
Perjalanan ke kampus membuat Siska diam diam memperhatikan Wiliam , Laki laki itu nampak serius dengan jalanan di hadapannya . Wiliam yang merasa di perhatikan oleh mahasiswa nya itu pun merasa kesal karena jujur ia tak suka orang memperhatikan i dengan pandangan seperti itu .
" Ngapain kamu lihat lihat saya . Terpesona kah atau bagaimana ?" Tanya Wiliam membuat Siska langsung mengalihkan pandangannya . ia tak menyangka Wiliam begitu PD dan pemberani .
" Bapak ini ada ada saja mana mungkin saya terpesona dengan orang seperti bapak . " ucap Siska membuat Wiliam menatap nya sekilas .
" Memang nya saya orang seperti apa menurut mu ?" tanya Wiliam penasaran.
" Bapak mau saya jawab jujur atau bohong ?" tanya Siska bertanya balik pada dosen nya itu.
" Tentu saja jujur . " Ucap Wiliam dingin , pandangan nya kembali ke jalanan di hadapannya .
" Kalau jujur maka jangan kurangi nilai saya nanti jika jawaban saya kurang memuaskan bapak . " Ucap Siska pada laki laki di sampingnya itu .
" Saya bukan laki laki yang mencampurkan urusan pekerjaan dengan hal hal seperti itu . " ucap Wiliam pelan .
" Bapak itu sombong dan angkuh makanya saya tak suka dengan bapak . " Ucap Siska langsung pada intinya . membuat Wiliam kaget setengah mati karena ini pertama kali bagi dirinya mengenal wanita yang tak takut sama sekali mengatakan kebenaran nya di hadapan orang yang ia bicarakan .
" Saya memang sombong dan angkuh ...dan saya tak menyangkal hal itu karena hal itu benar adanya . " Ucap Wiliam pada akhirnya . laki laki itu mengerutkan dahi ketika jalan yang biasa ia lewati ke kampus sedang tak bisa di lewati di karena kan sedang ada perbaikan di jalan tersebut .
Wiliam pun memutuskan untuk mengambil jalan pintas lain nya namun karena belum pernah melewati jalan pintas itu . Ia pun jadi tersasar dan masuk lebih jauh ke desa tengah hutan yang nampak sepi .
Siska yang merasa ada yang janggal dengan jalan yang mereka lewati pun merasa ketakutan . wanita itu menatap Wiliam dengan tajam . pikiran pikiran negatif mulai berterbangan di otak nya .
" Bapak ngapain bawa Siska kesini . Bapak mau macam macam sama Siska ya ...?" tanya Siska membuat Wiliam menghela nafas nya perlahan .
" Kita tersesat jadi jangan berpikir yang aneh aneh oke . " ucap Wiliam kesal . Laki laki itu menatap ke sekeliling . Di hadapannya adalah sebuah desa sedangkan di tempat ia berada saat ini adalah sebuah jalan dengan pepohonan yang lebat di samping nya .
__ADS_1
" Tersesat ... bagaimana ini pak . saya tak mau tersesat saya masih ingin bersama dengan keluarga saya pak . " Ucap Siska membuat Wiliam pusing kepala .
" Bisakah kamu diam . Saya semakin pusing mendengar kamu berbicara , yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa segera keluar dari tempat ini . Bukanya malah cerewet dan merengek seperti kamu . " Ucap Wiliam memarahi Siska . Siska terdiam ia merasa apa yang di katakan laki laki di sampingnya itu ada benar nya .
" Kita kesana saja , siapa tau kita bertemu dengan orang yang akan membuat kita keluar dari tempat ini. " Ucap Wiliam ingin melajukan mobilnya kembali namun mobil itu tak mau berjalan lagi . Siska mulai panik , ia menatap wiliam dengan pandangan takut takut .
" Bagaimana pak ..?" tanya Siska pada laki laki di sampingnya itu .
" Mobil saya mogok . Saya harus cek dulu . " ucap Wiliam Melepaskan sabuk pengaman nya dan ingin keluar dari mobil namun Siska menarik tangan nya .
