjung mendapatkan Jawaban dari wanita di hadapannya itu .


" Maaf ....Aku sudah berkali kali memberikan maaf pada mu namun berkali kali juga kamu menyakiti hati ku mas , Setiap hari aku mencoba bertahan dari siksaan yang kamu berikan . Setiap hari juga aku menangis dan ingin bebas menikmati hidup ku tanpa belenggu dari mu namun bodohnya aku yang masih bertahan . Seharusnya aku yang pergi bukan anak yang aku kandung ...agar kamu senang dan tak menyiksa batin ku lagi . " ucap Siska tersenyum getir , tangan nya mengusap air matanya dengan kasar .


" Maaf Siska ...maaf aku yang salah aku telah salah sangka dengan mu ...Maaf aku melampiaskan dendam yang tak seharusnya aku lampiaskan padamu . Ku mohon berikan aku satu kali lagi kesempatan untuk memperbaiki semuanya sayang ku mohon . " ucap Rangga menatap Siska dengan penuh permohonan .


"Dendam mu menghancurkan hidup ku mas , asal kamu tau aku sama sekali tak pernah mengirimkan pesan yang kamu maksud ... kamu membenci orang yang salah . " ucap Siska tanpa mau menatap wajah Rangga .


" Aku tau ...aku tau sayang ...aku mohon maafkan aku beri aku kesempatan oke . " Ucap Rangga tak mau menyerah . Lelaki itu masih menggenggam tangan Siska dengan begitu erat nya .


" Kesempatan ...Aku sudah memberikan nya mas namun kamu malah tak menggunakan kesempatan itu dengan baik , kamu merasa dirimu lah yang paling terluka . Kamu tak memikirkan perasaan ku sama sekali , kamu pikir aku tak merasa bersalah pada mbak Rosa aku merasa bersalah mas . setiap aku melihat Riyan aku selalu merasa bersalah pada bayi kecil itu . Kamu hanya menyalahkan aku atas apa yang terjadi pada dirimu . Kamu egois mas karena mu anak kita tiada . Aku membenci mu sangat membenci mu , sekarang aku mohon tinggalkan aku sendiri . Aku lelah aku ingin istirahat . " Ucap Siska meluapkan emosi yang selama ini ia tahan .


" Baiklah ...mas akan menunggu sampai kamu bisa memaafkan mas , kamu istirahat lah aku pergi . " Ucap Rangga mengusap rambut Siska perlahan namun wanita itu langsung menepis tangan Rangga . Ia sama sekali tak mau Rangga menyentuh satu helai rambut nya , ia kecewa marah dan benci pada lelaki yang bersetatus sebagai suami siri nya itu .


Rangga menghela nafas nya pelan , kemudian laki laki itu berjalan menjauhi Siska . Ia ingin memberikan wanita itu waktu agar Siska bisa memaafkan dirinya meskipun ia tau itu sangat sulit bagi wanita itu. Namun Rangga yakin Siska mau memaafkan nya karena wanita itu wanita yang baik .


...


...


...


Setelah kepergian Rangga , Siska menghela nafasnya kasar . Api di dalam hatinya sirna sudah ketika ia tak melihat lelaki bajingan itu lagi .

__ADS_1


Tak lama pintu kamar nya kembali terbuka , Siska sudah ingin mengusir orang yang baru memasuki ruangan itu karena ia pikir itu adalah Rangga tapi ternyata ibu adalah Ibu dan ayah nya . Yang sudah lama tak ia lihat .


Mata Siska berkaca kaca , wanita itu ingin menumpahkan segala kesedihan nya pada pelukan ibunya . Flora yang mengerti dengan kondisi sanga anak pun langsung menghampiri anak nya itu dan memeluknya erat erat .


" Yang sabar sayang , mama tau ini berat untuk mu namun kamu harus menerima nya. Allah lebih menyayangi nya maka dari itu ia pergi lebih dulu dari pada kita nak . Jangan menyalahkan dirimu sayang , kamu tak bersalah ini adalah takdir yang sudah digariskan oleh sang maha kuasa . " Ucap flora menasehati anak nya yang kini sudah menangis tersedu sedu di pelukannya .


" Aku hanya merasa ibu yang buruk ma bahkan melindungi anak ku saja aku tak mampu . "ucap Siska pelan .


" Kamu bukan ibu yang buruk siska kamu ibu yang kuat dan sabar . Jadi jangan bilang seperti itu mama tak suka mendengar nya . " Ucap Flora mengusap punggung tangan anak nya itu .


" Siska papa ingin kamu segera meminta Rangga untuk menalak mu , papa sungguh tak ingin kamu hidup menderita dengan laki laki yang tak bertanggung jawab Seperti itu . " ucap bram terus terang pada anak perempuan nya itu .


" Mas ...kita bisa bicarakan itu nanti saat ini Siska masih sedih . Kamu tak seharusnya membahas hal itu saat ini , kita bisa menunggu dan biarkan Siska memilih jalan hidup nya sendiri mas . Dia sudah dewasa . " ucap flora menatap suaminya itu tak suka dengan apa yang suaminya itu katakan. .


" Papa ...Hanya tak ingin Siska terus terusan menderita ma .. Sampai kapan Siska harus bertahan dengan laki laki yang seperti itu . " ucap bram tak setuju dengan omongan istrinya .


" Papa ... mama jangan bertengkar karena Siska . Siska janji akan mengambil keputusan secepatnya . jadi Siska mohon berikan Siska sedikit waktu . " ucap Siska tak ingin orang tuanya berdebat gara gara dirinya.


Bram dan flora saling pandang kemudian mereka menghela nafas nya perlahan .


" Baiklah papa akan menunggu keputusan mu . " ucap bram membuat mereka terdiam .


" terimakasih pa . " ucap Siska tersenyum tipis . Bram ikut tersenyum seraya mengusap rambut anak nya perlahan .


Mereka pun kembali bercengkrama tanpa ada yang membahas masalah Siska dan Rangga .

__ADS_1


__ADS_2