" Jangan tinggalkan saya pak , saya juga mau ikut turun . " Ucap Siska membuat Wiliam menatap nya tajam . .
" Turun tinggal turun kenapa kamu harus bilang dulu sama saya . " Ucap Wiliam kesal .
Saya tak bisa melepaskan sabuk pengaman ini . seperti nya ini nyangkut , tolong bantu saya pak . " Ucap Siska berusaha melepaskan sabuk pengaman nya namun tak kunjung berhasil .
Di lain sisi ada orang yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan orang itu mengira Siska dan Wiliam melakukan perbuatan yang tak senonoh karena posisi mereka saat ini begitu dekat dan intim .
" Eh ... Leh . lihat itu mereka ngapain seperti itu Leh jangan jangan mereka berbuat yang tidak tidak tak bisa di biarkan ini Leh kita harus bertindak dan membuat mereka jera kalau tidak kita juga ikut nanggung dosanya nanti . " ucap orang itu pada teman nya yang ikut memperhatikan orang yang sedari tadi tak kunjung keluar dari dalam mobil .
" Apa kita lapor pak RT saja ya Gus ?" tanya Soleh menatap Agus sejenak .
" Iya kita laporkan saja ke pak RT biar mereka segera di tindak . " Ucap Agus menarik tangan Soleh pergi dari tempat itu .
" Kenapa ini susah sekali . " Ucap Wiliam kesal . sejenak ia menatap wajah Siska yang tengah bingung harus bagaimana . Wiliam ingin tertawa melihat wajah panik mahasiswa nya itu namun ia juga tak tega sebenarnya .
" Tenang lah ini bisa di buka kok ...walaupun butuh waktu. " Ucap Wiliam membuat Siska sedikit lega meskipun ia masih khawatir jika sabuk pengaman itu tak bisa di lepaskan .
__ADS_1
" Itu orang nya pak ... Kita gerebek dan nikahkan saja mereka sekalian dari pada kita nanggung dosanya . Kami sungguh tak ingin mendapatkan dosa dari perzinahan yang mereka lakukan pak . " Ucap Soleh pada pria paruh baya yang di panggil oleh para warga sekitar dengan sebutan pak RT tersebut.
" Ya sudah ayo kita hampiri mereka dan bawa mereka ke pak ustadz untuk di nikahkan . " Ucap bapak bapak itu pada mereka . Mereka pun berbondong-bondong menghampiri Siska dan Wiliam bersama warga warga lain nya.
" yes berhasil. " Ucap Wiliam lega ketika ia berhasil melepaskan sabuk pengaman yang mengikat Siska tadi .
" Terimakasih pak . " Ucap Siska senang .
" Sama sama . " ucap Wiliam ikut senang pula tak lama ada yang mengetuk jendela mobil mereka .
Siska langsung mengalihkan pandangannya . Dan ia begitu tak menyangka saat ini sudah banyak orang yang mengelilingi mobil dosen nya itu .
" Ada apa lagi ini pak ?" tanya Siska menatap Wiliam penasaran .
" Kita keluar saja dulu . " ucap Wiliam memutuskan untuk keluar dari dalam mobil bersama sama dengan Siska .
" Ada apa ini bapak bapak ibu ibu kenapa kalian mengepung mobil saya ?" Tanya Wiliam dengan sopan . Namun mereka tak menjawab melainkan memberikan tatapan sinis untuk nya dan Siska . Perasaan Wiliam mulai tak enak , ia merebut sesuatu akan terjadi pada ia dan Siska melihat dari cara orang orang itu menatap nya dan wanita itu .
" Kalian harus menikah . " Ucap salah satu orang dari mereka yang membuat Wiliam terkejut . begitu pula dengan Siska , Wanita itu menatap Wiliam bingung dengan apa yang baru saja ia dengarkan .
...
...
...
Haruskah mereka menikah ... menurut kalian bagaimana . apakah harus atau tidak hehehe . jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR